<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Phishing Model Baru, Tersinggung Postingan Instagram</title><description>Pelaku kejahatan berharap saat korban terpancing dan marah maka upaya pencurian data bisa dilakukan dengan mudah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852526/waspada-phishing-model-baru-tersinggung-postingan-instagram</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852526/waspada-phishing-model-baru-tersinggung-postingan-instagram"/><item><title>Waspada Phishing Model Baru, Tersinggung Postingan Instagram</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852526/waspada-phishing-model-baru-tersinggung-postingan-instagram</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/26/54/2852526/waspada-phishing-model-baru-tersinggung-postingan-instagram</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/26/54/2852526/waspada-phishing-model-baru-tersinggung-postingan-instagram-haEdWk9sur.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Instagram. (Foto: Pixabay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/26/54/2852526/waspada-phishing-model-baru-tersinggung-postingan-instagram-haEdWk9sur.jpg</image><title>Instagram. (Foto: Pixabay)</title></images><description>PENCURIAN data dengan cara phishing yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab masih terus terjadi dan selalu menemukan cara baru.

Kali ini modus yang dilakukan pelaku kejahatan phishing adalah dengan memanfaatkan sisi emosional korban. Pelaku kejahatan berharap saat korban terpancing dan marah maka upaya pencurian data bisa dilakukan dengan mudah.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola



Metoda itu sendiri diedarkan melalui tangkapan gambar yang beredar di grup-grup WhatsApp. Dalam tangkapan gambar itu diperlihatkan bagaimana pelaku kejahatan phishing dengan mengirimkan teks yang bernada marah dan menantang.

&quot;Halo Bagas, maksud kamu apa upload foto ini di IG kamu?&quot; tulis pelaku kejahatan phishing sambil mencantumkan link khusus.

BACA JUGA:
Meta Resmi Jual Centang Biru Instagram dan Facebook Seharga Rp100 Ribu


&quot;Jujur saya tersingung sama foto ini. Kamu mau hapus atau saya bawa perkara ini ke pengadilan,&quot; sambung tulisan pelaku kejahatan phishing.

Tentunya korban yang terpancing emosinya akan penasaran untuk menekan link khusus tersebut. Padahal, seperti yang sudah-sudah, link tersebut memang dimodifikasi khusus oleh pelaku kejahatan phishing untuk mencuri data yang ada di ponsel atau perangkat elektronik.Jadi masyarakat memang perlu waspada jika tiba-tiba menerima pesan  WhatsApp yang bernada mengancam dan menyertakan link khusus dari orang  yang tidak dikenal.&quot;Jika kalian menemukan pesan seperti ini, lebih baik  langsung delete saja,&quot; imbau tangkapan gambar tersebut.

Sebelumnya aksi phishing juga sempat bikin geger masyarakat. Mulai  dari mengirimkan undangan digital, berbagi file APK dan PDF hingga  meminta menekan tombol View. Maraknya aksi phishing di Indonesia bahkan  jadi sorotan Kaspersky. Mereka mengatakan pada 2022 lalu telah terjadi  4.931.367 upaya phishing di Tanah Air.

&quot;Para ahli kami menemukan bahwa sepanjang tahun 2022 penjahat dunia  maya kembali semakin beralih ke phishing. Angka terbaru untuk Indonesia  dan Asia Tenggara membuktikan bahwa secara lokal, phishing adalah  merupakan teknik infeksi paling menjadi pilihan para penjahat siber,&quot;  ujar Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik Adrian Hia.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


</description><content:encoded>PENCURIAN data dengan cara phishing yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab masih terus terjadi dan selalu menemukan cara baru.

Kali ini modus yang dilakukan pelaku kejahatan phishing adalah dengan memanfaatkan sisi emosional korban. Pelaku kejahatan berharap saat korban terpancing dan marah maka upaya pencurian data bisa dilakukan dengan mudah.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola



Metoda itu sendiri diedarkan melalui tangkapan gambar yang beredar di grup-grup WhatsApp. Dalam tangkapan gambar itu diperlihatkan bagaimana pelaku kejahatan phishing dengan mengirimkan teks yang bernada marah dan menantang.

&quot;Halo Bagas, maksud kamu apa upload foto ini di IG kamu?&quot; tulis pelaku kejahatan phishing sambil mencantumkan link khusus.

BACA JUGA:
Meta Resmi Jual Centang Biru Instagram dan Facebook Seharga Rp100 Ribu


&quot;Jujur saya tersingung sama foto ini. Kamu mau hapus atau saya bawa perkara ini ke pengadilan,&quot; sambung tulisan pelaku kejahatan phishing.

Tentunya korban yang terpancing emosinya akan penasaran untuk menekan link khusus tersebut. Padahal, seperti yang sudah-sudah, link tersebut memang dimodifikasi khusus oleh pelaku kejahatan phishing untuk mencuri data yang ada di ponsel atau perangkat elektronik.Jadi masyarakat memang perlu waspada jika tiba-tiba menerima pesan  WhatsApp yang bernada mengancam dan menyertakan link khusus dari orang  yang tidak dikenal.&quot;Jika kalian menemukan pesan seperti ini, lebih baik  langsung delete saja,&quot; imbau tangkapan gambar tersebut.

Sebelumnya aksi phishing juga sempat bikin geger masyarakat. Mulai  dari mengirimkan undangan digital, berbagi file APK dan PDF hingga  meminta menekan tombol View. Maraknya aksi phishing di Indonesia bahkan  jadi sorotan Kaspersky. Mereka mengatakan pada 2022 lalu telah terjadi  4.931.367 upaya phishing di Tanah Air.

&quot;Para ahli kami menemukan bahwa sepanjang tahun 2022 penjahat dunia  maya kembali semakin beralih ke phishing. Angka terbaru untuk Indonesia  dan Asia Tenggara membuktikan bahwa secara lokal, phishing adalah  merupakan teknik infeksi paling menjadi pilihan para penjahat siber,&quot;  ujar Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik Adrian Hia.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


</content:encoded></item></channel></rss>
