<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Beda Virus Ransomware Lama dengan Modern</title><description>Ransomware lama hanya mengenkripsi sebuah data saja.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/25/54/2852175/begini-beda-virus-ransomware-lama-dengan-modern</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/25/54/2852175/begini-beda-virus-ransomware-lama-dengan-modern"/><item><title>Begini Beda Virus Ransomware Lama dengan Modern</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/25/54/2852175/begini-beda-virus-ransomware-lama-dengan-modern</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/25/54/2852175/begini-beda-virus-ransomware-lama-dengan-modern</guid><pubDate>Rabu 26 Juli 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/25/54/2852175/begini-beda-virus-ransomware-lama-dengan-modern-R9xNZHQXFx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ransomware. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/25/54/2852175/begini-beda-virus-ransomware-lama-dengan-modern-R9xNZHQXFx.jpg</image><title>Ilustrasi Ransomware. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>SEMAKIN canggih teknologi, maka ancaman ransomware pun semakin berbahaya. Ransomware modern memiliki tingkat ancaman yang lebih tinggi dibanding ransomware &quot;lama&quot;.

Chief Technology Officer (CTO) PT Prosperita Mitra Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan, ransomware lama hanya mengenkripsi sebuah data saja. Setelah itu, sesuai namanya sang pembuat pun akan meminta tebusan.

&quot;Kalau sekarang habis dienkripsi lalu diambil juga datanya. Kalau tidak dibayar akan disebar datanya,&quot; ujar Kukuh seperti dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
Meta Resmi Jual Centang Biru Instagram dan Facebook Seharga Rp100 Ribu


Serangan ransomware modern biasanya dioperasikan oleh manusia, membutuhkan kaki-tangan untuk membantu mendapatkan akses ke data sensitif, sehingga sulit bagi korban untuk pulih. Dengan kata lain serangan lebih tertarget.

Dalam operasinya, para pelaku ancaman menggunakan teknik pemerasan ganda, seperti double extortion hingga multiple extortion. Hal ini berarti, selain mengenkripsi data korban, para penjahat siber juga mengekstrak data sensitif dari jaringan target.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


Data yang telah dicuri kemudian dapat dipublikasikan secara daring atau dijual di web gelap, sehingga menekan korban untuk membayar uang tebusan. Serangan ini juga semakin kompleks dengan adanya kolaborasi antara beberapa kelompok pelaku kejahatan siber, terutama melalui model langganan ransomware-as-a-service (RaaS).

Dalam model ini, para pelaku yang berpengalaman menyerang target dengan imbalan beberapa layanan lain. Strategi serangan ransomware modern dinilai mempersulit sistem keamanan.Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu memberikan peta  gambaran sebuah serangan yang datang serta dilengkapi dengan kemampuan  mendeteksi ancaman pada file, termasuk virus, malware, ransomware,  trojan dan spyware seperti yang dimiliki oleh AwanPintar.id.

Solusi lainnya, yakni Safetica untuk menutup celah keamanan dari  dalam perusahaan, dari kelalaian atau niat jahat manusia. Solusi  Safetica yang merupakan perangkat lunak untuk mencegah kehilangan data  (Data Loss Prevention), membantu melindungi pengguna dari serangan  ransomware dengan memantau aliran data dalam organisasi, Seperti  informasi keuangan, data pribadi, dan kekayaan intelektual.

Safetica juga dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data  sensitif, yang membantu perusahaan menentukan data mana yang berharga  dan harus dilindungi, memfokuskan langkah-langkah keamanan di tempat  yang paling penting.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola


</description><content:encoded>SEMAKIN canggih teknologi, maka ancaman ransomware pun semakin berbahaya. Ransomware modern memiliki tingkat ancaman yang lebih tinggi dibanding ransomware &quot;lama&quot;.

Chief Technology Officer (CTO) PT Prosperita Mitra Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan, ransomware lama hanya mengenkripsi sebuah data saja. Setelah itu, sesuai namanya sang pembuat pun akan meminta tebusan.

&quot;Kalau sekarang habis dienkripsi lalu diambil juga datanya. Kalau tidak dibayar akan disebar datanya,&quot; ujar Kukuh seperti dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
Meta Resmi Jual Centang Biru Instagram dan Facebook Seharga Rp100 Ribu


Serangan ransomware modern biasanya dioperasikan oleh manusia, membutuhkan kaki-tangan untuk membantu mendapatkan akses ke data sensitif, sehingga sulit bagi korban untuk pulih. Dengan kata lain serangan lebih tertarget.

Dalam operasinya, para pelaku ancaman menggunakan teknik pemerasan ganda, seperti double extortion hingga multiple extortion. Hal ini berarti, selain mengenkripsi data korban, para penjahat siber juga mengekstrak data sensitif dari jaringan target.

BACA JUGA:
Cara Mudah Install Yandex Browser Jepang di Android


Data yang telah dicuri kemudian dapat dipublikasikan secara daring atau dijual di web gelap, sehingga menekan korban untuk membayar uang tebusan. Serangan ini juga semakin kompleks dengan adanya kolaborasi antara beberapa kelompok pelaku kejahatan siber, terutama melalui model langganan ransomware-as-a-service (RaaS).

Dalam model ini, para pelaku yang berpengalaman menyerang target dengan imbalan beberapa layanan lain. Strategi serangan ransomware modern dinilai mempersulit sistem keamanan.Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu memberikan peta  gambaran sebuah serangan yang datang serta dilengkapi dengan kemampuan  mendeteksi ancaman pada file, termasuk virus, malware, ransomware,  trojan dan spyware seperti yang dimiliki oleh AwanPintar.id.

Solusi lainnya, yakni Safetica untuk menutup celah keamanan dari  dalam perusahaan, dari kelalaian atau niat jahat manusia. Solusi  Safetica yang merupakan perangkat lunak untuk mencegah kehilangan data  (Data Loss Prevention), membantu melindungi pengguna dari serangan  ransomware dengan memantau aliran data dalam organisasi, Seperti  informasi keuangan, data pribadi, dan kekayaan intelektual.

Safetica juga dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data  sensitif, yang membantu perusahaan menentukan data mana yang berharga  dan harus dilindungi, memfokuskan langkah-langkah keamanan di tempat  yang paling penting.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola


</content:encoded></item></channel></rss>
