<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>300 Juta Data Masyarakat Indonesia Diklaim Bocor, Kominfo: Penduduk Kita Kan Cuma 275 Juta</title><description>Mereka pun akan memeriksa terkait dugaan bocornya 337 juta data kependudukan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/17/54/2847992/300-juta-data-masyarakat-indonesia-diklaim-bocor-kominfo-penduduk-kita-kan-cuma-275-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/17/54/2847992/300-juta-data-masyarakat-indonesia-diklaim-bocor-kominfo-penduduk-kita-kan-cuma-275-juta"/><item><title>300 Juta Data Masyarakat Indonesia Diklaim Bocor, Kominfo: Penduduk Kita Kan Cuma 275 Juta</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/17/54/2847992/300-juta-data-masyarakat-indonesia-diklaim-bocor-kominfo-penduduk-kita-kan-cuma-275-juta</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/17/54/2847992/300-juta-data-masyarakat-indonesia-diklaim-bocor-kominfo-penduduk-kita-kan-cuma-275-juta</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2023 21:52 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/17/54/2847992/300-juta-data-masyarakat-indonesia-diklaim-bocor-kominfo-penduduk-kita-kan-cuma-275-juta-rzyGIQ0LEN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Hacker. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/17/54/2847992/300-juta-data-masyarakat-indonesia-diklaim-bocor-kominfo-penduduk-kita-kan-cuma-275-juta-rzyGIQ0LEN.jpg</image><title>Ilustrasi Hacker. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>AKUN Twitter @DailyDarkWeb menyebut sebanyak 337 juta data kependudukan masyarakat Indonesia diperjual belikan di forum para peretas (hacker). Kasus ini pun merupakan kebocoran data yang kesekian kalinya terjadi di Indonesia.

Meski demikian, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan ada yang janggal dari klaim tersebut. Oleh karena itu, mereka pun akan memeriksa terkait dugaan bocornya 337 juta data kependudukan.

BACA JUGA:
10 Hewan Ini Diam-Diam Hidup di Tubuh Manusia


&quot;Jumlah penduduk kita kan 275 juta, itu ada 300 juta, berarti kan kelebihan, karena itu kita akan periksa seperti apa,&quot; ujar Usman seperti dilansir dari Antara.

Usman mengatakan Kemenkominfo akan memanggil pengendali data tersebut, dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

BACA JUGA:
80 Persen Lebih Video Game Jadul Berstatus Nyaris Punah


Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kemenkominfo akan terlebih dahulu mendengar laporan dari kedua pihak tersebut.

Jika nantinya ditemukan adanya kebocoran data, maka BSSN akan melakukan audit untuk mencari tahu jumlah dan data apa saja yang bocor, kemudian hasil audit tersebut akan dilaporkan ke Kemenkominfo.

&quot;Kita akan lihat kalau ada pengendalian data yang tidak baik, maka sudah diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 71 Tahun 2019 (tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik) sanksi apa yang bisa kita jatuhkan kepada pengendali data,&quot; kata dia.Sebelumnya, kasus dugaan kebocoran data itu diungkap pertama kali  oleh akun Twitter bernama pengguna @DailyDarkWeb. Dalam salah satu  unggahannya, akun itu menyebutkan sebanyak 337.225.465 baris data  kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil Kemendagri dijual di forum  para peretas (hacker).

Dalam tangkapan layar laman forum peretas yang dibagikan akun Daily  Dark Web, si peretas dengan nama akun RRR mengklaim mendapatkan 337 juta  baris data itu dari laman web resmi dukcapil.kemendagri.go.id.

Ratusan juta data itu berisikan sejumlah informasi, seperti nomor  induk kependudukan (NIK), tempat tanggal lahir, agama, status kawin,  akta cerai, nama ibu, pekerjaan, dan nomor paspor.

BACA JUGA:
Ternyata Segini Harga Casing Handphone Raffi Ahmad yang Sudah Lusuh


</description><content:encoded>AKUN Twitter @DailyDarkWeb menyebut sebanyak 337 juta data kependudukan masyarakat Indonesia diperjual belikan di forum para peretas (hacker). Kasus ini pun merupakan kebocoran data yang kesekian kalinya terjadi di Indonesia.

Meski demikian, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan ada yang janggal dari klaim tersebut. Oleh karena itu, mereka pun akan memeriksa terkait dugaan bocornya 337 juta data kependudukan.

BACA JUGA:
10 Hewan Ini Diam-Diam Hidup di Tubuh Manusia


&quot;Jumlah penduduk kita kan 275 juta, itu ada 300 juta, berarti kan kelebihan, karena itu kita akan periksa seperti apa,&quot; ujar Usman seperti dilansir dari Antara.

Usman mengatakan Kemenkominfo akan memanggil pengendali data tersebut, dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

BACA JUGA:
80 Persen Lebih Video Game Jadul Berstatus Nyaris Punah


Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kemenkominfo akan terlebih dahulu mendengar laporan dari kedua pihak tersebut.

Jika nantinya ditemukan adanya kebocoran data, maka BSSN akan melakukan audit untuk mencari tahu jumlah dan data apa saja yang bocor, kemudian hasil audit tersebut akan dilaporkan ke Kemenkominfo.

&quot;Kita akan lihat kalau ada pengendalian data yang tidak baik, maka sudah diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 71 Tahun 2019 (tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik) sanksi apa yang bisa kita jatuhkan kepada pengendali data,&quot; kata dia.Sebelumnya, kasus dugaan kebocoran data itu diungkap pertama kali  oleh akun Twitter bernama pengguna @DailyDarkWeb. Dalam salah satu  unggahannya, akun itu menyebutkan sebanyak 337.225.465 baris data  kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil Kemendagri dijual di forum  para peretas (hacker).

Dalam tangkapan layar laman forum peretas yang dibagikan akun Daily  Dark Web, si peretas dengan nama akun RRR mengklaim mendapatkan 337 juta  baris data itu dari laman web resmi dukcapil.kemendagri.go.id.

Ratusan juta data itu berisikan sejumlah informasi, seperti nomor  induk kependudukan (NIK), tempat tanggal lahir, agama, status kawin,  akta cerai, nama ibu, pekerjaan, dan nomor paspor.

BACA JUGA:
Ternyata Segini Harga Casing Handphone Raffi Ahmad yang Sudah Lusuh


</content:encoded></item></channel></rss>
