<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Threads Disebut Ambil Terlalu Banyak Data Pribadi, Kok Instagram Tak Dipermasalahkan?</title><description>Data pribadi yang dikumpulkan masih sama dengan yang dikumpulkan oleh Instagram.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/21/54/2850153/threads-disebut-ambil-terlalu-banyak-data-pribadi-kok-instagram-tak-dipermasalahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/21/54/2850153/threads-disebut-ambil-terlalu-banyak-data-pribadi-kok-instagram-tak-dipermasalahkan"/><item><title>Threads Disebut Ambil Terlalu Banyak Data Pribadi, Kok Instagram Tak Dipermasalahkan?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/21/54/2850153/threads-disebut-ambil-terlalu-banyak-data-pribadi-kok-instagram-tak-dipermasalahkan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/21/54/2850153/threads-disebut-ambil-terlalu-banyak-data-pribadi-kok-instagram-tak-dipermasalahkan</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/54/2850153/threads-disebut-ambil-terlalu-banyak-data-pribadi-kok-instagram-tak-dipermasalahkan-UUN4rCuHiT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aplikasi Threads. (Foto: Thestar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/54/2850153/threads-disebut-ambil-terlalu-banyak-data-pribadi-kok-instagram-tak-dipermasalahkan-UUN4rCuHiT.jpg</image><title>Aplikasi Threads. (Foto: Thestar)</title></images><description>MEDIA sosial baru Threads disebut sejumlah pihak terlalu banyak mengambil data pribadi pengguna. Pesaing dari Twitter ini pun mendapat kritik pedas dari beberapa pihak, salah satunya mantan pemilik Twitter Jack Dorsey.

Direktur Kemitraan Kreator Asia Tenggara untuk Meta, Revie Sylviana, mengatakan sebenarnya data yang dikumpulkan oleh Threads tidak sebanyak seperti yang ramai diisukan. Bahkan, data pribadi yang dikumpulkan masih sama dengan yang dikumpulkan oleh Instagram.

BACA JUGA:
Viral Casing HP Raffi Ahmad Sudah Buluk Tapi Tak Diganti, Nagita: Mau Tahu Kenapa Gak?


Dalam sesi diskusi dengan media di Kantor Meta Indonesia di Jakarta Selatan yang berlangsung pada Jumat (21/7/2023), Revie menegaskan bahwa data pribadi pengguna yang dikumpulkan aman, hanya digunakan untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna.

&quot;Data privasi kita implementasikan sesuai Instagram. Memang kemarin ada beberapa asumsi tapi sebenarnya data yang dikumpulkan adalah data yang dicombine dan dibutuhkan oleh platform. Jadi hanya itu data yang digunakan,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Cara nonton Yandex di Google Chrome


Lebih lanjut, Revie menyarankan agar pengguna selalu melihat akses dan memilah perizinan yang diminta oleh aplikasi. Ia juga meminta para pengguna untuk selalu mengecek pengaturan dan kebijakan aplikasi, alih-alih hanya menggunakannya.

Sebelumnya, pendiri Twitter dan Bluesky, Jack Dorsey mengkritik apa yang dilakukan Threads dalam hal pengumpulan data pengguna. Aplikasi yang bsru saja diluncurkan tersebut dianggap mengumpulkan terlalu banyak data.Dalam cuitannya, Jack Dorsey memberikan alamat khusus yang berisi  informasi mengenai pengaturan aplikasi terkait data privasi. Jika dibuka  maka alamat tersebut akan membuka papan informasi mengenai data apa  saja yang bisa terkoneksi dengan aplikasi Threads.

Dikatakan Threads bisa mengoneksi beberapa data penting di antaranya  adalah Health &amp;amp; Fitness, Financial Info, Contact Info, User Content,  Browsing History, Usage Data, Diagnostic, Purchase, Location, Contacts,  Search History, Identifiers, Sensitive Info, dan Data Lainnya.

Total ada 14 data privasi yang bisa terkoneksi dengan Threads.  Kondisi ini membuat beberapa pengguna Threads khawatir. Mereka merasa  pengoneksian data privasi yang dilakukan Threads terlalu berlebihan.

BACA JUGA:
10 Hewan Ini Diam-Diam Hidup di Tubuh Manusia


</description><content:encoded>MEDIA sosial baru Threads disebut sejumlah pihak terlalu banyak mengambil data pribadi pengguna. Pesaing dari Twitter ini pun mendapat kritik pedas dari beberapa pihak, salah satunya mantan pemilik Twitter Jack Dorsey.

Direktur Kemitraan Kreator Asia Tenggara untuk Meta, Revie Sylviana, mengatakan sebenarnya data yang dikumpulkan oleh Threads tidak sebanyak seperti yang ramai diisukan. Bahkan, data pribadi yang dikumpulkan masih sama dengan yang dikumpulkan oleh Instagram.

BACA JUGA:
Viral Casing HP Raffi Ahmad Sudah Buluk Tapi Tak Diganti, Nagita: Mau Tahu Kenapa Gak?


Dalam sesi diskusi dengan media di Kantor Meta Indonesia di Jakarta Selatan yang berlangsung pada Jumat (21/7/2023), Revie menegaskan bahwa data pribadi pengguna yang dikumpulkan aman, hanya digunakan untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna.

&quot;Data privasi kita implementasikan sesuai Instagram. Memang kemarin ada beberapa asumsi tapi sebenarnya data yang dikumpulkan adalah data yang dicombine dan dibutuhkan oleh platform. Jadi hanya itu data yang digunakan,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Cara nonton Yandex di Google Chrome


Lebih lanjut, Revie menyarankan agar pengguna selalu melihat akses dan memilah perizinan yang diminta oleh aplikasi. Ia juga meminta para pengguna untuk selalu mengecek pengaturan dan kebijakan aplikasi, alih-alih hanya menggunakannya.

Sebelumnya, pendiri Twitter dan Bluesky, Jack Dorsey mengkritik apa yang dilakukan Threads dalam hal pengumpulan data pengguna. Aplikasi yang bsru saja diluncurkan tersebut dianggap mengumpulkan terlalu banyak data.Dalam cuitannya, Jack Dorsey memberikan alamat khusus yang berisi  informasi mengenai pengaturan aplikasi terkait data privasi. Jika dibuka  maka alamat tersebut akan membuka papan informasi mengenai data apa  saja yang bisa terkoneksi dengan aplikasi Threads.

Dikatakan Threads bisa mengoneksi beberapa data penting di antaranya  adalah Health &amp;amp; Fitness, Financial Info, Contact Info, User Content,  Browsing History, Usage Data, Diagnostic, Purchase, Location, Contacts,  Search History, Identifiers, Sensitive Info, dan Data Lainnya.

Total ada 14 data privasi yang bisa terkoneksi dengan Threads.  Kondisi ini membuat beberapa pengguna Threads khawatir. Mereka merasa  pengoneksian data privasi yang dilakukan Threads terlalu berlebihan.

BACA JUGA:
10 Hewan Ini Diam-Diam Hidup di Tubuh Manusia


</content:encoded></item></channel></rss>
