<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>80 Persen Lebih Video Game Jadul Berstatus Nyaris Punah</title><description>VGHF mendefinisikan game klasik sebagai sebagai game yang dirilis sebelum 2010.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/326/2847345/80-persen-lebih-video-game-jadul-berstatus-nyaris-punah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/326/2847345/80-persen-lebih-video-game-jadul-berstatus-nyaris-punah"/><item><title>80 Persen Lebih Video Game Jadul Berstatus Nyaris Punah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/326/2847345/80-persen-lebih-video-game-jadul-berstatus-nyaris-punah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/16/326/2847345/80-persen-lebih-video-game-jadul-berstatus-nyaris-punah</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/16/326/2847345/80-persen-lebih-video-game-jadul-berstatus-nyaris-punah-vxIR3rSIjN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Game Jadul Nyaris Punah. (Foto: Nintendo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/16/326/2847345/80-persen-lebih-video-game-jadul-berstatus-nyaris-punah-vxIR3rSIjN.jpg</image><title>Game Jadul Nyaris Punah. (Foto: Nintendo)</title></images><description>SAAT ini gaming industry memang dipenuhi dengan game-game mobile. Bahkan, beberapa perusahaan game juga membuat konsol hand held agar bisa dimainkan secara moblie.

Akibatnya, beberapa konsol game kuno pun sadah tidak lagi dimininati, apalagi adanya emulator di komputer bahkan ponsel. Emulator-emulator lama pun sudah semakin sulit ditemukan.

Video Game History Foundation dan Software Preservation Network mengadakan survei tentang ketersediaan game klasik di Amerika Serikat, hasilnya menunjukkan mayoritas game nyaris punah dari peredaran.

BACA JUGA:
Deretan Genre Game yang Paling Disukai oleh Game Z


&quot;87 persen video game klasik yang dirilis di Amerika Serikat berstatus nyaris punah,&quot; kata salah seorang direktur di VGHF Kelsey Lewin, seperti dilansir Antara dari The Verge.

VGHF mendefinisikan game klasik sebagai sebagai game yang dirilis sebelum 2010, era ketika distribusi video game ritel kebanyakan untuk konsol game rumahan. Riset itu mengambil sampel 4.000 game rilisan untuk tiga konsol di AS, yang dinilai mewakili gambaran popularitas dan komersial.

BACA JUGA:
Tak Cuma Manusia, Burung Juga Bisa Bercerai Loh Gara-Gara Pergaulan Bebas


Ketiga konsol itu adalah Commodore 64 (yang oleh VGHF dimasukkan ke dalam kategori ekosistem yang ditinggalkan), Game Boy (ekosistem yang diabaikan) dan PlayStation 2 (ekosistem aktif).

Hasil studi itu menunjukkan sekitar 80 persen game rilisan 2010 kini sudah tidak bisa diakses lagi. Dari 1.873 game yang dirilis pada konsol Nintendo Game Boy, hanya 25 game yang masih bisa dibeli.Jumlah itu menurun dari sebelumnya 155 game karena Nintendo pada  Maret lalu menutup toko virtual 3DS dan Wii U. Direktur perpustakaan di  VGHF Phil Salvador mengatakan ketika toko virtual ditutup, kebanyakan  game untuk Game Boy tidak dirilis lagi.

&quot;Sejarah video game bukan hanya soal yang paling laris. Jika kita  ingin memahami dan menghargai sejarah video game, kita butuh lebih dari  sekadar daftar game yang dinilai penerbit memiliki nilai komersial,&quot;  kata Salvador.

BACA JUGA:
Antimainstream Apple Tak Mau Buat Ponsel Layar Lipat, Pilih Patenkan Layar Gulung


Salah satu tantangan yang dihadapi pustakawan game untuk memelihara  game klasik di AS adalah aturan hak cipta yang tertuang dalam Digital  Millenium Copyright Act. Oleh karena itu, sektor warisan budaya di AS  mengajukan petisi untuk mengecualikan game dari DMCA supaya aktivitas  pelestarian game bisa berjalan.

Namun, petisi itu tidak didukung oleh industri game. Entertainment  Software Association menilai melonggarkan aturan DCMA bisa berdampak  buruk terhadap aktivitas penerbit jika suatu hari nanti mereka  mengeluarkan lagi game klasik.
</description><content:encoded>SAAT ini gaming industry memang dipenuhi dengan game-game mobile. Bahkan, beberapa perusahaan game juga membuat konsol hand held agar bisa dimainkan secara moblie.

Akibatnya, beberapa konsol game kuno pun sadah tidak lagi dimininati, apalagi adanya emulator di komputer bahkan ponsel. Emulator-emulator lama pun sudah semakin sulit ditemukan.

Video Game History Foundation dan Software Preservation Network mengadakan survei tentang ketersediaan game klasik di Amerika Serikat, hasilnya menunjukkan mayoritas game nyaris punah dari peredaran.

BACA JUGA:
Deretan Genre Game yang Paling Disukai oleh Game Z


&quot;87 persen video game klasik yang dirilis di Amerika Serikat berstatus nyaris punah,&quot; kata salah seorang direktur di VGHF Kelsey Lewin, seperti dilansir Antara dari The Verge.

VGHF mendefinisikan game klasik sebagai sebagai game yang dirilis sebelum 2010, era ketika distribusi video game ritel kebanyakan untuk konsol game rumahan. Riset itu mengambil sampel 4.000 game rilisan untuk tiga konsol di AS, yang dinilai mewakili gambaran popularitas dan komersial.

BACA JUGA:
Tak Cuma Manusia, Burung Juga Bisa Bercerai Loh Gara-Gara Pergaulan Bebas


Ketiga konsol itu adalah Commodore 64 (yang oleh VGHF dimasukkan ke dalam kategori ekosistem yang ditinggalkan), Game Boy (ekosistem yang diabaikan) dan PlayStation 2 (ekosistem aktif).

Hasil studi itu menunjukkan sekitar 80 persen game rilisan 2010 kini sudah tidak bisa diakses lagi. Dari 1.873 game yang dirilis pada konsol Nintendo Game Boy, hanya 25 game yang masih bisa dibeli.Jumlah itu menurun dari sebelumnya 155 game karena Nintendo pada  Maret lalu menutup toko virtual 3DS dan Wii U. Direktur perpustakaan di  VGHF Phil Salvador mengatakan ketika toko virtual ditutup, kebanyakan  game untuk Game Boy tidak dirilis lagi.

&quot;Sejarah video game bukan hanya soal yang paling laris. Jika kita  ingin memahami dan menghargai sejarah video game, kita butuh lebih dari  sekadar daftar game yang dinilai penerbit memiliki nilai komersial,&quot;  kata Salvador.

BACA JUGA:
Antimainstream Apple Tak Mau Buat Ponsel Layar Lipat, Pilih Patenkan Layar Gulung


Salah satu tantangan yang dihadapi pustakawan game untuk memelihara  game klasik di AS adalah aturan hak cipta yang tertuang dalam Digital  Millenium Copyright Act. Oleh karena itu, sektor warisan budaya di AS  mengajukan petisi untuk mengecualikan game dari DMCA supaya aktivitas  pelestarian game bisa berjalan.

Namun, petisi itu tidak didukung oleh industri game. Entertainment  Software Association menilai melonggarkan aturan DCMA bisa berdampak  buruk terhadap aktivitas penerbit jika suatu hari nanti mereka  mengeluarkan lagi game klasik.
</content:encoded></item></channel></rss>
