<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Sengaja Digeser 2 Derajat, NASA Hilang Kontak dengan Satelit Voyager 2</title><description>Untungnya, hilang kontak ini hanya bersifat sementara lantaran Voyager 2 memiliki sistem backup.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2855958/tak-sengaja-digeser-2-derajat-nasa-hilang-kontak-dengan-satelit-voyager-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2855958/tak-sengaja-digeser-2-derajat-nasa-hilang-kontak-dengan-satelit-voyager-2"/><item><title>Tak Sengaja Digeser 2 Derajat, NASA Hilang Kontak dengan Satelit Voyager 2</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2855958/tak-sengaja-digeser-2-derajat-nasa-hilang-kontak-dengan-satelit-voyager-2</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/02/54/2855958/tak-sengaja-digeser-2-derajat-nasa-hilang-kontak-dengan-satelit-voyager-2</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/02/54/2855958/tak-sengaja-digeser-2-derajat-nasa-hilang-kontak-dengan-satelit-voyager-2-qhNts5doJ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satelit Voyager 2. (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/02/54/2855958/tak-sengaja-digeser-2-derajat-nasa-hilang-kontak-dengan-satelit-voyager-2-qhNts5doJ7.jpg</image><title>Satelit Voyager 2. (Foto: NASA)</title></images><description>NASA tak sengaja memutus kontak dengan satelit luar angkasa Voyager 2. Peristiwa itu terjadi setelah NASA menggeser antena Voyager 2 sebanyak dua derajat.
Diperkirakan NASA kehilangan kontak dengan satelit antarbintang tersebut hingga 15 Oktober. Voyager 2 sendiri, menjadi objek terjauh kedua yang dibuat oleh manusia dari Bumi di alam semesta, yang saat ini sedang berlayar melintasi ruang angkasa antarbintang dengan jarak sekitar 12,3 miliar mil (19,9 miliar kilometer).
Seperti dilansir dari Livescience, pernyataan dari Jet Propulsion Laboratory NASA, para ilmuwan kehilangan kontak dengan satelit ini setelah serangkaian perintah yang ternyata menyebabkan Voyager 2 memiringkan antenanya menjauhi Bumi. Akibatnya, NASA pun tidak dapat mengirim atau menerima pesan dari Deep Space Network, sebuah rangkaian antena radio besar internasional yang mendukung banyak misi antarplanet NASA lainnya.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video

Voyager 2 pada dasarnya terombang-ambing dan sendirian dalam kegelapan ruang angkasa, setelah meninggalkan tepi luar tata surya kita pada November 2018 silam. Untungnya, hilang kontak ini hanya bersifat sementara lantaran Voyager 2 memiliki sistem backup.
Satelit ini memiliki sistem yang akan mengatur ulang pengarahan antenanya beberapa kali setiap tahun agar tetap berhubungan dengan Bumi, saat ia bergerak semakin jauh. Hanya saja kalibrasi tersebut akan berlangsung pada 15 Oktober, pada saat itu komunikasi dengan Voyager 2 akan dilanjutkan.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta

Satelit kembar Voyager diluncurkan pada bulan dan September 1977, dengan jarak 16 hari satu sama lain. Kedua satelit ini terbang melintasi planet-planet di luar tata surya sebelum akhirnya melewati batas terjauh heliosfer, yaitu lapisan terluar atmosfer matahari yang memisahkan tata surya dari ruang antarbintang.
Voyager 1 berhasil mencapai ruang antarbintang lebih dulu, melewati heliosfer pada Agustus 2012. Satelit ini menjadi satu-satunya objek terjauh dari Bumi yang pernah dibuat manusia. Voyager 1 saat ini berjarak sekitar 14,8 miliar mil (23,8 miliar km) dari planet kita, dan semakin jauh setiap harinya. Komunikasi dengan Voyager 1 tetap tidak terganggu.Menurut NASA, kedua satelit Voyager memiliki daya listrik dan bahan  bakar yang cukup untuk melanjutkan operasinya sampai setidaknya 2025.  Namun, jika tiba saatnya kedua satelit ini harus berhenti berkomunikasi  dengan Bumi selamanya, misi mereka ke bintang-bintang masih akan terus  berlanjut.
Di dalam pesawat voyager tersebut tersimpan salinan kembar dari  cakram tembaga berlapis emas, yang dikenal sebagai Voyager Golden  Record, semacam kartu pos audio yang dirancang untuk berbagi warisan  alam dan musik Bumi.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi

Masing-masing rekaman berisi 27 karya musik, termasuk Bach dan Chuck  Berry, 22 menit suara alam dan suara-suara yang berbicara dalam 59  bahasa manusia.
Satelit ini juga berisi pemutar audio dengan instruksi bergambar, dan  peta bintang yang menunjukkan lokasi Bumi. Apakah ada orang yang  menemukannya, itu adalah pertanyaan untuk generasi berikutnya.</description><content:encoded>NASA tak sengaja memutus kontak dengan satelit luar angkasa Voyager 2. Peristiwa itu terjadi setelah NASA menggeser antena Voyager 2 sebanyak dua derajat.
Diperkirakan NASA kehilangan kontak dengan satelit antarbintang tersebut hingga 15 Oktober. Voyager 2 sendiri, menjadi objek terjauh kedua yang dibuat oleh manusia dari Bumi di alam semesta, yang saat ini sedang berlayar melintasi ruang angkasa antarbintang dengan jarak sekitar 12,3 miliar mil (19,9 miliar kilometer).
Seperti dilansir dari Livescience, pernyataan dari Jet Propulsion Laboratory NASA, para ilmuwan kehilangan kontak dengan satelit ini setelah serangkaian perintah yang ternyata menyebabkan Voyager 2 memiringkan antenanya menjauhi Bumi. Akibatnya, NASA pun tidak dapat mengirim atau menerima pesan dari Deep Space Network, sebuah rangkaian antena radio besar internasional yang mendukung banyak misi antarplanet NASA lainnya.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video

Voyager 2 pada dasarnya terombang-ambing dan sendirian dalam kegelapan ruang angkasa, setelah meninggalkan tepi luar tata surya kita pada November 2018 silam. Untungnya, hilang kontak ini hanya bersifat sementara lantaran Voyager 2 memiliki sistem backup.
Satelit ini memiliki sistem yang akan mengatur ulang pengarahan antenanya beberapa kali setiap tahun agar tetap berhubungan dengan Bumi, saat ia bergerak semakin jauh. Hanya saja kalibrasi tersebut akan berlangsung pada 15 Oktober, pada saat itu komunikasi dengan Voyager 2 akan dilanjutkan.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta

Satelit kembar Voyager diluncurkan pada bulan dan September 1977, dengan jarak 16 hari satu sama lain. Kedua satelit ini terbang melintasi planet-planet di luar tata surya sebelum akhirnya melewati batas terjauh heliosfer, yaitu lapisan terluar atmosfer matahari yang memisahkan tata surya dari ruang antarbintang.
Voyager 1 berhasil mencapai ruang antarbintang lebih dulu, melewati heliosfer pada Agustus 2012. Satelit ini menjadi satu-satunya objek terjauh dari Bumi yang pernah dibuat manusia. Voyager 1 saat ini berjarak sekitar 14,8 miliar mil (23,8 miliar km) dari planet kita, dan semakin jauh setiap harinya. Komunikasi dengan Voyager 1 tetap tidak terganggu.Menurut NASA, kedua satelit Voyager memiliki daya listrik dan bahan  bakar yang cukup untuk melanjutkan operasinya sampai setidaknya 2025.  Namun, jika tiba saatnya kedua satelit ini harus berhenti berkomunikasi  dengan Bumi selamanya, misi mereka ke bintang-bintang masih akan terus  berlanjut.
Di dalam pesawat voyager tersebut tersimpan salinan kembar dari  cakram tembaga berlapis emas, yang dikenal sebagai Voyager Golden  Record, semacam kartu pos audio yang dirancang untuk berbagi warisan  alam dan musik Bumi.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi

Masing-masing rekaman berisi 27 karya musik, termasuk Bach dan Chuck  Berry, 22 menit suara alam dan suara-suara yang berbicara dalam 59  bahasa manusia.
Satelit ini juga berisi pemutar audio dengan instruksi bergambar, dan  peta bintang yang menunjukkan lokasi Bumi. Apakah ada orang yang  menemukannya, itu adalah pertanyaan untuk generasi berikutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
