<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencipta Nikuba Ngaku Alami Diskriminasi, BRIN: Dia yang Tak Berkenan Diuji</title><description>BRIN sama sekali tidak pernah mengucilkan pria asal Cirebon, Jawa Barat tersebut.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846573/pencipta-nikuba-ngaku-alami-diskriminasi-brin-dia-yang-tak-berkenan-diuji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846573/pencipta-nikuba-ngaku-alami-diskriminasi-brin-dia-yang-tak-berkenan-diuji"/><item><title>Pencipta Nikuba Ngaku Alami Diskriminasi, BRIN: Dia yang Tak Berkenan Diuji</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846573/pencipta-nikuba-ngaku-alami-diskriminasi-brin-dia-yang-tak-berkenan-diuji</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846573/pencipta-nikuba-ngaku-alami-diskriminasi-brin-dia-yang-tak-berkenan-diuji</guid><pubDate>Jum'at 14 Juli 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/14/54/2846573/pencipta-nikuba-ngaku-alami-diskriminasi-brin-dia-yang-tak-berkenan-diuji-hikYPVQzR5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nikuba. (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/14/54/2846573/pencipta-nikuba-ngaku-alami-diskriminasi-brin-dia-yang-tak-berkenan-diuji-hikYPVQzR5.jpg</image><title>Nikuba. (Foto: Youtube)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xLzE2ODA3MC81L3g4bWlpdnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PENEMU Nikuba Aryanto Misel menyebut mendapatkan diskriminasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait inovasi buatannya. Hal itu pun memicu kontroversi, apalagi setelah dia diminta untuk datang ke Italia.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Dadan Nugraha mengaku bingung dengan pernyataan penemu Nikuba, Aryanto Misel yang menyebut bahwa BRIN telah mengucilkan dirinya. Menurut Dadan, BRIN sama sekali tidak pernah mengucilkan pria asal Cirebon, Jawa Barat tersebut.

BACA JUGA:
Nikuba Dijual Rp15 Miliar, Ahli Konversi Energi: Di Marketplace Ada yang Jual Rp2 Juta


Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (14/7/2023), Dadan menyebut bahwa ia tidak mengetahui konteks dikucilkan yang digembar-gemborkan oleh Misel Selama ini. Dadan menyampaikan BRIN justru sejak awal telah menawarkan bantuan agar Misel bisa menjalankan riset dan pengujian yang lebih matang.

&quot;Saya tidak tahu konteksnya dikucilkan seperti apa, yang jelas kita sama sekali tidak ada pretensi untuk mengucilkan atau mengecilkan beliau. Malah kita menawarkan apa yang bisa BRIN dukung dan BRIN bantu, memfasilitasi, menyempurnakan, dan menguji produknya. Kalau beliau punya perasaan seperti itu, kami tidak paham,&quot; terang Dadan.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?


Lebih lanjut, Dadan mengatakan bahwa BRIN sejauh ini selalu mendukung inovasi yang telah digagas masyarakat. Bahkan menurutnya, BRIN telah membentuk program bernama Inovasi Akar Rumput untuk mewadahi gagasan-gagasan yang datang dari masyarakat, bahkan yang non periset.

Dikatakan bahwa sejauh ini sudah ada sekitar 80 gagasan yang masuk. Salah satunya datang dari warga Kalimantan yang menggagas teknologi energi memakai gaya gravitasi. Dadan menyebut BRIN pada pekan depan akan mencoba mengundang orang tersebut untuk berdiskusi tentang temuannya.&quot;Saya tahun 2022 juga sempat mendatangi pak Misel. Pada saat itu  pembicaraann tidak hanya Nikuba tapi juga banyak produk lain yang  dihasilkannya, termasuk alat pemadam api,&quot; jelasnya.

&quot;Kami tawarkan untuk dilakukan pengujian, BRIN siap memfasilitasi  tapi pak Misel belum berkenan. Jadi Kalau beliau punya perasaan seperti  itu kami tidak paham juga latar belakangnya seperti apa,&quot; pungkas Dadan.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya


Sebelumnya, Aryanto Misel mengaku bahwa dirinya sudah kecewa berat  dengan BRIN dan tak sungkan menyebut lebih bersedia bekerja sama dengan  perusahaan otomotif asing. Ia enggan dirangkul BRIN dan mengatakan BRIN  telah membantai dirinya secara habis-habisan.

Hal ini ia sampaikan menyusul pemberitaan dirinya yang diundang ke  Italia untuk mempresentasikan temuannya kepada perusahaan otomotif di  sana. Dengan tegas Aryanto Misel menyebut ia tidak butuh bantuan BRIN  dan tidak mau jika diajak untuk bekerja sama.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNC8xLzE2ODA3MC81L3g4bWlpdnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PENEMU Nikuba Aryanto Misel menyebut mendapatkan diskriminasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait inovasi buatannya. Hal itu pun memicu kontroversi, apalagi setelah dia diminta untuk datang ke Italia.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Dadan Nugraha mengaku bingung dengan pernyataan penemu Nikuba, Aryanto Misel yang menyebut bahwa BRIN telah mengucilkan dirinya. Menurut Dadan, BRIN sama sekali tidak pernah mengucilkan pria asal Cirebon, Jawa Barat tersebut.

BACA JUGA:
Nikuba Dijual Rp15 Miliar, Ahli Konversi Energi: Di Marketplace Ada yang Jual Rp2 Juta


Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (14/7/2023), Dadan menyebut bahwa ia tidak mengetahui konteks dikucilkan yang digembar-gemborkan oleh Misel Selama ini. Dadan menyampaikan BRIN justru sejak awal telah menawarkan bantuan agar Misel bisa menjalankan riset dan pengujian yang lebih matang.

&quot;Saya tidak tahu konteksnya dikucilkan seperti apa, yang jelas kita sama sekali tidak ada pretensi untuk mengucilkan atau mengecilkan beliau. Malah kita menawarkan apa yang bisa BRIN dukung dan BRIN bantu, memfasilitasi, menyempurnakan, dan menguji produknya. Kalau beliau punya perasaan seperti itu, kami tidak paham,&quot; terang Dadan.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?


Lebih lanjut, Dadan mengatakan bahwa BRIN sejauh ini selalu mendukung inovasi yang telah digagas masyarakat. Bahkan menurutnya, BRIN telah membentuk program bernama Inovasi Akar Rumput untuk mewadahi gagasan-gagasan yang datang dari masyarakat, bahkan yang non periset.

Dikatakan bahwa sejauh ini sudah ada sekitar 80 gagasan yang masuk. Salah satunya datang dari warga Kalimantan yang menggagas teknologi energi memakai gaya gravitasi. Dadan menyebut BRIN pada pekan depan akan mencoba mengundang orang tersebut untuk berdiskusi tentang temuannya.&quot;Saya tahun 2022 juga sempat mendatangi pak Misel. Pada saat itu  pembicaraann tidak hanya Nikuba tapi juga banyak produk lain yang  dihasilkannya, termasuk alat pemadam api,&quot; jelasnya.

&quot;Kami tawarkan untuk dilakukan pengujian, BRIN siap memfasilitasi  tapi pak Misel belum berkenan. Jadi Kalau beliau punya perasaan seperti  itu kami tidak paham juga latar belakangnya seperti apa,&quot; pungkas Dadan.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya


Sebelumnya, Aryanto Misel mengaku bahwa dirinya sudah kecewa berat  dengan BRIN dan tak sungkan menyebut lebih bersedia bekerja sama dengan  perusahaan otomotif asing. Ia enggan dirangkul BRIN dan mengatakan BRIN  telah membantai dirinya secara habis-habisan.

Hal ini ia sampaikan menyusul pemberitaan dirinya yang diundang ke  Italia untuk mempresentasikan temuannya kepada perusahaan otomotif di  sana. Dengan tegas Aryanto Misel menyebut ia tidak butuh bantuan BRIN  dan tidak mau jika diajak untuk bekerja sama.
</content:encoded></item></channel></rss>
