<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awas Beredar Threads Versi Web Buatan Hacker yang Bisa Curi Data Anda</title><description>Padahal, Threads versi web masih belum tersedia. </description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846285/awas-beredar-threads-versi-web-buatan-hacker-yang-bisa-curi-data-anda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846285/awas-beredar-threads-versi-web-buatan-hacker-yang-bisa-curi-data-anda"/><item><title>Awas Beredar Threads Versi Web Buatan Hacker yang Bisa Curi Data Anda</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846285/awas-beredar-threads-versi-web-buatan-hacker-yang-bisa-curi-data-anda</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/14/54/2846285/awas-beredar-threads-versi-web-buatan-hacker-yang-bisa-curi-data-anda</guid><pubDate>Jum'at 14 Juli 2023 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/14/54/2846285/awas-beredar-threads-versi-web-buatan-hacker-yang-bisa-curi-data-anda-hLmch31Q4U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Threads Aplikasi Pesaing Twitter. (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/14/54/2846285/awas-beredar-threads-versi-web-buatan-hacker-yang-bisa-curi-data-anda-hLmch31Q4U.jpg</image><title>Threads Aplikasi Pesaing Twitter. (Foto: Instagram)</title></images><description>MEDIA sosial baru milik Meta, Threads, memang tengah menjadi pembicaraan akhir-akhir ini. Threads buatan Mark Zuckerberg digadang-gadang akan menjadi next Twitter yang lebih nyaman untuk digunakan.
Banyak orang pun tertarik mendownload aplikasi ini karena penasaran ingin mencoba. Tidak heran, jika aplikasi ini mencatatkan rekor 100 juta pengguna hanya dalam 5 hari.
Tapi, seiring dengan maraknya pengguna Threads, muncul juga mereka yang ingin memanfaatkannya demi keuntungan pribadi. Bukan influencer, tapi para penipu online yang mengincar data Anda.
Pakar Kaspersky menemukan beberapa taktik penipuan yang digunakan penipu untuk mengeksploitasi pengguna Threads. Seperti biasa, para penipu ini akan mencoba menguras dompet Anda dengan data-data yang ada.

BACA JUGA:
Viral Logo Threads Terinspirasi dari Telinga Homer Simpson

&quot;Penipu telah menguasai seni pemanfaatan topik yang sedang tren. Dari skema penipuan hingga taktik pengumpulan data, para penipu ini berusaha keras untuk membahayakan keamanan pribadi dan finansial Anda,&quot; kata pakar keamanan Kaspersky Olga Svistunova melalui keterangan resminya, Jumat.
Penjahat siber rupanya telah mengembangkan halaman phishing yang meniru Threads versi web. Padahal, Threads versi web masih belum tersedia.
Penipu berupaya mengelabui pengguna untuk memasukkan kredensial login untuk mendapatkan informasi pribadi. Karena Threads ditautkan ke layanan Meta lainnya, pengguna juga dapat menghadapi risiko kehilangan akses ke berbagai akun media sosial, seperti Instagram dan Facebook.
Kemudian jika akun media sosial tersebut digunakan untuk berbisnis, maka penipuan semacam ini tentu berpotensi merugikan finansial karena bisnis dapat jatuh ke tangan yang salah. Selain itu, penipu juga bisa mendapatkan informasi perbankan yang digunakan untuk bisnis.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?

Penipuan lain juga melibatkan layanan fiktif yang disebut Threads Coin, yang menggoda pengguna untuk membeli koin ini menggunakan Ethereum. Namun, penting untuk dicatat bahwa satu-satunya hasil yang didapatkan pengguna adalah kerugian finansial.
Skema lain memberi pengguna kesempatan untuk menghasilkan pengikut secara gratis di jejaring sosial baru. Mereka dapat memilih 10.000, 25.000, hingga 50.000 pengikut.
Setelah opsi yang diinginkan dipilih, pengguna diminta untuk menjalani proses verifikasi manusia, yang termasuk mengirimkan SMS dan berpotensi memenangkan hadiah khusus. Namun, untuk mengklaim hadiah, pengguna diharuskan melakukan pembayaran. Pengguna pun akhirnya kehilangan uang dan tidak pernah menerima hadiah yang dijanjikan.Selain itu, skema tersebut mendorong pengguna untuk berbagi informasi  tersebut melalui SMS, yang tanpa disadari menjadi alat untuk  menyebarkan penipuan. Untuk melindungi diri penipuan tersebut, Olga  mengatakan pentingnya mengadopsi pola pikir skeptis dan meneliti  aktivitas yang mencurigakan, serta memprioritaskan langkah-langkah  keamanan di dunia maya.
&quot;Dengan tetap berhati-hati di tengah daya pikat topik trendi, kita  dapat memperkuat pertahanan diri dan menavigasi lanskap digital dengan  percaya diri,&quot; ujar Olga.
Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri  saat menjelajahi teknologi baru, antara lain berhati-hatilah saat  mengunduh perangkat lunak terutama jika dari situs web pihak ketiga.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya

Kemudian, pastikan situs web tempat Anda mengunduh perangkat lunak  adalah situs web yang sah, Cari ikon gembok di bilah alamat dan pastikan  URL situs web diawali dengan &quot;https://&quot;. Selanjutnya, gunakan kata  sandi yang kuat dan unik. Gunakan Kaspersky Password Manager untuk  mempermudah penggunaan kata sandi yang aman.
Berhati-hatilah terhadap tautan atau email mencurigakan dari sumber  yang tidak dikenal, serta gunakan solusi keamanan yang andal seperti  Kaspersky Premium yang dibekali kecerdasan terbaru untuk membantu  mendeteksi dan menghapus walware apapun yang mungkin ada di komputer  Anda.</description><content:encoded>MEDIA sosial baru milik Meta, Threads, memang tengah menjadi pembicaraan akhir-akhir ini. Threads buatan Mark Zuckerberg digadang-gadang akan menjadi next Twitter yang lebih nyaman untuk digunakan.
Banyak orang pun tertarik mendownload aplikasi ini karena penasaran ingin mencoba. Tidak heran, jika aplikasi ini mencatatkan rekor 100 juta pengguna hanya dalam 5 hari.
Tapi, seiring dengan maraknya pengguna Threads, muncul juga mereka yang ingin memanfaatkannya demi keuntungan pribadi. Bukan influencer, tapi para penipu online yang mengincar data Anda.
Pakar Kaspersky menemukan beberapa taktik penipuan yang digunakan penipu untuk mengeksploitasi pengguna Threads. Seperti biasa, para penipu ini akan mencoba menguras dompet Anda dengan data-data yang ada.

BACA JUGA:
Viral Logo Threads Terinspirasi dari Telinga Homer Simpson

&quot;Penipu telah menguasai seni pemanfaatan topik yang sedang tren. Dari skema penipuan hingga taktik pengumpulan data, para penipu ini berusaha keras untuk membahayakan keamanan pribadi dan finansial Anda,&quot; kata pakar keamanan Kaspersky Olga Svistunova melalui keterangan resminya, Jumat.
Penjahat siber rupanya telah mengembangkan halaman phishing yang meniru Threads versi web. Padahal, Threads versi web masih belum tersedia.
Penipu berupaya mengelabui pengguna untuk memasukkan kredensial login untuk mendapatkan informasi pribadi. Karena Threads ditautkan ke layanan Meta lainnya, pengguna juga dapat menghadapi risiko kehilangan akses ke berbagai akun media sosial, seperti Instagram dan Facebook.
Kemudian jika akun media sosial tersebut digunakan untuk berbisnis, maka penipuan semacam ini tentu berpotensi merugikan finansial karena bisnis dapat jatuh ke tangan yang salah. Selain itu, penipu juga bisa mendapatkan informasi perbankan yang digunakan untuk bisnis.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?

Penipuan lain juga melibatkan layanan fiktif yang disebut Threads Coin, yang menggoda pengguna untuk membeli koin ini menggunakan Ethereum. Namun, penting untuk dicatat bahwa satu-satunya hasil yang didapatkan pengguna adalah kerugian finansial.
Skema lain memberi pengguna kesempatan untuk menghasilkan pengikut secara gratis di jejaring sosial baru. Mereka dapat memilih 10.000, 25.000, hingga 50.000 pengikut.
Setelah opsi yang diinginkan dipilih, pengguna diminta untuk menjalani proses verifikasi manusia, yang termasuk mengirimkan SMS dan berpotensi memenangkan hadiah khusus. Namun, untuk mengklaim hadiah, pengguna diharuskan melakukan pembayaran. Pengguna pun akhirnya kehilangan uang dan tidak pernah menerima hadiah yang dijanjikan.Selain itu, skema tersebut mendorong pengguna untuk berbagi informasi  tersebut melalui SMS, yang tanpa disadari menjadi alat untuk  menyebarkan penipuan. Untuk melindungi diri penipuan tersebut, Olga  mengatakan pentingnya mengadopsi pola pikir skeptis dan meneliti  aktivitas yang mencurigakan, serta memprioritaskan langkah-langkah  keamanan di dunia maya.
&quot;Dengan tetap berhati-hati di tengah daya pikat topik trendi, kita  dapat memperkuat pertahanan diri dan menavigasi lanskap digital dengan  percaya diri,&quot; ujar Olga.
Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri  saat menjelajahi teknologi baru, antara lain berhati-hatilah saat  mengunduh perangkat lunak terutama jika dari situs web pihak ketiga.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya

Kemudian, pastikan situs web tempat Anda mengunduh perangkat lunak  adalah situs web yang sah, Cari ikon gembok di bilah alamat dan pastikan  URL situs web diawali dengan &quot;https://&quot;. Selanjutnya, gunakan kata  sandi yang kuat dan unik. Gunakan Kaspersky Password Manager untuk  mempermudah penggunaan kata sandi yang aman.
Berhati-hatilah terhadap tautan atau email mencurigakan dari sumber  yang tidak dikenal, serta gunakan solusi keamanan yang andal seperti  Kaspersky Premium yang dibekali kecerdasan terbaru untuk membantu  mendeteksi dan menghapus walware apapun yang mungkin ada di komputer  Anda.</content:encoded></item></channel></rss>
