<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama</title><description>Rencana ini memang sudah dikembangkan lebih dari satu dekade.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839620/virgin-galactic-sukses-luncurkan-penerbangan-komersial-ke-luar-angkasa-pertama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839620/virgin-galactic-sukses-luncurkan-penerbangan-komersial-ke-luar-angkasa-pertama"/><item><title>Virgin Galactic Sukses Luncurkan Penerbangan Komersial ke Luar Angkasa Pertama</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839620/virgin-galactic-sukses-luncurkan-penerbangan-komersial-ke-luar-angkasa-pertama</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/07/01/54/2839620/virgin-galactic-sukses-luncurkan-penerbangan-komersial-ke-luar-angkasa-pertama</guid><pubDate>Sabtu 01 Juli 2023 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/01/54/2839620/virgin-galactic-sukses-luncurkan-penerbangan-komersial-ke-luar-angkasa-pertama-xdBOqJZebZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virgin Galactic. (Foto: Virgin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/01/54/2839620/virgin-galactic-sukses-luncurkan-penerbangan-komersial-ke-luar-angkasa-pertama-xdBOqJZebZ.jpg</image><title>Virgin Galactic. (Foto: Virgin)</title></images><description>WISATA ke luar angkasa memang bukan lagi sekadar wacana, sudah beberapa perusahaan berhasil menerbangkan roket komersial mereka untuk wisata luar angka. Nah, baru-baru ini Virgin Galactic, perusahaan pesawat luar angkasa dari Inggris, berhasil menyelesaikan penerbangan luar angkasa komersial pertama mereka.

Dengan nama misi Galactic01, Virgin Galactic memastikan keberhasilan penerbangan luar angkasa perdananya setelah meluncurkan pesawatnya bernama VSS Unity dari kapal induk VMS Eve dan berhasil mencapai ketinggian sekitar 52 mil yang merupakan tepi angkasa. Seperti dilansir Antara dari laman Endgadget, rencana ini memang sudah dikembangkan lebih dari satu dekade.

BACA JUGA:
Apa Itu Grimace Shake yang Lagi Viral di TikTok?


Pesawat itu kembali ke bumi hampir 15 menit kemudian di pangkalan perusahaan Spaceport America dekat Truth or Consequences, New Mexico, Amerika Serikat. Klien pertama Virgin Galactic tersebut ialah Pemerintah Italia, yang bertujuan melakukan penelitian gaya berat mikro.

Para awak yang ikut dalam penerbangan luar angkasa itu di antaranya Kolonel Angkatan Udara Italia Walter Villadei, letnan Angkatan Udara dan ahli bedah penerbangan Kolonel Angelo Landolfi, dan seorang anggota dewan penelitian yang bertindak sebagai insinyur penerbangan dan spesialis muatan Pantaleone Carlucci.

Pesawat luar angkasa VSS Unity dipiloti oleh pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Udara AS Michael Masucci dan Nicola Pecile, dengan pelatih Virgin Galactic Colin Bennett juga ikut di dalamnya.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Sebelum penerbangan komersial, Virgin Galactic telah melakukan total lima penerbangan luar angkasa berawak, yang terakhir pada akhir Mei dengan empat karyawan di dalamnya. Namun, perusahaan telah mengalami banyak kesulitan untuk sampai ke titik itu.

Setelah beberapa tes sukses pesawat luar angkasa SpaceShipTwo di atas kapal induk WhiteKnightTwo pada 2013, VSS Enterprise milik Virgin Galactic justru malah mengalami bencana dengan jatuh pada 2014 menewaskan kopilot dan melukai pilot secara serius.Kemudian Virgin Galactic kembali melakukan pengujian penerbangan  dengan uji luncur VSS Unity pada 2016, dan kapal akhirnya berhasil  mencapai luar angkasa di 2018.

Penerbangan luar angkasa berawak penuh pertama perusahaan terjadi  pada 2021, ketika Unity mencapai ketinggian 53,4 mil dengan pendiri  Richard Branson di dalamnya. Namun, layanan penerbangan komersialnya  sempat tertunda beberapa kali karena berbagai alasan, terakhir karena  masalah terkait kapal induk VMS Eve.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


Selain Virgin Galactic, sebenarnya sudah ada perusahaan lain yang  menawarkan penerbangan luar angkasa secara komersial salah satunya Blue  Origin dari Amerika Serikat. Perusahaan yang dimiliki oleh pendiri  Amazon.com itu mulai menawarkan penerbangan ke luar angkasa komersial  perdananya pada 2018.

Ada juga perusahaan besutan Elon Musk yaitu SpaceX yang menawarkan  pengalaman berbeda. Dengan roket Falcon 1 dan kapsul Crew Dragon-nya  SpaceX membawa pelanggan ke orbit yang sebenarnya. SpaceX bahkan telah  menerbangkan awak pribadi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam  misi 10 hari, dilaporkan dengan biaya USD55 juta.
</description><content:encoded>WISATA ke luar angkasa memang bukan lagi sekadar wacana, sudah beberapa perusahaan berhasil menerbangkan roket komersial mereka untuk wisata luar angka. Nah, baru-baru ini Virgin Galactic, perusahaan pesawat luar angkasa dari Inggris, berhasil menyelesaikan penerbangan luar angkasa komersial pertama mereka.

Dengan nama misi Galactic01, Virgin Galactic memastikan keberhasilan penerbangan luar angkasa perdananya setelah meluncurkan pesawatnya bernama VSS Unity dari kapal induk VMS Eve dan berhasil mencapai ketinggian sekitar 52 mil yang merupakan tepi angkasa. Seperti dilansir Antara dari laman Endgadget, rencana ini memang sudah dikembangkan lebih dari satu dekade.

BACA JUGA:
Apa Itu Grimace Shake yang Lagi Viral di TikTok?


Pesawat itu kembali ke bumi hampir 15 menit kemudian di pangkalan perusahaan Spaceport America dekat Truth or Consequences, New Mexico, Amerika Serikat. Klien pertama Virgin Galactic tersebut ialah Pemerintah Italia, yang bertujuan melakukan penelitian gaya berat mikro.

Para awak yang ikut dalam penerbangan luar angkasa itu di antaranya Kolonel Angkatan Udara Italia Walter Villadei, letnan Angkatan Udara dan ahli bedah penerbangan Kolonel Angelo Landolfi, dan seorang anggota dewan penelitian yang bertindak sebagai insinyur penerbangan dan spesialis muatan Pantaleone Carlucci.

Pesawat luar angkasa VSS Unity dipiloti oleh pensiunan Letnan Kolonel Angkatan Udara AS Michael Masucci dan Nicola Pecile, dengan pelatih Virgin Galactic Colin Bennett juga ikut di dalamnya.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Sebelum penerbangan komersial, Virgin Galactic telah melakukan total lima penerbangan luar angkasa berawak, yang terakhir pada akhir Mei dengan empat karyawan di dalamnya. Namun, perusahaan telah mengalami banyak kesulitan untuk sampai ke titik itu.

Setelah beberapa tes sukses pesawat luar angkasa SpaceShipTwo di atas kapal induk WhiteKnightTwo pada 2013, VSS Enterprise milik Virgin Galactic justru malah mengalami bencana dengan jatuh pada 2014 menewaskan kopilot dan melukai pilot secara serius.Kemudian Virgin Galactic kembali melakukan pengujian penerbangan  dengan uji luncur VSS Unity pada 2016, dan kapal akhirnya berhasil  mencapai luar angkasa di 2018.

Penerbangan luar angkasa berawak penuh pertama perusahaan terjadi  pada 2021, ketika Unity mencapai ketinggian 53,4 mil dengan pendiri  Richard Branson di dalamnya. Namun, layanan penerbangan komersialnya  sempat tertunda beberapa kali karena berbagai alasan, terakhir karena  masalah terkait kapal induk VMS Eve.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


Selain Virgin Galactic, sebenarnya sudah ada perusahaan lain yang  menawarkan penerbangan luar angkasa secara komersial salah satunya Blue  Origin dari Amerika Serikat. Perusahaan yang dimiliki oleh pendiri  Amazon.com itu mulai menawarkan penerbangan ke luar angkasa komersial  perdananya pada 2018.

Ada juga perusahaan besutan Elon Musk yaitu SpaceX yang menawarkan  pengalaman berbeda. Dengan roket Falcon 1 dan kapsul Crew Dragon-nya  SpaceX membawa pelanggan ke orbit yang sebenarnya. SpaceX bahkan telah  menerbangkan awak pribadi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam  misi 10 hari, dilaporkan dengan biaya USD55 juta.
</content:encoded></item></channel></rss>
