<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baru Juga Meluncur, Threads Sudah Dikritik karena Ambil Data Pengguna Berlebihan</title><description>Memang pengumpulan data wajar terjadi, tapi aplikasi ini dianggap mengumpulkan terlalu banyak data.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842487/baru-juga-meluncur-threads-sudah-dikritik-karena-ambil-data-pengguna-berlebihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842487/baru-juga-meluncur-threads-sudah-dikritik-karena-ambil-data-pengguna-berlebihan"/><item><title>Baru Juga Meluncur, Threads Sudah Dikritik karena Ambil Data Pengguna Berlebihan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842487/baru-juga-meluncur-threads-sudah-dikritik-karena-ambil-data-pengguna-berlebihan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842487/baru-juga-meluncur-threads-sudah-dikritik-karena-ambil-data-pengguna-berlebihan</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/06/54/2842487/baru-juga-meluncur-threads-sudah-dikritik-karena-ambil-data-pengguna-berlebihan-HKdba8d8PZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Threads Aplikasi Pesaing Twitter. (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/06/54/2842487/baru-juga-meluncur-threads-sudah-dikritik-karena-ambil-data-pengguna-berlebihan-HKdba8d8PZ.jpg</image><title>Threads Aplikasi Pesaing Twitter. (Foto: Instagram)</title></images><description>PLATFORM medosos baru Threads memang diklaim sebagai pesaing Twitter, bahkan menjadi pembunuh Burung Biru tersebut. Tapi, apa betul medosos tersebut membuat Twitter ditinggalkan penggunanna?

Tapi, baru juga sehari diluncurkan aplikasi ini pun mendapat kritikan tajam, lantaran upaya pengumpulan banyak data privasi dari pengguna. Memang pengumpulan data wajar terjadi, tapi aplikasi ini dianggap mengumpulkan terlalu banyak data.

Kritikan datang dari pendiri Twitter dan Bluesky, Jack Dorsey. Pemilik baru Twitter, Elon Musk bahkan ikut ambil bagian mengkritik kebijakan yang dianggap merugikan pengguna Threads.

&quot;Seluruh isi di Threads Anda adalah milik kami,&quot; tulis Jack Dorsey di akun Twitter resmi miliknya.

BACA JUGA:
Deretan Hewan Mengerikan yang Sekarang Jadi Penghuni Titanic


Dalam cuitan itu Jack Dorsey memberikan alamat husus yang berisian informasi mengenai pengaturan aplikasi terkait data privasi. Jika dibuka maka alamat tersebut akan membuka papan informasi mengenai data apa saja yang bisa terkoneksi dengan aplikasi Threads.

Dalam daftar tersebut ternyata Threads bisa mengoneksi beberapa data penting di antaranya adalah Health &amp;amp; Fitness, Financial Info, Contact Info, User Content, Browsing History, Usage Data, Diagnostic, Purchase, Location, Contacts, Search History, Identifiers, Sensitive Info, dan Data Lainnya.

Total ada 14 data privasi yang bisa terkoneksi dengan Threads. Kondisi itu memang membuat beberapa pengguna Threads khawatir. Mereka merasa pengoneksian data privasi yang dilakukan Threads terlalu berlebihan.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal


Tidak heran jika Elon Musk membenarkan kritikan yang dilayangkan Jack Dorsey. &quot;Ya,&quot; cuit Elon Musk singkat.

Sebelumnya Elon Musk bahkan sedikit satire mengkritik Meta yang benar-benar ingin memngatur segala hal yang berkaitan dengan data semua orang &quot;Syukurlah mereka (Meta) dikelola dengan sangat sempurna,&quot; ucap Elon Musk.

Pengumpulan data privasi yang ada di aplikasi sebenarnya memang bukan hal baru. Setiap aplikasi yang terunduh di ponsel atau perangkat komputer selalu punya ketentuan pengumpulan data privasi. &quot;Semua aplikasi memang mengumpulkan data privasi dari pengguna. Diperlukan kesadaran lebih untuk memahami kondisi itu,&quot; ujar Alex Heath, analis dari The Verge.Twitter memang juga melakukan pengumpulan data pribadi. Hanya saja  memang tidak sebanyak yang dilakukan Threads. Jika informasi aplikasi  Twitter dibuka, maka akan terlihat jelas beberapa data yang akan  dikumpulkan oleh Twitter setiap kali pengguna memanfaatkan sosial media  milik Elon Musk itu.

Beberapa data yang diambil adalah Purchase, Contact Info, User  Content, Browsing History, Usage Data, Location, Contacts, Search  History, Identifiers, dan Diagnostic.

BACA JUGA:
AI Google Akhirnya Jawab Perdebatan: Mana yang Lebih Baik, Android atau iPhone?


Total hanya ada 10 item data privasi yang dikumpulkan oleh Twitter.  Bahkan Twitter sangat jelas mendeskripsikan data-data yang diambil. Beda  dengan Threads yang justru memberikan beberapa kategori data privasi  yang masih sangat umum.

Misalnya kategori Data Lainnya yang tidak terlalu jelas  dideskripsikan oleh Threads. Artinya Threads punya kewenangan sepihak  mengambil data yang menurut mereka penting tanpa diketahui oleh  pengguna.

BACA JUGA:
Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda


Data-data seperti itu yang membuat Threads justru belum mendapatkan  lampu hijau untuk beredar di wilayah Uni Eropa. Pasalnya di wilayah Uni  Eropa sudah berlaku peraturan baru yakni Digital Market Act yang  melarang pengumpulan data-data privasi yang secara berlebihan oleh  aplikasi.

Seorang juru bicara Komisi Perlindungan Data Irlandia atau Ireland's  Data Protection Comission (DPC) memastikan bahwa Threads memang tidak  akan diluncurkan di Uni Eropa pada saat ini. &quot;DPC belum memblokir  aplikasi tersebut, namun regulator tidak mengedarkannya,&quot; ujar juru  bicara DPC dikutip Independent.
</description><content:encoded>PLATFORM medosos baru Threads memang diklaim sebagai pesaing Twitter, bahkan menjadi pembunuh Burung Biru tersebut. Tapi, apa betul medosos tersebut membuat Twitter ditinggalkan penggunanna?

Tapi, baru juga sehari diluncurkan aplikasi ini pun mendapat kritikan tajam, lantaran upaya pengumpulan banyak data privasi dari pengguna. Memang pengumpulan data wajar terjadi, tapi aplikasi ini dianggap mengumpulkan terlalu banyak data.

Kritikan datang dari pendiri Twitter dan Bluesky, Jack Dorsey. Pemilik baru Twitter, Elon Musk bahkan ikut ambil bagian mengkritik kebijakan yang dianggap merugikan pengguna Threads.

&quot;Seluruh isi di Threads Anda adalah milik kami,&quot; tulis Jack Dorsey di akun Twitter resmi miliknya.

BACA JUGA:
Deretan Hewan Mengerikan yang Sekarang Jadi Penghuni Titanic


Dalam cuitan itu Jack Dorsey memberikan alamat husus yang berisian informasi mengenai pengaturan aplikasi terkait data privasi. Jika dibuka maka alamat tersebut akan membuka papan informasi mengenai data apa saja yang bisa terkoneksi dengan aplikasi Threads.

Dalam daftar tersebut ternyata Threads bisa mengoneksi beberapa data penting di antaranya adalah Health &amp;amp; Fitness, Financial Info, Contact Info, User Content, Browsing History, Usage Data, Diagnostic, Purchase, Location, Contacts, Search History, Identifiers, Sensitive Info, dan Data Lainnya.

Total ada 14 data privasi yang bisa terkoneksi dengan Threads. Kondisi itu memang membuat beberapa pengguna Threads khawatir. Mereka merasa pengoneksian data privasi yang dilakukan Threads terlalu berlebihan.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal


Tidak heran jika Elon Musk membenarkan kritikan yang dilayangkan Jack Dorsey. &quot;Ya,&quot; cuit Elon Musk singkat.

Sebelumnya Elon Musk bahkan sedikit satire mengkritik Meta yang benar-benar ingin memngatur segala hal yang berkaitan dengan data semua orang &quot;Syukurlah mereka (Meta) dikelola dengan sangat sempurna,&quot; ucap Elon Musk.

Pengumpulan data privasi yang ada di aplikasi sebenarnya memang bukan hal baru. Setiap aplikasi yang terunduh di ponsel atau perangkat komputer selalu punya ketentuan pengumpulan data privasi. &quot;Semua aplikasi memang mengumpulkan data privasi dari pengguna. Diperlukan kesadaran lebih untuk memahami kondisi itu,&quot; ujar Alex Heath, analis dari The Verge.Twitter memang juga melakukan pengumpulan data pribadi. Hanya saja  memang tidak sebanyak yang dilakukan Threads. Jika informasi aplikasi  Twitter dibuka, maka akan terlihat jelas beberapa data yang akan  dikumpulkan oleh Twitter setiap kali pengguna memanfaatkan sosial media  milik Elon Musk itu.

Beberapa data yang diambil adalah Purchase, Contact Info, User  Content, Browsing History, Usage Data, Location, Contacts, Search  History, Identifiers, dan Diagnostic.

BACA JUGA:
AI Google Akhirnya Jawab Perdebatan: Mana yang Lebih Baik, Android atau iPhone?


Total hanya ada 10 item data privasi yang dikumpulkan oleh Twitter.  Bahkan Twitter sangat jelas mendeskripsikan data-data yang diambil. Beda  dengan Threads yang justru memberikan beberapa kategori data privasi  yang masih sangat umum.

Misalnya kategori Data Lainnya yang tidak terlalu jelas  dideskripsikan oleh Threads. Artinya Threads punya kewenangan sepihak  mengambil data yang menurut mereka penting tanpa diketahui oleh  pengguna.

BACA JUGA:
Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda


Data-data seperti itu yang membuat Threads justru belum mendapatkan  lampu hijau untuk beredar di wilayah Uni Eropa. Pasalnya di wilayah Uni  Eropa sudah berlaku peraturan baru yakni Digital Market Act yang  melarang pengumpulan data-data privasi yang secara berlebihan oleh  aplikasi.

Seorang juru bicara Komisi Perlindungan Data Irlandia atau Ireland's  Data Protection Comission (DPC) memastikan bahwa Threads memang tidak  akan diluncurkan di Uni Eropa pada saat ini. &quot;DPC belum memblokir  aplikasi tersebut, namun regulator tidak mengedarkannya,&quot; ujar juru  bicara DPC dikutip Independent.
</content:encoded></item></channel></rss>
