<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Yakin AI Buatannya Bakal Bantu Jurnalis</title><description>Google menempatkan AI sebagai alat yang dapat bertindak sebagai asisten pribadi jurnalis.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/20/54/2849653/google-yakin-ai-buatannya-bakal-bantu-jurnalis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/20/54/2849653/google-yakin-ai-buatannya-bakal-bantu-jurnalis"/><item><title>Google Yakin AI Buatannya Bakal Bantu Jurnalis</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/20/54/2849653/google-yakin-ai-buatannya-bakal-bantu-jurnalis</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/20/54/2849653/google-yakin-ai-buatannya-bakal-bantu-jurnalis</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/20/54/2849653/google-yakin-ai-buatannya-bakal-bantu-jurnalis-lOUuE2h4Ic.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/20/54/2849653/google-yakin-ai-buatannya-bakal-bantu-jurnalis-lOUuE2h4Ic.jpeg</image><title>Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</title></images><description>GOOGLE memang tengah Artificial Intelligence (AI) terbaru mereka. AI ini pun diklaim dapat membantu jurnalis menulis berita.

Raksasa teknologi itu kabarnya telah menghadirkan robot penulis berita ke organisasi media besar, termasuk The New York Times, The Washington Post, dan News Corp.

Dikenal secara internal sebagai Genesis, tooIs AI ini dapat mengambil input, seperti detail peristiwa terkini, untuk menghasilkan konten secara otomatis. Sebuah sumber mengatakan bahwa Google menempatkan AI sebagai alat yang dapat bertindak sebagai asisten pribadi jurnalis.

BACA JUGA:
Cara nonton Yandex di Google Chrome


Sebagaimana dihimpun dari Android Authority, tools AI dirancang untuk mengotomatiskan beberapa tugas jurnalis sehingga mereka dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting. Google disebut-sebut sangat yakin tools AI ini lebih kompeten daripada alat lainnya di pasaran.

Meski demikian, para eksekutif yang hadir untuk promosi perusahaan menggambarkannya sebagai hal yang meresahkan. Mereka mengatakan Google tampaknya menerima begitu saja upaya yang dilakukan oleh AI untuk melaporkan berita secara akurat dan berseni.

BACA JUGA:
Viral Casing HP Raffi Ahmad Sudah Buluk Tapi Tak Diganti, Nagita: Mau Tahu Kenapa Gak?


Sementara itu, juru bicara Google mengonfirmasi kepada The Times bahwa perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan penerbit berita, terutama penerbit kecil, untuk berpotensi menyediakan alat yang mendukung AI kepada jurnalis mereka. Mereka diharapkan dapat memberi judul dan membuat gaya bahasa sendiri.

&quot;Sederhananya, alat ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak dapat menggantikan peran penting yang dimiliki jurnalis dalam melaporkan, membuat, dan memeriksa fakta artikel mereka. Mereka dapat memberikan opsi untuk tajuk utama dan gaya penulisan lainnya,&quot; kata juru bicara Google.Perusahaan juga belum lama melontarkan tweet dan mengatakan bahwa  tujuan dihadirkannya tools AI ini adalah untuk memberi jurnalis pilihan  untuk menggunakan teknologi yang muncul ini dengan cara yang  meningkatkan pekerjaan dan produktivitas mereka, sama seperti alat bantu  di Gmail dan di Google Docs.

Untuk diketahui, tools AI sendiri sejauh ini terbukti tidak dapat  diandalkan dalam menyajikan fakta secara akurat dalam artikel.  Orisinalitas juga menjadi perhatian saat menggunakan AI untuk melaporkan  berita. Alat semacam itu sering kali menduplikasi seluruh teks dari  sumber di seluruh web.

Belum lama ini, situs teknologi CNET harus mengeluarkan koreksi untuk  lusinan artikel yang ditulis oleh AI di situs webnya, beberapa di  antaranya bahkan menyertakan bahasa yang dijiplak. Saat ini, tidak jelas  bagaimana Google akan menghindari perangkap konten buatan AI ini. Jadi  kita tunggu saja kelanjutan kabarnya.

BACA JUGA:
Mengenal J Robert Oppenheimer, Rekan Sejawat Einstein yang Ciptakan Bom Atom


</description><content:encoded>GOOGLE memang tengah Artificial Intelligence (AI) terbaru mereka. AI ini pun diklaim dapat membantu jurnalis menulis berita.

Raksasa teknologi itu kabarnya telah menghadirkan robot penulis berita ke organisasi media besar, termasuk The New York Times, The Washington Post, dan News Corp.

Dikenal secara internal sebagai Genesis, tooIs AI ini dapat mengambil input, seperti detail peristiwa terkini, untuk menghasilkan konten secara otomatis. Sebuah sumber mengatakan bahwa Google menempatkan AI sebagai alat yang dapat bertindak sebagai asisten pribadi jurnalis.

BACA JUGA:
Cara nonton Yandex di Google Chrome


Sebagaimana dihimpun dari Android Authority, tools AI dirancang untuk mengotomatiskan beberapa tugas jurnalis sehingga mereka dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting. Google disebut-sebut sangat yakin tools AI ini lebih kompeten daripada alat lainnya di pasaran.

Meski demikian, para eksekutif yang hadir untuk promosi perusahaan menggambarkannya sebagai hal yang meresahkan. Mereka mengatakan Google tampaknya menerima begitu saja upaya yang dilakukan oleh AI untuk melaporkan berita secara akurat dan berseni.

BACA JUGA:
Viral Casing HP Raffi Ahmad Sudah Buluk Tapi Tak Diganti, Nagita: Mau Tahu Kenapa Gak?


Sementara itu, juru bicara Google mengonfirmasi kepada The Times bahwa perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan penerbit berita, terutama penerbit kecil, untuk berpotensi menyediakan alat yang mendukung AI kepada jurnalis mereka. Mereka diharapkan dapat memberi judul dan membuat gaya bahasa sendiri.

&quot;Sederhananya, alat ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak dapat menggantikan peran penting yang dimiliki jurnalis dalam melaporkan, membuat, dan memeriksa fakta artikel mereka. Mereka dapat memberikan opsi untuk tajuk utama dan gaya penulisan lainnya,&quot; kata juru bicara Google.Perusahaan juga belum lama melontarkan tweet dan mengatakan bahwa  tujuan dihadirkannya tools AI ini adalah untuk memberi jurnalis pilihan  untuk menggunakan teknologi yang muncul ini dengan cara yang  meningkatkan pekerjaan dan produktivitas mereka, sama seperti alat bantu  di Gmail dan di Google Docs.

Untuk diketahui, tools AI sendiri sejauh ini terbukti tidak dapat  diandalkan dalam menyajikan fakta secara akurat dalam artikel.  Orisinalitas juga menjadi perhatian saat menggunakan AI untuk melaporkan  berita. Alat semacam itu sering kali menduplikasi seluruh teks dari  sumber di seluruh web.

Belum lama ini, situs teknologi CNET harus mengeluarkan koreksi untuk  lusinan artikel yang ditulis oleh AI di situs webnya, beberapa di  antaranya bahkan menyertakan bahasa yang dijiplak. Saat ini, tidak jelas  bagaimana Google akan menghindari perangkap konten buatan AI ini. Jadi  kita tunggu saja kelanjutan kabarnya.

BACA JUGA:
Mengenal J Robert Oppenheimer, Rekan Sejawat Einstein yang Ciptakan Bom Atom


</content:encoded></item></channel></rss>
