<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggapi Nikuba Dijual Rp15 Miliar, BRIN: Silahkan kalau Ada yang Mau</title><description>Meskipun telah dipresentasikan di Italia sekalipun, tidak ada yang tertarik untuk membeli alat itu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846584/tanggapi-nikuba-dijual-rp15-miliar-brin-silahkan-kalau-ada-yang-mau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846584/tanggapi-nikuba-dijual-rp15-miliar-brin-silahkan-kalau-ada-yang-mau"/><item><title>Tanggapi Nikuba Dijual Rp15 Miliar, BRIN: Silahkan kalau Ada yang Mau</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846584/tanggapi-nikuba-dijual-rp15-miliar-brin-silahkan-kalau-ada-yang-mau</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846584/tanggapi-nikuba-dijual-rp15-miliar-brin-silahkan-kalau-ada-yang-mau</guid><pubDate>Jum'at 14 Juli 2023 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/14/54/2846584/tanggapi-nikuba-dijual-rp15-miliar-brin-silahkan-kalau-ada-yang-mau-wFFjFeiTIq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aryanto Misel. (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/14/54/2846584/tanggapi-nikuba-dijual-rp15-miliar-brin-silahkan-kalau-ada-yang-mau-wFFjFeiTIq.jpg</image><title>Aryanto Misel. (Foto: Youtube)</title></images><description>NIKUBA, alat yang digadang-gadang bisa merubah air menjadi bahan bakar kendaraan bermotor memang tengah dijual oleh penemunya, Aryanto Misel. Rencanannya, teknologi tersebut pun akan dijual ke perusahaan asing.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor BRIN, Jumat (14/7/2023), Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Haznan Abimanyu mempersilakan Aryanto Misel untuk menjual temuannya kemana pun yang dikehendaki.

Ia membebebaskan keputusan pria asal Cirebon tersebut untuk menjual produknya sesuai keinginannya karena itu adalah hak Aryanto Misel sebagai penemu dan menyebut bahwa BRIN sendiri tidak ada masalah dengan keputusan itu. &quot;Silakan saja kalau mau, kalau ada yang mau,&quot; ungkap Haznan.

BACA JUGA:
Nikuba Dijual Rp15 Miliar, Ahli Konversi Energi: Di Marketplace Ada yang Jual Rp2 Juta


Lebih lanjut, Haznan menegaskan bahwa sampai saat ini faktanya belum ada yang mau membeli Nikuba karya Aryanto Misel. Meskipun telah dipresentasikan di Italia sekalipun, tidak ada yang tertarik untuk membeli alat itu. &quot;Misalnya Ferrari, kalau mau beli silakan. Tapikan kenyataannya tidak mau. Seperti di Italia kemarin, tidak ada yang mau,&quot; tambahnya.

Untuk diketahui, Sebelum Aryanto Misel mengungkapkan bahwa ia lebih memilih untuk menjual Nikuba ke perusahaan otomotif asing. Ini dilakukan karena ia mengaku sudah kecewa dengan BRIN yang disebutnya telah membantai dirinya secara habis-habisan.

Kabarnya, alat untuk menggerakkan mesin motor itu bakal dijual seharga Rp15 miliar. Namun sampai berita ini dimuat, Aryanto Misel sendiri belum mengonfirmasi apakah sudah ada pihak yang melakukan pembelian Nikuba tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?


Menurut Haznan, meskipun pihaknya memang datang ke Italia, tapi itu tidak ada kaitannya dengan Nikuba. &quot;Memang betul ada periset BRIN yang datang ke sana tapi itu berdasarkan mitra kerjasama kami yang satu sponsor,&quot; katanya.

&quot;Kami datang dengan teknologi yang berbeda, yakni motor listrik, jadi tidak ada kaitannya dengan Nikuba,&quot; jelas dia.Haznan menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan terkait Nikuba antara  periset BRIN dan Aryanto Misel. Secara tidak langsung ia menyebut  mustahil BRIN membuntuti pria asal Cirebon yang belakangan viral itu  karena sebelumnya BRIN sendiri sempat berkomunikasi dan telah menawarkan  pendampingan untuk pengujian Nikuba.

Lebih lanjut Haznan menyebut bahwa BRIN sendiri sejauh ini selalu  mendukung inovasi yang telah digagas oleh masyarakat. Bahkan menurutnya,  BRIN telah membentuk program bernama Inovasi Akar Rumput untuk mewadahi  gagasan-gagasan yang datang dari masyarakat, bahkan yang non periset.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya


Dikatakan bahwa sejauh ini sudah ada sekitar 80 gagasan yang masuk.  Salah satunya datang dari warga Kalimantan yang menggagas teknologi  energi memakai gaya gravitasi. Haznan mengungkap, pada pekan depan akan  mencoba mengundang orang tersebut untuk berdiskusi tentang temuannya.

Terkait inovasi Nikuba, Haznan mengatakan bahwa BRIN sebenarnya sejak  tahun 222 lalu sempat mendatangi Aryanto Misel untuk menawarkan  pendampingan pengujian produk Nikuba. Kala itu disampaikan bahwa BRIN  siap memfasilitasi riset dan pengujian, namun Aryanto Misel belum  berkenan.
</description><content:encoded>NIKUBA, alat yang digadang-gadang bisa merubah air menjadi bahan bakar kendaraan bermotor memang tengah dijual oleh penemunya, Aryanto Misel. Rencanannya, teknologi tersebut pun akan dijual ke perusahaan asing.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor BRIN, Jumat (14/7/2023), Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Haznan Abimanyu mempersilakan Aryanto Misel untuk menjual temuannya kemana pun yang dikehendaki.

Ia membebebaskan keputusan pria asal Cirebon tersebut untuk menjual produknya sesuai keinginannya karena itu adalah hak Aryanto Misel sebagai penemu dan menyebut bahwa BRIN sendiri tidak ada masalah dengan keputusan itu. &quot;Silakan saja kalau mau, kalau ada yang mau,&quot; ungkap Haznan.

BACA JUGA:
Nikuba Dijual Rp15 Miliar, Ahli Konversi Energi: Di Marketplace Ada yang Jual Rp2 Juta


Lebih lanjut, Haznan menegaskan bahwa sampai saat ini faktanya belum ada yang mau membeli Nikuba karya Aryanto Misel. Meskipun telah dipresentasikan di Italia sekalipun, tidak ada yang tertarik untuk membeli alat itu. &quot;Misalnya Ferrari, kalau mau beli silakan. Tapikan kenyataannya tidak mau. Seperti di Italia kemarin, tidak ada yang mau,&quot; tambahnya.

Untuk diketahui, Sebelum Aryanto Misel mengungkapkan bahwa ia lebih memilih untuk menjual Nikuba ke perusahaan otomotif asing. Ini dilakukan karena ia mengaku sudah kecewa dengan BRIN yang disebutnya telah membantai dirinya secara habis-habisan.

Kabarnya, alat untuk menggerakkan mesin motor itu bakal dijual seharga Rp15 miliar. Namun sampai berita ini dimuat, Aryanto Misel sendiri belum mengonfirmasi apakah sudah ada pihak yang melakukan pembelian Nikuba tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?


Menurut Haznan, meskipun pihaknya memang datang ke Italia, tapi itu tidak ada kaitannya dengan Nikuba. &quot;Memang betul ada periset BRIN yang datang ke sana tapi itu berdasarkan mitra kerjasama kami yang satu sponsor,&quot; katanya.

&quot;Kami datang dengan teknologi yang berbeda, yakni motor listrik, jadi tidak ada kaitannya dengan Nikuba,&quot; jelas dia.Haznan menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan terkait Nikuba antara  periset BRIN dan Aryanto Misel. Secara tidak langsung ia menyebut  mustahil BRIN membuntuti pria asal Cirebon yang belakangan viral itu  karena sebelumnya BRIN sendiri sempat berkomunikasi dan telah menawarkan  pendampingan untuk pengujian Nikuba.

Lebih lanjut Haznan menyebut bahwa BRIN sendiri sejauh ini selalu  mendukung inovasi yang telah digagas oleh masyarakat. Bahkan menurutnya,  BRIN telah membentuk program bernama Inovasi Akar Rumput untuk mewadahi  gagasan-gagasan yang datang dari masyarakat, bahkan yang non periset.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya


Dikatakan bahwa sejauh ini sudah ada sekitar 80 gagasan yang masuk.  Salah satunya datang dari warga Kalimantan yang menggagas teknologi  energi memakai gaya gravitasi. Haznan mengungkap, pada pekan depan akan  mencoba mengundang orang tersebut untuk berdiskusi tentang temuannya.

Terkait inovasi Nikuba, Haznan mengatakan bahwa BRIN sebenarnya sejak  tahun 222 lalu sempat mendatangi Aryanto Misel untuk menawarkan  pendampingan pengujian produk Nikuba. Kala itu disampaikan bahwa BRIN  siap memfasilitasi riset dan pengujian, namun Aryanto Misel belum  berkenan.
</content:encoded></item></channel></rss>
