<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apakah Semut Akan Mati Jika Jatuh dari Gedung Bertingkat?</title><description>Pernahkah Anda berpikir apakah semut mati jika terjatuh dari gedung bertingkat?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/04/56/2841318/apakah-semut-akan-mati-jika-jatuh-dari-gedung-bertingkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/04/56/2841318/apakah-semut-akan-mati-jika-jatuh-dari-gedung-bertingkat"/><item><title>Apakah Semut Akan Mati Jika Jatuh dari Gedung Bertingkat?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/04/56/2841318/apakah-semut-akan-mati-jika-jatuh-dari-gedung-bertingkat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/04/56/2841318/apakah-semut-akan-mati-jika-jatuh-dari-gedung-bertingkat</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2023 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Raden Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/04/56/2841318/apakah-semut-akan-mati-jika-jatuh-dari-gedung-bertingkat-3kepVxW5Ow.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Semut. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/04/56/2841318/apakah-semut-akan-mati-jika-jatuh-dari-gedung-bertingkat-3kepVxW5Ow.jpg</image><title>Ilustrasi Semut. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>BADAN semut yang kecil memang membuat mereka lebih mudah terbang ketika terkena angin kencang. Tapi, pernahkah Anda berpikir apakah semut mati jika terjatuh dari gedung bertingkat?

Hal itu mungkin masih menjadi pertanyaan banyak orang. Ada yang percaya akan hal tersebut, dan juga mungkin ada yang tidak. Mengenai hal itu, ada beberapa alasan dan fakta menarik yang menjelaskan bahwa semut tidak akan mati bila terjatuh dari gedung bertingkat. Hal pertama yaitu karena kecepatan terminal.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal


Karena semut memiliki tubuh yang kecil dan sangat ringan, risiko untuk menderita kerusakan saat menyentuh tanah sangat kecil. Hal itu lantaran semua benda ketika jatuh dari udara, memiliki kecepatan terminal yang bergantung pada ukuran, bentuk dan massanya.

Seperti yang dilansir dari laman The Verge, menurut departemen fisika di University of Illinois, kecepatan terminal semut sekitar 6,4 km/jam. Hal itu jauh berbeda dengan kecepatan terminal manusia yaitu 200 km/jam.

BACA JUGA:
AI Google Akhirnya Jawab Perdebatan: Mana yang Lebih Baik, Android atau iPhone?


Bagi seekor tikus atau hewan lain yang lebih kecil, praktis hal itu tidak berbahaya. Contohnya, kamu bisa menjatuhkan tikus ke lubang tambang yang dalam, ketika tiba di bawah tikus tersebut hana terkejut dan pergi, asalkan tanahnya cukup lunak.

Untuk hambatan yang ditimbulkan oleh gerakan di udara sebanding dengan permukaan benda yang bergerak. Dari mulai panjang, lebar, dan tinggi hewan masing-masing dengan sepuluh. Kemudian beratnya berkurang menjadi seperseribu, namun permukaanya hanya seperseratus. Jadi, Resistensi jatuh dalam kasus hewan relatif kecil sepuluh kali lebih besar dari kekuatan pendorong.Sementara itu, sebuah acara TV Jerman menyimpulkan bahwa semut tidak  akan mati karena tarikan udara. Tapi, mereka tidak mengatakan apapun  tentang tekanan.

Kemudian, menurut Michael Kaspari selaku ahli ekologi di Universitas  Oklahoma yang sudah mempelajari kemampuan manuver semut tak bersayap di  udara, dia menemukan bahwa ketika semut dihadapkan dengan predator  mereka akan melompat ke udara dari dahan tinggi dengan menggunakan kaki  mereka untuk bermanuver di udara, lalu meluncur ke arah batang pohon.

BACA JUGA:
Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama


Saat ditanya mengenai apakah semut akan mati bila jatuh dari  ketinggian, Kaspari menjelaskan bahwa semut bisa menangani sedikit  perubahan udara.

Kaspari juga memberikan contoh, bahwa ketika melempar semut api ke  dalam ruang hampa udara yang dalam, semut bisa menjadi 'Arnold  Schwarzenegger di Total Recall' atau sangat kuat. Jadi Kaspari  menyimpulkan bahwa semut sangat tangguh dalam menghadapi kesulitan.
</description><content:encoded>BADAN semut yang kecil memang membuat mereka lebih mudah terbang ketika terkena angin kencang. Tapi, pernahkah Anda berpikir apakah semut mati jika terjatuh dari gedung bertingkat?

Hal itu mungkin masih menjadi pertanyaan banyak orang. Ada yang percaya akan hal tersebut, dan juga mungkin ada yang tidak. Mengenai hal itu, ada beberapa alasan dan fakta menarik yang menjelaskan bahwa semut tidak akan mati bila terjatuh dari gedung bertingkat. Hal pertama yaitu karena kecepatan terminal.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal


Karena semut memiliki tubuh yang kecil dan sangat ringan, risiko untuk menderita kerusakan saat menyentuh tanah sangat kecil. Hal itu lantaran semua benda ketika jatuh dari udara, memiliki kecepatan terminal yang bergantung pada ukuran, bentuk dan massanya.

Seperti yang dilansir dari laman The Verge, menurut departemen fisika di University of Illinois, kecepatan terminal semut sekitar 6,4 km/jam. Hal itu jauh berbeda dengan kecepatan terminal manusia yaitu 200 km/jam.

BACA JUGA:
AI Google Akhirnya Jawab Perdebatan: Mana yang Lebih Baik, Android atau iPhone?


Bagi seekor tikus atau hewan lain yang lebih kecil, praktis hal itu tidak berbahaya. Contohnya, kamu bisa menjatuhkan tikus ke lubang tambang yang dalam, ketika tiba di bawah tikus tersebut hana terkejut dan pergi, asalkan tanahnya cukup lunak.

Untuk hambatan yang ditimbulkan oleh gerakan di udara sebanding dengan permukaan benda yang bergerak. Dari mulai panjang, lebar, dan tinggi hewan masing-masing dengan sepuluh. Kemudian beratnya berkurang menjadi seperseribu, namun permukaanya hanya seperseratus. Jadi, Resistensi jatuh dalam kasus hewan relatif kecil sepuluh kali lebih besar dari kekuatan pendorong.Sementara itu, sebuah acara TV Jerman menyimpulkan bahwa semut tidak  akan mati karena tarikan udara. Tapi, mereka tidak mengatakan apapun  tentang tekanan.

Kemudian, menurut Michael Kaspari selaku ahli ekologi di Universitas  Oklahoma yang sudah mempelajari kemampuan manuver semut tak bersayap di  udara, dia menemukan bahwa ketika semut dihadapkan dengan predator  mereka akan melompat ke udara dari dahan tinggi dengan menggunakan kaki  mereka untuk bermanuver di udara, lalu meluncur ke arah batang pohon.

BACA JUGA:
Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama


Saat ditanya mengenai apakah semut akan mati bila jatuh dari  ketinggian, Kaspari menjelaskan bahwa semut bisa menangani sedikit  perubahan udara.

Kaspari juga memberikan contoh, bahwa ketika melempar semut api ke  dalam ruang hampa udara yang dalam, semut bisa menjadi 'Arnold  Schwarzenegger di Total Recall' atau sangat kuat. Jadi Kaspari  menyimpulkan bahwa semut sangat tangguh dalam menghadapi kesulitan.
</content:encoded></item></channel></rss>
