<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Pesaing Baru, Giliran TikTok yang Luncurkan Fitur Mirip Twitter</title><description>Raksasa teknologi ini pun seakan ingin menawarkan alternatif yang sudah dijalankan oleh Twitter dalam waktu lama.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852560/jadi-pesaing-baru-giliran-tiktok-yang-luncurkan-fitur-mirip-twitter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852560/jadi-pesaing-baru-giliran-tiktok-yang-luncurkan-fitur-mirip-twitter"/><item><title>Jadi Pesaing Baru, Giliran TikTok yang Luncurkan Fitur Mirip Twitter</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852560/jadi-pesaing-baru-giliran-tiktok-yang-luncurkan-fitur-mirip-twitter</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852560/jadi-pesaing-baru-giliran-tiktok-yang-luncurkan-fitur-mirip-twitter</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/54/2852560/jadi-pesaing-baru-giliran-tiktok-yang-luncurkan-fitur-mirip-twitter-kY822bNC9L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TikTok. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/54/2852560/jadi-pesaing-baru-giliran-tiktok-yang-luncurkan-fitur-mirip-twitter-kY822bNC9L.jpg</image><title>TikTok. (Foto: Reuters)</title></images><description>META memang meluncurkan Threads untuk bersaing dengan Twitter, yang sekarang sudah bernama X. Hal ini pun menunjukkan bahwa media sosial yang mengutamakan teks masih digemari banyak orang.

Berbekal itulah, TikTok -platform sosial yang terkenal dengan konten videonya singkatnya- berencana untuk membuat media sosial yang juga menawarkan posting teks saja. Raksasa teknologi ini pun seakan ingin menawarkan alternatif yang sudah dijalankan oleh Twitter dalam waktu lama.

BACA JUGA:
Meta Resmi Jual Centang Biru Instagram dan Facebook Seharga Rp100 Ribu


Posting teks di TikTok akan sangat mirip dengan penawaran serupa di Threads. Dengan sekira 1,4 miliar pengguna aktif bulanan, TikTok tentu saja telah mendapat base pengguna yang besar untuk meluncurkan produk baru mereka tersebut.

Memang, dengan besarnya base pengguna maka akan sangat mudah untuk mempromosikan fitur terbaru mereka. Lihat saja Threads, yang dalam 5 hari sudah mencatatkan 100 juta pengguna. Pencapaian yang diraih Threads itu melampaui platform kecerdasan buatan ChatGPT milik OpenAI yang baru mencapai 100 juta pengguna setelah dua bulan sejak tanggal peluncurannya.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


Tetapi, berbeda dengan Meta yang meluncurkan produk tersebut terpisah dari Facebook dan Instagram, TikTok memilih untuk mengintegrasikan fitur hanya teks barunya ke dalam aplikasinya. Sehingga, mereka pun tidak perlu meluncurkan produk terpisah seperti layaknya Threads.

TikTok pun akan tetap fokus pada visual, daripada postingan teks seperti Twitter atau Threads. Hanya saja, mereka akan menambahkan latar belakang warna, musik, dan stiker ke postingan.Perusahaan milik China itu mengatakan format baru tersebut akan  memperluas ide untuk para pembuatan konten di TikTok, dan memanfaatkan  kreativitas yang terlihat dalam komentar dan postingan.

Selain Threads, platform yang lebih kecil seperti Mastodon, Bluesky,  dan Substack Notes telah muncul sebagai saingan potensial Twitter. Meski  demikian, sejauh ini tidak ada yang menjadi ancaman bagi Twitter.

Musk minggu lalu mengatakan Twitter telah kehilangan kira-kira  setengah dari pendapatan iklannya. Dia pun pada akhirnya memilih untuk  melakukan rebranding dari Twitter menjadi X, dengan harapan menarik  lebih banyak pengiklan.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola


</description><content:encoded>META memang meluncurkan Threads untuk bersaing dengan Twitter, yang sekarang sudah bernama X. Hal ini pun menunjukkan bahwa media sosial yang mengutamakan teks masih digemari banyak orang.

Berbekal itulah, TikTok -platform sosial yang terkenal dengan konten videonya singkatnya- berencana untuk membuat media sosial yang juga menawarkan posting teks saja. Raksasa teknologi ini pun seakan ingin menawarkan alternatif yang sudah dijalankan oleh Twitter dalam waktu lama.

BACA JUGA:
Meta Resmi Jual Centang Biru Instagram dan Facebook Seharga Rp100 Ribu


Posting teks di TikTok akan sangat mirip dengan penawaran serupa di Threads. Dengan sekira 1,4 miliar pengguna aktif bulanan, TikTok tentu saja telah mendapat base pengguna yang besar untuk meluncurkan produk baru mereka tersebut.

Memang, dengan besarnya base pengguna maka akan sangat mudah untuk mempromosikan fitur terbaru mereka. Lihat saja Threads, yang dalam 5 hari sudah mencatatkan 100 juta pengguna. Pencapaian yang diraih Threads itu melampaui platform kecerdasan buatan ChatGPT milik OpenAI yang baru mencapai 100 juta pengguna setelah dua bulan sejak tanggal peluncurannya.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


Tetapi, berbeda dengan Meta yang meluncurkan produk tersebut terpisah dari Facebook dan Instagram, TikTok memilih untuk mengintegrasikan fitur hanya teks barunya ke dalam aplikasinya. Sehingga, mereka pun tidak perlu meluncurkan produk terpisah seperti layaknya Threads.

TikTok pun akan tetap fokus pada visual, daripada postingan teks seperti Twitter atau Threads. Hanya saja, mereka akan menambahkan latar belakang warna, musik, dan stiker ke postingan.Perusahaan milik China itu mengatakan format baru tersebut akan  memperluas ide untuk para pembuatan konten di TikTok, dan memanfaatkan  kreativitas yang terlihat dalam komentar dan postingan.

Selain Threads, platform yang lebih kecil seperti Mastodon, Bluesky,  dan Substack Notes telah muncul sebagai saingan potensial Twitter. Meski  demikian, sejauh ini tidak ada yang menjadi ancaman bagi Twitter.

Musk minggu lalu mengatakan Twitter telah kehilangan kira-kira  setengah dari pendapatan iklannya. Dia pun pada akhirnya memilih untuk  melakukan rebranding dari Twitter menjadi X, dengan harapan menarik  lebih banyak pengiklan.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola


</content:encoded></item></channel></rss>
