<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Bakal Kembangkan AI Mirip ChatGPT untuk Bantu Astronot</title><description>Teknologi ini juga diharapkan bisa untuk mengelola berbagai sistem saat tidak digunakan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839804/nasa-bakal-kembangkan-ai-mirip-chatgpt-untuk-bantu-astronot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839804/nasa-bakal-kembangkan-ai-mirip-chatgpt-untuk-bantu-astronot"/><item><title>NASA Bakal Kembangkan AI Mirip ChatGPT untuk Bantu Astronot</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839804/nasa-bakal-kembangkan-ai-mirip-chatgpt-untuk-bantu-astronot</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839804/nasa-bakal-kembangkan-ai-mirip-chatgpt-untuk-bantu-astronot</guid><pubDate>Minggu 02 Juli 2023 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/01/54/2839804/nasa-bakal-kembangkan-ai-mirip-chatgpt-untuk-bantu-astronot-JP49zYsBeq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">NASA. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/01/54/2839804/nasa-bakal-kembangkan-ai-mirip-chatgpt-untuk-bantu-astronot-JP49zYsBeq.jpg</image><title>NASA. (Foto: Reuters)</title></images><description>KECERDASAN buatan atau Artificial Inteligence (AI) memang telah membuka banyak kemungkinan baru bagi para ilmuwan. AI pun mempermudah segala tugas yang tadinya harus dilakukan oleh manusia, salah satunya adalah misi antariksa.

Lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) dikabarkan tengah mengembangkan sistem yang mirip ChatGPT untuk mempermudah para astronot menjalankan misi luar angkasa. Teknologi ini bisa menyajikan anatarmuka bahasa alami yang memungkinkan astronot untuk mencari masukan tentang eksperimen atau bermanuver tanpa harus menggunakan kendali manual.

BACA JUGA:
Apa Itu Grimace Shake yang Lagi Viral di TikTok?


Dihimpun dari Engadget, teknologi ini juga diharapkan bisa untuk mengelola berbagai sistem saat tidak digunakan, termasuk operasi otonom dari muatan sains, prioritas transmisi data, operasi otonom, manajemen kesehatan Gateway dan banyak lagi.

&quot;Idenya adalah untuk mencapai titik di mana kita melakukan interaksi percakapan dengan kendaraan luar angkasa dan mereka [sedang] berbicara kembali kepada kita saat waspada, temuan menarik yang mereka lihat di tata surya dan sekitarnya,&quot; kata Dr. Larissa Suzuki.

BACA JUGA:
Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama


&quot;Ini benar-benar tidak seperti fiksi ilmiah lagi,&quot; ujarnya menambahkan.

NASA sendiri saat ini memiliki tujuan untuk menyebarkan sistem di Lunar Gateway, sebuah stasiun ruang angkasa yang akan mengorbit Bulan dan memberikan dukungan untuk misi Artemis NASA.Pada halaman khusus yang meminta dukungan bisnis kecil untuk Lunar  Gateway, NASA menulis bahwa akan membutuhkan teknologi AI dan  pembelajaran mesin untuk mengelola berbagai sistem saat tidak digunakan.

Misalnya, Suzuki menguraikan skenario di mana sistem akan secara  otomatis memperbaiki gangguan dan inefisiensi transmisi data, bersama  dengan jenis pemadaman digital lainnya.

&quot;Kami tidak dapat mengirim seorang insinyur ke luar angkasa setiap  kali kendaraan luar angkasa offline atau perangkat lunaknya rusak,&quot;  katanya.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


</description><content:encoded>KECERDASAN buatan atau Artificial Inteligence (AI) memang telah membuka banyak kemungkinan baru bagi para ilmuwan. AI pun mempermudah segala tugas yang tadinya harus dilakukan oleh manusia, salah satunya adalah misi antariksa.

Lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) dikabarkan tengah mengembangkan sistem yang mirip ChatGPT untuk mempermudah para astronot menjalankan misi luar angkasa. Teknologi ini bisa menyajikan anatarmuka bahasa alami yang memungkinkan astronot untuk mencari masukan tentang eksperimen atau bermanuver tanpa harus menggunakan kendali manual.

BACA JUGA:
Apa Itu Grimace Shake yang Lagi Viral di TikTok?


Dihimpun dari Engadget, teknologi ini juga diharapkan bisa untuk mengelola berbagai sistem saat tidak digunakan, termasuk operasi otonom dari muatan sains, prioritas transmisi data, operasi otonom, manajemen kesehatan Gateway dan banyak lagi.

&quot;Idenya adalah untuk mencapai titik di mana kita melakukan interaksi percakapan dengan kendaraan luar angkasa dan mereka [sedang] berbicara kembali kepada kita saat waspada, temuan menarik yang mereka lihat di tata surya dan sekitarnya,&quot; kata Dr. Larissa Suzuki.

BACA JUGA:
Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama


&quot;Ini benar-benar tidak seperti fiksi ilmiah lagi,&quot; ujarnya menambahkan.

NASA sendiri saat ini memiliki tujuan untuk menyebarkan sistem di Lunar Gateway, sebuah stasiun ruang angkasa yang akan mengorbit Bulan dan memberikan dukungan untuk misi Artemis NASA.Pada halaman khusus yang meminta dukungan bisnis kecil untuk Lunar  Gateway, NASA menulis bahwa akan membutuhkan teknologi AI dan  pembelajaran mesin untuk mengelola berbagai sistem saat tidak digunakan.

Misalnya, Suzuki menguraikan skenario di mana sistem akan secara  otomatis memperbaiki gangguan dan inefisiensi transmisi data, bersama  dengan jenis pemadaman digital lainnya.

&quot;Kami tidak dapat mengirim seorang insinyur ke luar angkasa setiap  kali kendaraan luar angkasa offline atau perangkat lunaknya rusak,&quot;  katanya.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


</content:encoded></item></channel></rss>
