<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Threads Sudah Tembus 100 Juta Pengguna dalam 5 Hari</title><description>Pada dua jam pertama, Threads telah memiliki 2 juta pengguna dan terus mengalami peningkatan stabil dalam beberapa hari berikutnya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/11/54/2844594/threads-sudah-tembus-100-juta-pengguna-dalam-5-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/11/54/2844594/threads-sudah-tembus-100-juta-pengguna-dalam-5-hari"/><item><title>Threads Sudah Tembus 100 Juta Pengguna dalam 5 Hari</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/11/54/2844594/threads-sudah-tembus-100-juta-pengguna-dalam-5-hari</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/11/54/2844594/threads-sudah-tembus-100-juta-pengguna-dalam-5-hari</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/54/2844594/threads-sudah-tembus-100-juta-pengguna-dalam-5-hari-YjrylKJCRA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aplikasi Threads. (Foto: Thestar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/54/2844594/threads-sudah-tembus-100-juta-pengguna-dalam-5-hari-YjrylKJCRA.jpg</image><title>Aplikasi Threads. (Foto: Thestar)</title></images><description>MESKIPUN memiliki sederet kontroversi, tapi media sosial baru milik Mark Zuckerberg, Threads, terbukti diminati banyak orang. Aplikasi tersebut memang digadang-gadang menjadi pesaing utama dari Twitter.
Buktinya, hanya dalam 5 hari Threads sudah menembus 100 juta pengguna. Pencapaian yang diraih Threads itu melampaui platform kecerdasan buatan ChatGPT milik OpenAI yang baru mencapai 100 juta pengguna setelah dua bulan sejak tanggal peluncurannya.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya

Menurut laporan The Verge seperti dilansir dari Antara, jumlah pengguna Threads mengalami pertumbuhan signifikan pada awal peluncurannya. Pada dua jam pertama, Threads telah memiliki 2 juta pengguna dan terus mengalami peningkatan stabil dalam beberapa hari berikutnya.
Dalam unggahannya di Threads, CEO Meta Mark Zuckerberg menulis pencapaian Threads dalam mengumpulkan 100 juta pengguna diraih karena &quot;permintaan organik&quot; meskipun perusahaan tersebut belum menggalakkan promosi terhadap platform media sosial baru tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?

Selain jumlah pengguna yang melonjak, dan dilaporkan telah terpampang 95 juta unggahan serta 190 juta reaksi &quot;likes&quot; yang dibagikan pada platform Threads.
Bos Instagram Adam Mosseri mengatakan kehadiran Threads bukan ditujukan untuk menggantikan Twitter dan dia juga tidak mendukung penyebaran unggahan terkait politik atau hard news di platform tersebut. Mosseri menyebutkan Threads merupakan wadah bagi orang-orang untuk menikmati media sosial berbasis percakapan.Sekadar informasi, setiap aplikasi yang terunduh di ponsel atau  perangkat komputer selalu punya ketentuan pengumpulan data privasi.  &quot;Semua aplikasi memang mengumpulkan data privasi dari pengguna.  Diperlukan kesadaran lebih untuk memahami kondisi itu,&quot; ujar Alex Heath  analis dari The Verge.
Total ada 14 data privasi yang bisa terkoneksi dengan Threads.  Kondisi itu memang membuat beberapa pengguna Threads khawatir. Mereka  merasa pengoneksian data privasi yang dilakukan Threads terlalu  berlebihan.
Pengumpulan data ini memang menjadi sorotan dari berbagai pihak,  salah satunya adalah pendiri Twitter dan Bluesky, Jack Dorsey. Pemilik  baru Twitter, Elon Musk bahkan ikut ambil bagian mengkritik kebijakan  yang dianggap merugikan pengguna Threads.

BACA JUGA:
Tak Punya Kelopak Mata, Bagaimana Cara Ikan Tidur?
</description><content:encoded>MESKIPUN memiliki sederet kontroversi, tapi media sosial baru milik Mark Zuckerberg, Threads, terbukti diminati banyak orang. Aplikasi tersebut memang digadang-gadang menjadi pesaing utama dari Twitter.
Buktinya, hanya dalam 5 hari Threads sudah menembus 100 juta pengguna. Pencapaian yang diraih Threads itu melampaui platform kecerdasan buatan ChatGPT milik OpenAI yang baru mencapai 100 juta pengguna setelah dua bulan sejak tanggal peluncurannya.

BACA JUGA:
Deretan Kode Rahasia Meteran Listrik PLN yang Kamu Wajib Tahu, Cuma untuk Versi Token Ya

Menurut laporan The Verge seperti dilansir dari Antara, jumlah pengguna Threads mengalami pertumbuhan signifikan pada awal peluncurannya. Pada dua jam pertama, Threads telah memiliki 2 juta pengguna dan terus mengalami peningkatan stabil dalam beberapa hari berikutnya.
Dalam unggahannya di Threads, CEO Meta Mark Zuckerberg menulis pencapaian Threads dalam mengumpulkan 100 juta pengguna diraih karena &quot;permintaan organik&quot; meskipun perusahaan tersebut belum menggalakkan promosi terhadap platform media sosial baru tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Babi Tak Bisa Menengok ke Atas?

Selain jumlah pengguna yang melonjak, dan dilaporkan telah terpampang 95 juta unggahan serta 190 juta reaksi &quot;likes&quot; yang dibagikan pada platform Threads.
Bos Instagram Adam Mosseri mengatakan kehadiran Threads bukan ditujukan untuk menggantikan Twitter dan dia juga tidak mendukung penyebaran unggahan terkait politik atau hard news di platform tersebut. Mosseri menyebutkan Threads merupakan wadah bagi orang-orang untuk menikmati media sosial berbasis percakapan.Sekadar informasi, setiap aplikasi yang terunduh di ponsel atau  perangkat komputer selalu punya ketentuan pengumpulan data privasi.  &quot;Semua aplikasi memang mengumpulkan data privasi dari pengguna.  Diperlukan kesadaran lebih untuk memahami kondisi itu,&quot; ujar Alex Heath  analis dari The Verge.
Total ada 14 data privasi yang bisa terkoneksi dengan Threads.  Kondisi itu memang membuat beberapa pengguna Threads khawatir. Mereka  merasa pengoneksian data privasi yang dilakukan Threads terlalu  berlebihan.
Pengumpulan data ini memang menjadi sorotan dari berbagai pihak,  salah satunya adalah pendiri Twitter dan Bluesky, Jack Dorsey. Pemilik  baru Twitter, Elon Musk bahkan ikut ambil bagian mengkritik kebijakan  yang dianggap merugikan pengguna Threads.

BACA JUGA:
Tak Punya Kelopak Mata, Bagaimana Cara Ikan Tidur?
</content:encoded></item></channel></rss>
