<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penelitian Terbaru Sebut Perubahan Iklim Sebabkan Otak Manusia Menyusut!</title><description>Tidak tanggung-tanggung, yang terpengaruh adalah otak kita.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/03/56/2840742/penelitian-terbaru-sebut-perubahan-iklim-sebabkan-otak-manusia-menyusut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/03/56/2840742/penelitian-terbaru-sebut-perubahan-iklim-sebabkan-otak-manusia-menyusut"/><item><title>Penelitian Terbaru Sebut Perubahan Iklim Sebabkan Otak Manusia Menyusut!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/03/56/2840742/penelitian-terbaru-sebut-perubahan-iklim-sebabkan-otak-manusia-menyusut</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/03/56/2840742/penelitian-terbaru-sebut-perubahan-iklim-sebabkan-otak-manusia-menyusut</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2023 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/03/56/2840742/penelitian-terbaru-sebut-perubahan-iklim-sebabkan-otak-manusia-menyusut-GuHGgdRS69.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Otak Manusia. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/03/56/2840742/penelitian-terbaru-sebut-perubahan-iklim-sebabkan-otak-manusia-menyusut-GuHGgdRS69.jpeg</image><title>Ilustrasi Otak Manusia. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PERUBAHAN iklim memang menyebabkan manusia terpaksa beradaptasi dengan lingkungan. Salah satunya adalah cuaca panas yang ekstrem, bahkan Bumi akan memecahkan rekor suhu rata-rata terpanas pada 2023-2024.
Tapi ternyata bukan hanya cuaca saja yang berubah karena perubahan iklim, tapi juga pada fisik manusia. Tidak tanggung-tanggung, yang terpengaruh adalah otak kita.
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan kognitif, Jeff Morgan Stibel dari Museum Sejarah Alam di California mengungkap adanya hubungan antara perubahan iklim dan penyusutan ukuran otak manusia. Dikatakan bahwa hubungan antar keduanya sangat lah besar.

BACA JUGA:
Deretan Hewan Mengerikan yang Sekarang Jadi Penghuni Titanic

Morgan menyebut ada respons adaptif yang muncul dalam analisis catatan iklim dan sisa-sisa manusia selama periode 50.000 tahun. Menurutnya, ini akan menambah pemahaman umat manusia tentang bagaimana kita bisa berubah karena adanya tekanan lingkungan.
Morgan melihat bagaimana ukuran otak dari 298 spesimen Homo berubah selama 50.000 tahun terakhir dalam kaitannya dengan peningkatan suhu global. Ketika iklim menjadi lebih hangat, rata-rata ukuran otak menyusut jauh lebih kecil daripada saat iklim lebih dingin.
Morgan sendiri memperoleh data tentang ukuran tengkorak dari sepuluh sumber terbitan terpisah, dengan total 373 pengukuran dari 298 tulang manusia selama 50.000 tahun. Dia memasukkan perkiraan ukuran tubuh yang disesuaikan dengan wilayah geografis dan jenis kelamin untuk memperkirakan ukuran otak.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal

Fosil-fosil tersebut dikelompokkan berdasarkan berapa lama mereka hidup, dan Morgan melakukan penelitiannya menggunakan empat rentang usia fosil yang berbeda yaitu 100 tahun, 5.000 tahun, 10.000 tahun, dan 15.000 tahun untuk membantu menjelaskan kesalahan penanggalan.
Morgan membandingkan ukuran otak dengan empat catatan iklim, termasuk data suhu dari European Project for Ice Coring in Antarctica (EPICA) Dome C. Inti es di EPICA Dome C memberikan pengukuran suhu permukaan yang akurat selama lebih dari 800.000 tahun.Analisis yang dilakukan menunjukkan pola umum perubahan ukuran otak  pada Homo, yang berkorelasi dengan perubahan iklim saat suhu naik dan  turun. Manusia mengalami penurunan yang cukup besar dalam ukuran otak  rata-rata, sebesar lebih dari 10,7 persen, selama periode pemanasan  Holosen.
&quot;Mengingat tren pemanasan global baru-baru ini, sangat penting untuk  memahami dampak perubahan iklim, jika ada, pada ukuran otak manusia dan  pada akhirnya perilaku manusia,&quot; kata Morgan seperti dikutip dari  Science Alert.

BACA JUGA:
AI Google Akhirnya Jawab Perdebatan: Mana yang Lebih Baik, Android atau iPhone?

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tingkat kelembapan dan curah hujan  juga berpengaruh pada pertumbuhan otak. Dari pola evolusi ini  menunjukkan bahwa pemanasan global yang sedang berlangsung dapat  berdampak buruk pada kognisi manusia.
&amp;ldquo;Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan iklim memprediksi ukuran otak  Homo, dan perubahan evolusioner tertentu pada otak mungkin merupakan  respons terhadap tekanan lingkungan. Diperlukan lebih banyak penelitian  untuk menentukan apakah dampak perubahan iklim pada fisiologi Homo  merupakan hasil khusus dari perubahan suhu atau efek tidak langsung dari  elemen lain dari lingkungan yang berubah,&quot;, tutupnya.</description><content:encoded>PERUBAHAN iklim memang menyebabkan manusia terpaksa beradaptasi dengan lingkungan. Salah satunya adalah cuaca panas yang ekstrem, bahkan Bumi akan memecahkan rekor suhu rata-rata terpanas pada 2023-2024.
Tapi ternyata bukan hanya cuaca saja yang berubah karena perubahan iklim, tapi juga pada fisik manusia. Tidak tanggung-tanggung, yang terpengaruh adalah otak kita.
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan kognitif, Jeff Morgan Stibel dari Museum Sejarah Alam di California mengungkap adanya hubungan antara perubahan iklim dan penyusutan ukuran otak manusia. Dikatakan bahwa hubungan antar keduanya sangat lah besar.

BACA JUGA:
Deretan Hewan Mengerikan yang Sekarang Jadi Penghuni Titanic

Morgan menyebut ada respons adaptif yang muncul dalam analisis catatan iklim dan sisa-sisa manusia selama periode 50.000 tahun. Menurutnya, ini akan menambah pemahaman umat manusia tentang bagaimana kita bisa berubah karena adanya tekanan lingkungan.
Morgan melihat bagaimana ukuran otak dari 298 spesimen Homo berubah selama 50.000 tahun terakhir dalam kaitannya dengan peningkatan suhu global. Ketika iklim menjadi lebih hangat, rata-rata ukuran otak menyusut jauh lebih kecil daripada saat iklim lebih dingin.
Morgan sendiri memperoleh data tentang ukuran tengkorak dari sepuluh sumber terbitan terpisah, dengan total 373 pengukuran dari 298 tulang manusia selama 50.000 tahun. Dia memasukkan perkiraan ukuran tubuh yang disesuaikan dengan wilayah geografis dan jenis kelamin untuk memperkirakan ukuran otak.

BACA JUGA:
Bobot iPhone 15 Pro Bakal 40% Lebih Ringan, Harganya Tentu Saja Jadi Lebih Mahal

Fosil-fosil tersebut dikelompokkan berdasarkan berapa lama mereka hidup, dan Morgan melakukan penelitiannya menggunakan empat rentang usia fosil yang berbeda yaitu 100 tahun, 5.000 tahun, 10.000 tahun, dan 15.000 tahun untuk membantu menjelaskan kesalahan penanggalan.
Morgan membandingkan ukuran otak dengan empat catatan iklim, termasuk data suhu dari European Project for Ice Coring in Antarctica (EPICA) Dome C. Inti es di EPICA Dome C memberikan pengukuran suhu permukaan yang akurat selama lebih dari 800.000 tahun.Analisis yang dilakukan menunjukkan pola umum perubahan ukuran otak  pada Homo, yang berkorelasi dengan perubahan iklim saat suhu naik dan  turun. Manusia mengalami penurunan yang cukup besar dalam ukuran otak  rata-rata, sebesar lebih dari 10,7 persen, selama periode pemanasan  Holosen.
&quot;Mengingat tren pemanasan global baru-baru ini, sangat penting untuk  memahami dampak perubahan iklim, jika ada, pada ukuran otak manusia dan  pada akhirnya perilaku manusia,&quot; kata Morgan seperti dikutip dari  Science Alert.

BACA JUGA:
AI Google Akhirnya Jawab Perdebatan: Mana yang Lebih Baik, Android atau iPhone?

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tingkat kelembapan dan curah hujan  juga berpengaruh pada pertumbuhan otak. Dari pola evolusi ini  menunjukkan bahwa pemanasan global yang sedang berlangsung dapat  berdampak buruk pada kognisi manusia.
&amp;ldquo;Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan iklim memprediksi ukuran otak  Homo, dan perubahan evolusioner tertentu pada otak mungkin merupakan  respons terhadap tekanan lingkungan. Diperlukan lebih banyak penelitian  untuk menentukan apakah dampak perubahan iklim pada fisiologi Homo  merupakan hasil khusus dari perubahan suhu atau efek tidak langsung dari  elemen lain dari lingkungan yang berubah,&quot;, tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
