<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apakah Ular Punya Telinga dan Bisa Mendengar?</title><description>Lantas apakah ular punya telinga?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/01/56/2855810/apakah-ular-punya-telinga-dan-bisa-mendengar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/01/56/2855810/apakah-ular-punya-telinga-dan-bisa-mendengar"/><item><title>Apakah Ular Punya Telinga dan Bisa Mendengar?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/01/56/2855810/apakah-ular-punya-telinga-dan-bisa-mendengar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/08/01/56/2855810/apakah-ular-punya-telinga-dan-bisa-mendengar</guid><pubDate>Rabu 02 Agustus 2023 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/01/56/2855810/apakah-ular-punya-telinga-dan-bisa-mendengar-H5PmeLEl7G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Apakah Ular Punya Kuping. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/01/56/2855810/apakah-ular-punya-telinga-dan-bisa-mendengar-H5PmeLEl7G.jpg</image><title>Apakah Ular Punya Kuping. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>ULAR terkenal dengan kemampuan berburunya yang andal. Hewan melata yang banyak ditakuti orang ini mencari mangsa dengan bantuan indra penciuman serta pendengaran yang sangat tajam.

Mungkin sebagin besar orang sudah tahu bahwa ular mencium dengan bantuan lidahnya yang bisa mendeteksi sekaligus mengumpulkan informasi kimia atau mangsa di sekitarnya.

Namun jarang yang tahu bahwa ular juga mengandalkan pendengaran meskipun telinga ular sendiri tidak terlihat seperti hewan-hewan lainnya. Lantas apakah ular punya telinga?

Menurut herpetologis di Field Museum di Chicago, Sara Ruane, ular memiliki telinga namun tidak dengan struktur telinga luar. Ular hanya memiliki tulang telinga yang mereka gunakan untuk mendengar.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video


Sebagaimana dihimpun dari Live Science, telinga sendiri biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga luar. Masing-masing punya fungsi yang berbeda.

Telinga luar memusatkan suara pada gendang telinga, yang memisahkan telinga luar dari telinga tengah. Telinga tengah berisi tiga tulang yang mengirimkan suara dari gendang telinga ke telinga bagian dalam melalui getaran.

Sementara telinga bagian dalam mengubah getaran ini menjadi impuls saraf yang berjalan ke otak. Dan menurut sebuah studi tahun 2012 di Journal of Experimental Biology, ular tidak memiliki telinga luar dan tengah.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta


Ular hidup dengan dibekali satu tulang telinga tengah yang menghubungkan telinga bagian dalam ke rahang. Karena pengaturan telinga ini, pendengaran ular menjadi kurang sensitif pafa frekuensi yang tinggi.

&quot;Telinga bagian dalam adalah bagian di mana mur dan baut pendengaran yang sebenarnya terjadi. Ular hanya memiliki mur dan baut di bagian telinga mereka,&quot; kata Ruane menjelaskan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ular merespons suara di udara pada frekuensi pendengaran hingga 450 Hertz. Meski begitu, ular mungkin paling sensitif terhadap suara frekuensi rendah.Misalnya, ular sanca paling baik dalam mendengar frekuensi antara 80  dan 160 Hz, yang dipancarkan melalui tanah, menurut penelitian tahun  2012. Sebagai perbandingan, rentang frekuensi manusia normal adalah 20  Hz hingga 20.000 Hz.

&quot;Jika Anda sedang berenang dan masuk ke dalam air, dan seseorang yang  berdiri di tepi kolam berteriak kepada Anda, Anda akan mendengarnya.  Anda mungkin tidak dapat mengetahui detailnya... Itu adalah jenis yang  didengar ular pada frekuensi yang lebih tinggi,&quot;tambahnya.

Rentang pendengaran yang sempit ini tidak menjadi masalah bagi ular,  sebagian karena mereka tidak menggunakan vokalisasi untuk berkomunikasi  satu sama lain.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi


Vokalisasi yang mereka buat, seperti mendesis atau menggeram, berada  pada frekuensi yang lebih tinggi daripada yang mereka dengar dan mungkin  ditujukan untuk predator burung dan mamalia.

Alasan terbesar mengapa ular tidak membutuhkan pendengaran yang peka  adalah karena mereka mengandalkan indera lain. Indera penciuman mereka  sangat berguna.

&quot;Ular menjentikkan lidah mereka, mengambil semua molekul bau yang ada  di udara di sekitarnya, membawanya kembali ke organ khusus yang mereka  miliki untuk memprosesnya, dan ke otak mereka,&quot; pungkas Ruane.
</description><content:encoded>ULAR terkenal dengan kemampuan berburunya yang andal. Hewan melata yang banyak ditakuti orang ini mencari mangsa dengan bantuan indra penciuman serta pendengaran yang sangat tajam.

Mungkin sebagin besar orang sudah tahu bahwa ular mencium dengan bantuan lidahnya yang bisa mendeteksi sekaligus mengumpulkan informasi kimia atau mangsa di sekitarnya.

Namun jarang yang tahu bahwa ular juga mengandalkan pendengaran meskipun telinga ular sendiri tidak terlihat seperti hewan-hewan lainnya. Lantas apakah ular punya telinga?

Menurut herpetologis di Field Museum di Chicago, Sara Ruane, ular memiliki telinga namun tidak dengan struktur telinga luar. Ular hanya memiliki tulang telinga yang mereka gunakan untuk mendengar.

BACA JUGA:
Cara Mengatasi Kenapa Yandex Error Tidak Bisa Memutar Video


Sebagaimana dihimpun dari Live Science, telinga sendiri biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga luar. Masing-masing punya fungsi yang berbeda.

Telinga luar memusatkan suara pada gendang telinga, yang memisahkan telinga luar dari telinga tengah. Telinga tengah berisi tiga tulang yang mengirimkan suara dari gendang telinga ke telinga bagian dalam melalui getaran.

Sementara telinga bagian dalam mengubah getaran ini menjadi impuls saraf yang berjalan ke otak. Dan menurut sebuah studi tahun 2012 di Journal of Experimental Biology, ular tidak memiliki telinga luar dan tengah.

BACA JUGA:
Viral Pria Jepang Berubah Jadi Anjing, Harus Keluarkan Rp214 Juta


Ular hidup dengan dibekali satu tulang telinga tengah yang menghubungkan telinga bagian dalam ke rahang. Karena pengaturan telinga ini, pendengaran ular menjadi kurang sensitif pafa frekuensi yang tinggi.

&quot;Telinga bagian dalam adalah bagian di mana mur dan baut pendengaran yang sebenarnya terjadi. Ular hanya memiliki mur dan baut di bagian telinga mereka,&quot; kata Ruane menjelaskan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ular merespons suara di udara pada frekuensi pendengaran hingga 450 Hertz. Meski begitu, ular mungkin paling sensitif terhadap suara frekuensi rendah.Misalnya, ular sanca paling baik dalam mendengar frekuensi antara 80  dan 160 Hz, yang dipancarkan melalui tanah, menurut penelitian tahun  2012. Sebagai perbandingan, rentang frekuensi manusia normal adalah 20  Hz hingga 20.000 Hz.

&quot;Jika Anda sedang berenang dan masuk ke dalam air, dan seseorang yang  berdiri di tepi kolam berteriak kepada Anda, Anda akan mendengarnya.  Anda mungkin tidak dapat mengetahui detailnya... Itu adalah jenis yang  didengar ular pada frekuensi yang lebih tinggi,&quot;tambahnya.

Rentang pendengaran yang sempit ini tidak menjadi masalah bagi ular,  sebagian karena mereka tidak menggunakan vokalisasi untuk berkomunikasi  satu sama lain.

BACA JUGA:
7 Hewan Berkepala Dua yang Pernah Hidup di Bumi


Vokalisasi yang mereka buat, seperti mendesis atau menggeram, berada  pada frekuensi yang lebih tinggi daripada yang mereka dengar dan mungkin  ditujukan untuk predator burung dan mamalia.

Alasan terbesar mengapa ular tidak membutuhkan pendengaran yang peka  adalah karena mereka mengandalkan indera lain. Indera penciuman mereka  sangat berguna.

&quot;Ular menjentikkan lidah mereka, mengambil semua molekul bau yang ada  di udara di sekitarnya, membawanya kembali ke organ khusus yang mereka  miliki untuk memprosesnya, dan ke otak mereka,&quot; pungkas Ruane.
</content:encoded></item></channel></rss>
