<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Peran Penting Siswa dalam Pengembangan Game Fight of Legends</title><description>Para siswa yang berpartisipasi ternyata bisa ikut mengembangkan game kebanggaan anak bangsa itu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/27/326/2853079/ini-peran-penting-siswa-dalam-pengembangan-game-fight-of-legends</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/27/326/2853079/ini-peran-penting-siswa-dalam-pengembangan-game-fight-of-legends"/><item><title>Ini Peran Penting Siswa dalam Pengembangan Game Fight of Legends</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/27/326/2853079/ini-peran-penting-siswa-dalam-pengembangan-game-fight-of-legends</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/27/326/2853079/ini-peran-penting-siswa-dalam-pengembangan-game-fight-of-legends</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2023 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/27/326/2853079/ini-peran-penting-siswa-dalam-pengembangan-game-fight-of-legends-QPweG0PbaK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Fight of Legends Goes to School.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/27/326/2853079/ini-peran-penting-siswa-dalam-pengembangan-game-fight-of-legends-QPweG0PbaK.jpeg</image><title>Fight of Legends Goes to School.</title></images><description>AKTIVITAS Fight of Legends Goes to School yang dijalankan PT Esport Star Indonesia (ESI) ternyata punya misi penting. Para siswa yang berpartisipasi ternyata bisa ikut mengembangkan game kebanggaan anak bangsa itu.

Termasuk aktivitas Fights of Legends Goes to School yang dilakukan di SMKN 48, Jakarta Timur. Dalam aktivitas tersebut para siswa tidak hanya diajak untuk mengenal dan berkompetisi dengan memainkan game Fight of Legends tapi juga ikut mengisi survei.

&quot;Aktivitas Fight of Legends Goes to School dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama adalah pengenalan dan pengisian survei dan hari kedua baru berkompetisi,&quot; ujar Michael Samuel Hutasoit, alent Management Department Head PT ESI.

BACA JUGA:
Siswa SMK Budi Asih Berharap Game Fight of Legend Terus Diupgrade


Dia mengatakan survei tersebut dilakukan untuk mengetahui minat siswa dalam bermain game, genre yang disukai, serta fitur-fitur yang sangat diinginkan dalam bermain game.

Hasil survei itu kemudian dijadikan PT ESI sebagai bagian dari pengembangan ke depan game Fight of Legends. &quot;Jadi hasil survei itu jadi masukan buat kita juga. Misalnya fitur-fitur apa yang sebenarnya bisa diterapkan di Fight of Legends,&quot; jelas Michael Samuel Hutasoit.

BACA JUGA:
Main Game Fight of Legend Bisa Jadi Cara Refresing setelah Belajar


Dia mengatakan para pelajar memang memegang peranan penting dalam pengembangan sebuah game. Menurutnya anak-anak muda Indonesia selain senang bermain game juga punya banyak gagasan menarik. &quot;Para pelajar ini adalah bibit-bibit pengembangan masa depan esport,&quot; jelasnya.

Diketahui saat ini SMKN 48 Jakarta Timur merupakan sekolah kesepuluh yang disambangi tim Fight of Legend Goes to School. Dia mengatakan rencananya ada lebih dari 100 sekolah yang akan didatangi untuk mengedukasi dan menstimulasi para pelajar bermain esport.Lewat upaya itu dia berharap stigma negatif esport yang dianggap  buang-buang waktu bisa dihilangkan. Saat ini esport justru sudah  betransformasi menjadi kegiatan positif.

Esport bahkan sudah dimasukan sebagai kategori olahraga berprestasi.  &quot;Namun jadi atlet esport bukan satu-satunya hal positif yang ditawarkan  oleh esport. Masih banyak profesi lain yang muncul dari bidang ini.  Bahkan industrinya sudah ada dan matang,&quot; jelasnya.

Hal yang sama juga pernah diucapkan Nielson Tanaya, Competition  Section Head PT ESI saat menghadiri Fight of Legends Goes to School di  SMK PGRI 2 Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dia mengatakan PT ESI  sangat  berupaya mengubah perspektif akan game online yang kerap  dipandang negatif oleh masyarakat.

Menurutnya saat ini masih banyak orang beranggapan bahwa game online  hanya kegiatan yang buang-buang waktu dan tidak menghasilkan. Nielson  Tanaya justru mengatakan Fight of Legends justru sangat jauh berbeda  dengan game-game online yang ada saat ini. &quot;Di Fight of Legends kami  memberikan reward dan uang tunai. Di sekolah ini kami mengajak mereka  berkompetisi,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>AKTIVITAS Fight of Legends Goes to School yang dijalankan PT Esport Star Indonesia (ESI) ternyata punya misi penting. Para siswa yang berpartisipasi ternyata bisa ikut mengembangkan game kebanggaan anak bangsa itu.

Termasuk aktivitas Fights of Legends Goes to School yang dilakukan di SMKN 48, Jakarta Timur. Dalam aktivitas tersebut para siswa tidak hanya diajak untuk mengenal dan berkompetisi dengan memainkan game Fight of Legends tapi juga ikut mengisi survei.

&quot;Aktivitas Fight of Legends Goes to School dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama adalah pengenalan dan pengisian survei dan hari kedua baru berkompetisi,&quot; ujar Michael Samuel Hutasoit, alent Management Department Head PT ESI.

BACA JUGA:
Siswa SMK Budi Asih Berharap Game Fight of Legend Terus Diupgrade


Dia mengatakan survei tersebut dilakukan untuk mengetahui minat siswa dalam bermain game, genre yang disukai, serta fitur-fitur yang sangat diinginkan dalam bermain game.

Hasil survei itu kemudian dijadikan PT ESI sebagai bagian dari pengembangan ke depan game Fight of Legends. &quot;Jadi hasil survei itu jadi masukan buat kita juga. Misalnya fitur-fitur apa yang sebenarnya bisa diterapkan di Fight of Legends,&quot; jelas Michael Samuel Hutasoit.

BACA JUGA:
Main Game Fight of Legend Bisa Jadi Cara Refresing setelah Belajar


Dia mengatakan para pelajar memang memegang peranan penting dalam pengembangan sebuah game. Menurutnya anak-anak muda Indonesia selain senang bermain game juga punya banyak gagasan menarik. &quot;Para pelajar ini adalah bibit-bibit pengembangan masa depan esport,&quot; jelasnya.

Diketahui saat ini SMKN 48 Jakarta Timur merupakan sekolah kesepuluh yang disambangi tim Fight of Legend Goes to School. Dia mengatakan rencananya ada lebih dari 100 sekolah yang akan didatangi untuk mengedukasi dan menstimulasi para pelajar bermain esport.Lewat upaya itu dia berharap stigma negatif esport yang dianggap  buang-buang waktu bisa dihilangkan. Saat ini esport justru sudah  betransformasi menjadi kegiatan positif.

Esport bahkan sudah dimasukan sebagai kategori olahraga berprestasi.  &quot;Namun jadi atlet esport bukan satu-satunya hal positif yang ditawarkan  oleh esport. Masih banyak profesi lain yang muncul dari bidang ini.  Bahkan industrinya sudah ada dan matang,&quot; jelasnya.

Hal yang sama juga pernah diucapkan Nielson Tanaya, Competition  Section Head PT ESI saat menghadiri Fight of Legends Goes to School di  SMK PGRI 2 Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dia mengatakan PT ESI  sangat  berupaya mengubah perspektif akan game online yang kerap  dipandang negatif oleh masyarakat.

Menurutnya saat ini masih banyak orang beranggapan bahwa game online  hanya kegiatan yang buang-buang waktu dan tidak menghasilkan. Nielson  Tanaya justru mengatakan Fight of Legends justru sangat jauh berbeda  dengan game-game online yang ada saat ini. &quot;Di Fight of Legends kami  memberikan reward dan uang tunai. Di sekolah ini kami mengajak mereka  berkompetisi,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
