<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batu dari Bumi Ini Mental ke Luar Angkasa, Lalu Balik Lagi ke Bumi</title><description>Batu yang berasal dari Bumi dan terlempar ke luar angkasa jutaan tahun yang lalu, dan baru saja kembali ke Bumi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/29/56/2854244/batu-dari-bumi-ini-mental-ke-luar-angkasa-lalu-balik-lagi-ke-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/29/56/2854244/batu-dari-bumi-ini-mental-ke-luar-angkasa-lalu-balik-lagi-ke-bumi"/><item><title>Batu dari Bumi Ini Mental ke Luar Angkasa, Lalu Balik Lagi ke Bumi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/29/56/2854244/batu-dari-bumi-ini-mental-ke-luar-angkasa-lalu-balik-lagi-ke-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/29/56/2854244/batu-dari-bumi-ini-mental-ke-luar-angkasa-lalu-balik-lagi-ke-bumi</guid><pubDate>Minggu 30 Juli 2023 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/29/56/2854244/batu-dari-bumi-ini-mental-ke-luar-angkasa-lalu-balik-lagi-ke-bumi-zIMXgNwg0H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Meteor yang Berasal dari Batu Bumi. (Foto: Albert Jambon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/29/56/2854244/batu-dari-bumi-ini-mental-ke-luar-angkasa-lalu-balik-lagi-ke-bumi-zIMXgNwg0H.jpg</image><title>Meteor yang Berasal dari Batu Bumi. (Foto: Albert Jambon)</title></images><description>ADA cukup banyak batu meteorit yang menghantam Bumi. Namun ada satu yang sangat menarik untuk dibahas yaitu batu meteorit bernama NWA 13188 yang semula merupakan batu Bumi yang mental ke luar angkasa.

Sebagaimana dihimpun dari Live Science, meteorit NWA 13188 dengan berat 646 gram ini pertama kali ditemukan di Gurun Sahara di Maroko pada tahun 2018. Setelah diteliti, para ilmuwan menemukan fakta yang menarik.

BACA JUGA:
Beredar Jasa Hack Akun MyBCA di Dark Web, Cuma Modal Nomor Rekening dan Nama Pemilik


Diikatakan meteorit NWA 13188 memiliki komposisi yang mirip dengan jenis batuan vulkanik yang ada di Bumi. Para ilmuwan pun menyimpulkan bahwa meteorit ini sebenarnya berasal dari Bumi dan terlempar ke luar angkasa.

J&amp;eacute;r&amp;ocirc;me Gattacceca, ahli meteorit di Universitas Aix-Marseille di Prancis menyebut NWA 13188 adalah meteorit terestrial, batu yang berasal dari Bumi dan terlempar ke luar angkasa jutaan tahun yang lalu, dan baru saja kembali ke Bumi.

BACA JUGA:
Viral Penyelam Temukan Ikan Kiamat Raksasa Naik ke Permukaan, Pertanda Apa Lagi Ini?


NWA 13188 digadang-gadang sebagai meteorit terestrial resmi pertama yang ditemukan di Bumi. Para ilmuwan percaya bahwa NWA 13188 adalah meteorit karena memiliki kerak fusi yang berkembang dengan baik.

Ilmuwan juga menemukan jejak isotop, elemen dengan jumlah neutron yang berbeda di intinya termasuk berilium-3, helium-10 dan neon-21, yang menunjukkan bahwa batuan tersebut terkena sinar kosmik.NWA 13188 memiliki partikel berenergi tinggi yang bergerak melalui  ruang angkasa dengan kecepatan hampir sama dengan kecepatan cahaya.  Tingkat isotop ini menunjukkan bahwa batu itu berada di luar angkasa  paling sebentar selama 10.000 tahun.

Para ilmuwan berpendapat, ada dua kemungkinan skenario bagaimana batu  itu bisa terlontar ke luar angkasa. Pertama adalah karena letusan  gunung berapi besar yang meluncurkannya langsung ke luar angkasa.

Pendapat lain mengatakan batu keluar dari atmosfer oleh tumbukan  asteroid kolosal. Para ilmuwan percaya bahwa alasan kedua adalah yang  paling mungkin karena tidak ada letusan gunung berapi yang tercatat  cukup kuat untuk meluncurkan batu ke luar angkasa.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


</description><content:encoded>ADA cukup banyak batu meteorit yang menghantam Bumi. Namun ada satu yang sangat menarik untuk dibahas yaitu batu meteorit bernama NWA 13188 yang semula merupakan batu Bumi yang mental ke luar angkasa.

Sebagaimana dihimpun dari Live Science, meteorit NWA 13188 dengan berat 646 gram ini pertama kali ditemukan di Gurun Sahara di Maroko pada tahun 2018. Setelah diteliti, para ilmuwan menemukan fakta yang menarik.

BACA JUGA:
Beredar Jasa Hack Akun MyBCA di Dark Web, Cuma Modal Nomor Rekening dan Nama Pemilik


Diikatakan meteorit NWA 13188 memiliki komposisi yang mirip dengan jenis batuan vulkanik yang ada di Bumi. Para ilmuwan pun menyimpulkan bahwa meteorit ini sebenarnya berasal dari Bumi dan terlempar ke luar angkasa.

J&amp;eacute;r&amp;ocirc;me Gattacceca, ahli meteorit di Universitas Aix-Marseille di Prancis menyebut NWA 13188 adalah meteorit terestrial, batu yang berasal dari Bumi dan terlempar ke luar angkasa jutaan tahun yang lalu, dan baru saja kembali ke Bumi.

BACA JUGA:
Viral Penyelam Temukan Ikan Kiamat Raksasa Naik ke Permukaan, Pertanda Apa Lagi Ini?


NWA 13188 digadang-gadang sebagai meteorit terestrial resmi pertama yang ditemukan di Bumi. Para ilmuwan percaya bahwa NWA 13188 adalah meteorit karena memiliki kerak fusi yang berkembang dengan baik.

Ilmuwan juga menemukan jejak isotop, elemen dengan jumlah neutron yang berbeda di intinya termasuk berilium-3, helium-10 dan neon-21, yang menunjukkan bahwa batuan tersebut terkena sinar kosmik.NWA 13188 memiliki partikel berenergi tinggi yang bergerak melalui  ruang angkasa dengan kecepatan hampir sama dengan kecepatan cahaya.  Tingkat isotop ini menunjukkan bahwa batu itu berada di luar angkasa  paling sebentar selama 10.000 tahun.

Para ilmuwan berpendapat, ada dua kemungkinan skenario bagaimana batu  itu bisa terlontar ke luar angkasa. Pertama adalah karena letusan  gunung berapi besar yang meluncurkannya langsung ke luar angkasa.

Pendapat lain mengatakan batu keluar dari atmosfer oleh tumbukan  asteroid kolosal. Para ilmuwan percaya bahwa alasan kedua adalah yang  paling mungkin karena tidak ada letusan gunung berapi yang tercatat  cukup kuat untuk meluncurkan batu ke luar angkasa.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


</content:encoded></item></channel></rss>
