<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musik Hasil Olahan AI Kini Bisa Masuk Nominasi Grammy</title><description>Dengan syarat karya yang dibuat oleh Kecerdasan buatan ini memiliki campur tangan manusia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842414/musik-hasil-olahan-ai-kini-bisa-masuk-nominasi-grammy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842414/musik-hasil-olahan-ai-kini-bisa-masuk-nominasi-grammy"/><item><title>Musik Hasil Olahan AI Kini Bisa Masuk Nominasi Grammy</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842414/musik-hasil-olahan-ai-kini-bisa-masuk-nominasi-grammy</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842414/musik-hasil-olahan-ai-kini-bisa-masuk-nominasi-grammy</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Kiki Oktaliani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/06/54/2842414/musik-hasil-olahan-ai-kini-bisa-masuk-nominasi-grammy-y82OC7fZtO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robot Konduktor AI. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/06/54/2842414/musik-hasil-olahan-ai-kini-bisa-masuk-nominasi-grammy-y82OC7fZtO.jpg</image><title>Robot Konduktor AI. (Foto: AFP)</title></images><description>KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang bukan hanya mampu menirukan pekerjaan manusia, tapi juga berpikir sendiri meskipun masih sangat terbatas. Bahkan, AI pun bisa menciptakan paduan musik yang sangat merdu.
Oleh karena itu, Penghargaan musik bergengsi di dunia Grammy pun berencana mengizinkan musik buatan AI bisa masuk dalam penghargaan. Dengan syarat karya yang dibuat oleh Kecerdasan buatan ini memiliki campur tangan manusia.

BACA JUGA:
Apakah Semut Akan Mati Jika Jatuh dari Gedung Bertingkat?

CEO dan Presiden Recording Academy Harvey Mason Jr. baru-baru ini menjelaskan standar kelayakan yang ditetapkan untuk aturan baru, termasuk definisi tegas terkait hal yang masuk dalam kategori buatan manusia.
&amp;ldquo;AI, atau musik buatan manusia yang mengandung elemen AI, tentu memenuhi syarat untuk masuk dan dipertimbangkan untuk nominasi Grammy. Kami tidak akan memberikan nominasi Grammy pada  bagian AI itu sendiri,&amp;rdquo; kata Mason kepada Associated Press dikutip dari Rolling Stone.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal

Selama manusia berkontribusi dalam jumlah yang lebih mereka akan selalu dipertimbangkan untuk nominasi atau berkesempatan menang.  Recording Academy telah mempertimbangkan berbagai pendekatan terkait penghargaan Grammy baru-baru ini, terutama melalui penelitian dan pertemuan teknologi informasi.
Dimana hal ini membantu mereka menetapkan parameter yang lebih kuat seputar aturan baru yang berkaitan dengan kategori penampilan, penulisan lagu, dan komposisi.Misalnya, jika vokal utama sebuah rekaman dibawakan melalui program  AI, hal tersebut tidak akan memenuhi syarat dalam kategori pertunjukan  tetapi memenuhi syarat dalam kategori penulisan lagu karena di situlah  terdapat kontribusi manusia yang paling signifikan.
&amp;ldquo;Sebaliknya, jika sebuah lagu dinyanyikan oleh manusia yang  sebenarnya di studio, dan mereka melakukan semua penampilan, tetapi AI  yang menulis lirik atau lagunya, lagu tersebut tidak akan memenuhi  syarat dalam komposisi atau kategori penulisan lagu,&amp;rdquo; ujar Mason.
Menurutnya ia tak ingin jika teknologi menggantikan kreativitas  manusia. Dimana teknologi hanya menghiasi atau menambah kreativitas  manusia. Bagi Mason, penting juga untuk memperbarui peraturan pada  Grammy selama siklus penghargaan ini karena pertumbuhan AI yang pesat.

BACA JUGA:
Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda
</description><content:encoded>KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang bukan hanya mampu menirukan pekerjaan manusia, tapi juga berpikir sendiri meskipun masih sangat terbatas. Bahkan, AI pun bisa menciptakan paduan musik yang sangat merdu.
Oleh karena itu, Penghargaan musik bergengsi di dunia Grammy pun berencana mengizinkan musik buatan AI bisa masuk dalam penghargaan. Dengan syarat karya yang dibuat oleh Kecerdasan buatan ini memiliki campur tangan manusia.

BACA JUGA:
Apakah Semut Akan Mati Jika Jatuh dari Gedung Bertingkat?

CEO dan Presiden Recording Academy Harvey Mason Jr. baru-baru ini menjelaskan standar kelayakan yang ditetapkan untuk aturan baru, termasuk definisi tegas terkait hal yang masuk dalam kategori buatan manusia.
&amp;ldquo;AI, atau musik buatan manusia yang mengandung elemen AI, tentu memenuhi syarat untuk masuk dan dipertimbangkan untuk nominasi Grammy. Kami tidak akan memberikan nominasi Grammy pada  bagian AI itu sendiri,&amp;rdquo; kata Mason kepada Associated Press dikutip dari Rolling Stone.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal

Selama manusia berkontribusi dalam jumlah yang lebih mereka akan selalu dipertimbangkan untuk nominasi atau berkesempatan menang.  Recording Academy telah mempertimbangkan berbagai pendekatan terkait penghargaan Grammy baru-baru ini, terutama melalui penelitian dan pertemuan teknologi informasi.
Dimana hal ini membantu mereka menetapkan parameter yang lebih kuat seputar aturan baru yang berkaitan dengan kategori penampilan, penulisan lagu, dan komposisi.Misalnya, jika vokal utama sebuah rekaman dibawakan melalui program  AI, hal tersebut tidak akan memenuhi syarat dalam kategori pertunjukan  tetapi memenuhi syarat dalam kategori penulisan lagu karena di situlah  terdapat kontribusi manusia yang paling signifikan.
&amp;ldquo;Sebaliknya, jika sebuah lagu dinyanyikan oleh manusia yang  sebenarnya di studio, dan mereka melakukan semua penampilan, tetapi AI  yang menulis lirik atau lagunya, lagu tersebut tidak akan memenuhi  syarat dalam komposisi atau kategori penulisan lagu,&amp;rdquo; ujar Mason.
Menurutnya ia tak ingin jika teknologi menggantikan kreativitas  manusia. Dimana teknologi hanya menghiasi atau menambah kreativitas  manusia. Bagi Mason, penting juga untuk memperbarui peraturan pada  Grammy selama siklus penghargaan ini karena pertumbuhan AI yang pesat.

BACA JUGA:
Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda
</content:encoded></item></channel></rss>
