<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda</title><description>Sebanyak 34 juta data paspor masyarakat Indonesia dilaporkan bocor di dark web.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842209/kominfo-respons-34-juta-data-paspor-indonesia-yang-dijual-di-dark-web-datanya-berbeda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842209/kominfo-respons-34-juta-data-paspor-indonesia-yang-dijual-di-dark-web-datanya-berbeda"/><item><title>Kominfo Respons 34 Juta Data Paspor Indonesia yang Dijual di Dark web: Datanya Berbeda</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842209/kominfo-respons-34-juta-data-paspor-indonesia-yang-dijual-di-dark-web-datanya-berbeda</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/06/54/2842209/kominfo-respons-34-juta-data-paspor-indonesia-yang-dijual-di-dark-web-datanya-berbeda</guid><pubDate>Kamis 06 Juli 2023 00:43 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/06/54/2842209/kominfo-respons-34-juta-data-paspor-indonesia-yang-dijual-di-dark-web-datanya-berbeda-gTtX8niyb6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paspor Indonesia. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/06/54/2842209/kominfo-respons-34-juta-data-paspor-indonesia-yang-dijual-di-dark-web-datanya-berbeda-gTtX8niyb6.jpg</image><title>Paspor Indonesia. (Foto: Okezone)</title></images><description>SEBANYAK 34 juta data paspor masyarakat Indonesia dilaporkan bocor dan dijual di dark web. Data yang bocor mencakup data pribadi mulai dari nomor paspor hingga jenis kelamin.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mengkaji kasus kebocoran data paspor WNI yang bocor di dark web. Menurutnya, tidak ada kecocokan antara data tersebut dengan data yang ada di Pusat Data Nasional.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong mengatakan pihaknya bersama tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Imigrasi sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan. Temuan lebih lanjut akan dikabarkan secepatnya.

BACA JUGA:
34 Juta Data Paspor Penduduk Indonesia Dijual di Dark Web, Harganya Rp150 Juta



&quot;Tim (Kominfo, BSSN dan Imigrasi) masih meneliti hal ini. Hasil sementara: ada perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan yang beredar. Tim masih melakukan penelusuran,&quot; ungkap Usman saat dihubungi MNC Portal.

Untuk diketahui, sebanyak 34 juta data paspor masyarakat Indonesia dilaporkan bocor di dark web. Kabar ini pertama kali diungkap oleh pengamat ruang digital Teguh Aprianto, yang mana data-data tersebut disebut dijual bebas di situs gelap dengan harga yang murah.

BACA JUGA:
Apakah Semut Akan Mati Jika Jatuh dari Gedung Bertingkat?


Dalam postingannya di Twitter, Teguh memaparkan bahwa data yang bocor dijual seharga USD10 ribu atau setara Rp 150 jutaan. Adapun data yang bocor mencakup nomor paspor, tanggal berlaku paspor, nama lengkap, tanggal lahir, hingga jenis kelamin.

Tersemat juga informasi bahwa data yang bocor dijual dalam format CSV. Adapun ukuran data keseluruhan mencapai 4GB dengan keterangan tambahan menyebut data berhasil dibocorkan pada bulan Juli 2023 atau baru saja terjadi.&quot;Buat yang udah pada punya paspor, selamat karena 34 juta data paspor  baru aja dibocorkan &amp;amp; diperjualbelikan. Di portal tersebut pelaku  juga memberikan sampel sebanyak 1 juta data,&quot; cuit Teguh di Twitternya  dengan akun @secgron.

Lapoan Teguh ini pun berhasil mendapat sorotan dari netizen  Indonesia. Kebanyakan netizen menyayangkan maraknya kasus kebocoran data  yang terjadi di Indonesia belakang ini. Tidak sedikit dari mereka yang  bahkan menyalahkan Pemerintah atas kejadian ini.

BACA JUGA:
Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama


&quot;Ternyata beneran negara open source, mana datanya cuman dijual 150jt lagi,&quot; cuit salah satu netizen.

&quot;Serem ya. Bocor-bocor data uda dari kapan tauk tapi sampai hari  masih aja bocor. Ini beneran ga tau cara atasinnya apa gmna ya,&quot; ungkap  yang lainnya.

&quot;Apa yang diharapin sih mas dari kementrian dan instansi pemerintahan  yang merekrut pegawainya dengan tes wawasan kebangsaan bukan tes  keahlian. ah sudahlah,&quot; cetus netizen lain.
</description><content:encoded>SEBANYAK 34 juta data paspor masyarakat Indonesia dilaporkan bocor dan dijual di dark web. Data yang bocor mencakup data pribadi mulai dari nomor paspor hingga jenis kelamin.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mengkaji kasus kebocoran data paspor WNI yang bocor di dark web. Menurutnya, tidak ada kecocokan antara data tersebut dengan data yang ada di Pusat Data Nasional.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Usman Kansong mengatakan pihaknya bersama tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Imigrasi sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan. Temuan lebih lanjut akan dikabarkan secepatnya.

BACA JUGA:
34 Juta Data Paspor Penduduk Indonesia Dijual di Dark Web, Harganya Rp150 Juta



&quot;Tim (Kominfo, BSSN dan Imigrasi) masih meneliti hal ini. Hasil sementara: ada perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dengan yang beredar. Tim masih melakukan penelusuran,&quot; ungkap Usman saat dihubungi MNC Portal.

Untuk diketahui, sebanyak 34 juta data paspor masyarakat Indonesia dilaporkan bocor di dark web. Kabar ini pertama kali diungkap oleh pengamat ruang digital Teguh Aprianto, yang mana data-data tersebut disebut dijual bebas di situs gelap dengan harga yang murah.

BACA JUGA:
Apakah Semut Akan Mati Jika Jatuh dari Gedung Bertingkat?


Dalam postingannya di Twitter, Teguh memaparkan bahwa data yang bocor dijual seharga USD10 ribu atau setara Rp 150 jutaan. Adapun data yang bocor mencakup nomor paspor, tanggal berlaku paspor, nama lengkap, tanggal lahir, hingga jenis kelamin.

Tersemat juga informasi bahwa data yang bocor dijual dalam format CSV. Adapun ukuran data keseluruhan mencapai 4GB dengan keterangan tambahan menyebut data berhasil dibocorkan pada bulan Juli 2023 atau baru saja terjadi.&quot;Buat yang udah pada punya paspor, selamat karena 34 juta data paspor  baru aja dibocorkan &amp;amp; diperjualbelikan. Di portal tersebut pelaku  juga memberikan sampel sebanyak 1 juta data,&quot; cuit Teguh di Twitternya  dengan akun @secgron.

Lapoan Teguh ini pun berhasil mendapat sorotan dari netizen  Indonesia. Kebanyakan netizen menyayangkan maraknya kasus kebocoran data  yang terjadi di Indonesia belakang ini. Tidak sedikit dari mereka yang  bahkan menyalahkan Pemerintah atas kejadian ini.

BACA JUGA:
Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama


&quot;Ternyata beneran negara open source, mana datanya cuman dijual 150jt lagi,&quot; cuit salah satu netizen.

&quot;Serem ya. Bocor-bocor data uda dari kapan tauk tapi sampai hari  masih aja bocor. Ini beneran ga tau cara atasinnya apa gmna ya,&quot; ungkap  yang lainnya.

&quot;Apa yang diharapin sih mas dari kementrian dan instansi pemerintahan  yang merekrut pegawainya dengan tes wawasan kebangsaan bukan tes  keahlian. ah sudahlah,&quot; cetus netizen lain.
</content:encoded></item></channel></rss>
