<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Spesifikasi Chandrayaan-3, Roket Milik India yang Sukses Menuju Bulan</title><description>Pesawat yang membawa robot itu sempat hancur menabrak kawah di Bulan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/54/2847340/spesifikasi-chandrayaan-3-roket-milik-india-yang-sukses-menuju-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/54/2847340/spesifikasi-chandrayaan-3-roket-milik-india-yang-sukses-menuju-bulan"/><item><title>Spesifikasi Chandrayaan-3, Roket Milik India yang Sukses Menuju Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/54/2847340/spesifikasi-chandrayaan-3-roket-milik-india-yang-sukses-menuju-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/54/2847340/spesifikasi-chandrayaan-3-roket-milik-india-yang-sukses-menuju-bulan</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2023 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/16/54/2847340/spesifikasi-chandrayaan-3-roket-milik-india-yang-sukses-menuju-bulan-or5LZL5Qbl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chandrayaan-3. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/16/54/2847340/spesifikasi-chandrayaan-3-roket-milik-india-yang-sukses-menuju-bulan-or5LZL5Qbl.jpg</image><title>Chandrayaan-3. (Foto: Reuters)</title></images><description>INDIA berhasil meluncurkan roket yang membawa pesawat Chandryan-3 menuju Bulan yang diterbangkan dari Sriharikota, pada akhir pekan kemarin. Ini sebagai upaya India untuk mengirimkan manusi kembali ke Bulan untuk pertama kali sejak 1972.

Melansir Newyorktimes, penerbangan Chandrayaan-3 merupakan misi pengulangan setelah usaha pertama India untuk menempatkan robot di Bulan empat tahun lalu gagal. Pesawat yang membawa robot itu hancur menabrak kawah di Bulan.

BACA JUGA:
Deretan Genre Game yang Paling Disukai oleh Game Z


Misi eksplorasi bulan ketiga, seperti yang direncanakan oleh Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO), dengan menggunakan pesawat antariksa Chandrayaan-3. Pesawat ini dirancang oleh ISRO untuk memamerkan keahlian India dalam pendaratan mulus di Bulan.

Melansir berbagai sumber, Chandrayaan-3 telah dibekali teknologi yang lebih canggih untuk memastikan pendaratan yang sempurna di Bulan. Empat mesin yang dapat di-tilt akan memberi daya pendaratan misi Chandrayaan-3 ISRO. Sebuah Laser Doppler Velocimeter (LDV) juga ditambahkan ke dalamnya.

BACA JUGA:
Tak Cuma Manusia, Burung Juga Bisa Bercerai Loh Gara-Gara Pergaulan Bebas


Hingga orbit Bulan mencapai 100 km, modul pendorong ini akan mendukung kombinasi pendaratan dan penjelajahan. Muatan Spectro-polarimetry of Habitable Planet Earth (SHAPE) yang ada di dalam modul pendorong memungkinkan para peneliti untuk meneliti pengamatan spektral dan polarimetri Bumi dari orbit Bulan.

Terdapat juga Langmuir Probe (LP) untuk menghitung kerapatan plasma dan perubahannya. Selain itu, ada Chandra&amp;rsquo;s Surface Thermophysical Experiment (ChaSTE) untuk mengukur konduktivitas termal dan temperatur.Lalu, Instrument for Lunar Seismic Activity (ILSA) untuk mengukur  kegempaan di sekitar lokasi pendaratan. Untuk penelitian jarak jauh  laser bulan, tersedia Laser Retroreflector Array pasif NASA.

Teknologi penjelajah seperti Spektrometer Sinar-X Partikel Alfa  (APXS) dan Spektroskopi Perincian Terinduksi Laser (LIBS) juga tersedia.  Gunanya untuk memperoleh komposisi unsur di sekitar lokasi pendaratan.

BACA JUGA:
Antimainstream Apple Tak Mau Buat Ponsel Layar Lipat, Pilih Patenkan Layar Gulung


Sementara Instrument for Lunar Seismic Activity (ILSA) mengukur  kegempaan di lokasi pendaratan, Chandra Surface Thermophysical  Experiment (ChaSTE) akan mengukur konduktivitas termal dan temperatur.

Chandrayaan-3 memakan anggaran sebesar 615 juta rupee atau setara  Rp112,4 miliaran. Rover ini akan meneliti karakteristik, seismisitas,  lingkungan plasma, dan komposisi bulan setelah diluncurkan pada tanggal  14 Juli 2023.
</description><content:encoded>INDIA berhasil meluncurkan roket yang membawa pesawat Chandryan-3 menuju Bulan yang diterbangkan dari Sriharikota, pada akhir pekan kemarin. Ini sebagai upaya India untuk mengirimkan manusi kembali ke Bulan untuk pertama kali sejak 1972.

Melansir Newyorktimes, penerbangan Chandrayaan-3 merupakan misi pengulangan setelah usaha pertama India untuk menempatkan robot di Bulan empat tahun lalu gagal. Pesawat yang membawa robot itu hancur menabrak kawah di Bulan.

BACA JUGA:
Deretan Genre Game yang Paling Disukai oleh Game Z


Misi eksplorasi bulan ketiga, seperti yang direncanakan oleh Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO), dengan menggunakan pesawat antariksa Chandrayaan-3. Pesawat ini dirancang oleh ISRO untuk memamerkan keahlian India dalam pendaratan mulus di Bulan.

Melansir berbagai sumber, Chandrayaan-3 telah dibekali teknologi yang lebih canggih untuk memastikan pendaratan yang sempurna di Bulan. Empat mesin yang dapat di-tilt akan memberi daya pendaratan misi Chandrayaan-3 ISRO. Sebuah Laser Doppler Velocimeter (LDV) juga ditambahkan ke dalamnya.

BACA JUGA:
Tak Cuma Manusia, Burung Juga Bisa Bercerai Loh Gara-Gara Pergaulan Bebas


Hingga orbit Bulan mencapai 100 km, modul pendorong ini akan mendukung kombinasi pendaratan dan penjelajahan. Muatan Spectro-polarimetry of Habitable Planet Earth (SHAPE) yang ada di dalam modul pendorong memungkinkan para peneliti untuk meneliti pengamatan spektral dan polarimetri Bumi dari orbit Bulan.

Terdapat juga Langmuir Probe (LP) untuk menghitung kerapatan plasma dan perubahannya. Selain itu, ada Chandra&amp;rsquo;s Surface Thermophysical Experiment (ChaSTE) untuk mengukur konduktivitas termal dan temperatur.Lalu, Instrument for Lunar Seismic Activity (ILSA) untuk mengukur  kegempaan di sekitar lokasi pendaratan. Untuk penelitian jarak jauh  laser bulan, tersedia Laser Retroreflector Array pasif NASA.

Teknologi penjelajah seperti Spektrometer Sinar-X Partikel Alfa  (APXS) dan Spektroskopi Perincian Terinduksi Laser (LIBS) juga tersedia.  Gunanya untuk memperoleh komposisi unsur di sekitar lokasi pendaratan.

BACA JUGA:
Antimainstream Apple Tak Mau Buat Ponsel Layar Lipat, Pilih Patenkan Layar Gulung


Sementara Instrument for Lunar Seismic Activity (ILSA) mengukur  kegempaan di lokasi pendaratan, Chandra Surface Thermophysical  Experiment (ChaSTE) akan mengukur konduktivitas termal dan temperatur.

Chandrayaan-3 memakan anggaran sebesar 615 juta rupee atau setara  Rp112,4 miliaran. Rover ini akan meneliti karakteristik, seismisitas,  lingkungan plasma, dan komposisi bulan setelah diluncurkan pada tanggal  14 Juli 2023.
</content:encoded></item></channel></rss>
