<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Berhasil Abadikan Fenomena Langka Gerhana Matahari Phobos, Cuma Bisa Dilihat dari Mars</title><description>Phobos tampak berada sejajar di depan Matahari hingga menghasilkan bayangan yang menyeramkan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/24/56/2851413/nasa-berhasil-abadikan-fenomena-langka-gerhana-matahari-phobos-cuma-bisa-dilihat-dari-mars</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/24/56/2851413/nasa-berhasil-abadikan-fenomena-langka-gerhana-matahari-phobos-cuma-bisa-dilihat-dari-mars"/><item><title>NASA Berhasil Abadikan Fenomena Langka Gerhana Matahari Phobos, Cuma Bisa Dilihat dari Mars</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/24/56/2851413/nasa-berhasil-abadikan-fenomena-langka-gerhana-matahari-phobos-cuma-bisa-dilihat-dari-mars</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/24/56/2851413/nasa-berhasil-abadikan-fenomena-langka-gerhana-matahari-phobos-cuma-bisa-dilihat-dari-mars</guid><pubDate>Senin 24 Juli 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/24/56/2851413/nasa-berhasil-abadikan-fenomena-langka-gerhana-matahari-phobos-cuma-bisa-dilihat-dari-mars-9DXMs7HjNj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerhana Matahari Phobos. (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/24/56/2851413/nasa-berhasil-abadikan-fenomena-langka-gerhana-matahari-phobos-cuma-bisa-dilihat-dari-mars-9DXMs7HjNj.jpg</image><title>Gerhana Matahari Phobos. (Foto: NASA)</title></images><description>FENOMENA alam gerhana Matahari Phobos memang menjadi salah satu fenomena langka yang sulit dilihat. Pasalnya, gerhana Matahari ini tidak bisa dilihat di bumi, dan hanya bisa dinikmati dari Mars.
Tapi, lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil menangkap momen langka gerhana Matahari Phobos ini. Pemandangan tersebut ditangkap oleh Rover NASA baru-baru ini. Terlihat bahwa satelit alami Mars, Phobos tampak berada sejajar di depan Matahari hingga menghasilkan bayangan yang menyeramkan.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola

Bayangan yang dihasilkan oleh Phobos membuat wujud Matahari tampak seperti berlubang tidak merata. Belum lagi warna Matahari yang begitu oranye menambah kesan angker fenomena super langka tersebut.
Nuansa mencekam tidak hanya berhenti di situ saja. NASA sendiri mengumumkan bahwa posisi Phobos semakin hari kian dekat dengan Mars dan pada waktunya akan menghantam permukaan Mars.

BACA JUGA:
Cara Mudah Memblokir Situs Yandex di Handphone 

Sebagaimana dihimpun dari IFL Sciene, NASA menyebut bahwa jarak Phobos setiap seratus tahunnya 1,8 meter lebih dekat dengan mars. Diprediksi akan menabrak Mara pada 50 juta tahun kedepan.
&quot;Phobos mendekati Mars dengan kecepatan enam kaki (1,8 meter) setiap seratus tahun. Pada kecepatan itu, ia akan menabrak Mars dalam 50 juta tahun atau pecah menjadi cincin,&quot; kata NASA dalam pernyataan resminya.Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa Phobos akan hancur. Meski  demikian, pengamatan gerhana dari permukaan Mars selama dua dekade  terakhir juga memungkinkan para ilmuwan untuk menyempurnakan pemahaman  mereka tentang Phobos.
Fenomena Phobos berbanding terbalik dengan fenomena yang dialami  Bulan Bumi. Di mana Bulan setiap tahunnya akan mrnjauh dari Bumi sekitar  3,75 cm, yang berarti bahwa di masa depan manusia tidak akan bisa  melihat Gerhana Matahari Total.
Bukan akan terlalu kecil dari sudut pandang manusia untuk menutupi  Matahari. Dikatakan sekitar 600 juta tahun dari sekarang, Bumi akan  mengalami keindahan dan drama gerhana matahari total untuk terakhir  kalinya.

BACA JUGA:
Elon Musk Ganti Logo Twitter dari Burung Biru Jadi Huruf X
</description><content:encoded>FENOMENA alam gerhana Matahari Phobos memang menjadi salah satu fenomena langka yang sulit dilihat. Pasalnya, gerhana Matahari ini tidak bisa dilihat di bumi, dan hanya bisa dinikmati dari Mars.
Tapi, lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil menangkap momen langka gerhana Matahari Phobos ini. Pemandangan tersebut ditangkap oleh Rover NASA baru-baru ini. Terlihat bahwa satelit alami Mars, Phobos tampak berada sejajar di depan Matahari hingga menghasilkan bayangan yang menyeramkan.

BACA JUGA:
Cara Kerja Semprotan Penghilang Sakit yang Kerap Dipakai Pemain Sepakbola

Bayangan yang dihasilkan oleh Phobos membuat wujud Matahari tampak seperti berlubang tidak merata. Belum lagi warna Matahari yang begitu oranye menambah kesan angker fenomena super langka tersebut.
Nuansa mencekam tidak hanya berhenti di situ saja. NASA sendiri mengumumkan bahwa posisi Phobos semakin hari kian dekat dengan Mars dan pada waktunya akan menghantam permukaan Mars.

BACA JUGA:
Cara Mudah Memblokir Situs Yandex di Handphone 

Sebagaimana dihimpun dari IFL Sciene, NASA menyebut bahwa jarak Phobos setiap seratus tahunnya 1,8 meter lebih dekat dengan mars. Diprediksi akan menabrak Mara pada 50 juta tahun kedepan.
&quot;Phobos mendekati Mars dengan kecepatan enam kaki (1,8 meter) setiap seratus tahun. Pada kecepatan itu, ia akan menabrak Mars dalam 50 juta tahun atau pecah menjadi cincin,&quot; kata NASA dalam pernyataan resminya.Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa Phobos akan hancur. Meski  demikian, pengamatan gerhana dari permukaan Mars selama dua dekade  terakhir juga memungkinkan para ilmuwan untuk menyempurnakan pemahaman  mereka tentang Phobos.
Fenomena Phobos berbanding terbalik dengan fenomena yang dialami  Bulan Bumi. Di mana Bulan setiap tahunnya akan mrnjauh dari Bumi sekitar  3,75 cm, yang berarti bahwa di masa depan manusia tidak akan bisa  melihat Gerhana Matahari Total.
Bukan akan terlalu kecil dari sudut pandang manusia untuk menutupi  Matahari. Dikatakan sekitar 600 juta tahun dari sekarang, Bumi akan  mengalami keindahan dan drama gerhana matahari total untuk terakhir  kalinya.

BACA JUGA:
Elon Musk Ganti Logo Twitter dari Burung Biru Jadi Huruf X
</content:encoded></item></channel></rss>
