<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Induk Google Bakal Kembangkan Internet Berbasis Laser, untuk Apa?</title><description>Alphabet pun menggaet penyedia telekomunikasi Bharti Airtel.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/30/54/2839380/perusahaan-induk-google-bakal-kembangkan-internet-berbasis-laser-untuk-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/30/54/2839380/perusahaan-induk-google-bakal-kembangkan-internet-berbasis-laser-untuk-apa"/><item><title>Perusahaan Induk Google Bakal Kembangkan Internet Berbasis Laser, untuk Apa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/30/54/2839380/perusahaan-induk-google-bakal-kembangkan-internet-berbasis-laser-untuk-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/30/54/2839380/perusahaan-induk-google-bakal-kembangkan-internet-berbasis-laser-untuk-apa</guid><pubDate>Jum'at 30 Juni 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/30/54/2839380/perusahaan-induk-google-bakal-kembangkan-internet-berbasis-laser-untuk-apa-xfDQbMaz1e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Induk Google Aplhabet. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/30/54/2839380/perusahaan-induk-google-bakal-kembangkan-internet-berbasis-laser-untuk-apa-xfDQbMaz1e.jpg</image><title>Induk Google Aplhabet. (Foto: Freepik)</title></images><description>MESKIPUN saat ini dunia tengah dihebohkan dengan kecerdasan buatan alias artificial Intelligence (AI), tapi faktanya masih ada daerah yang belum tercover dengan internet. Hal inilah yang sebenarnya harus diperhatikan sebelum membuat mempromosikan kecerdasan buatan.

Oleh karena itu, induk perusahaan Google, Alphabet, berencana untuk memperluas akses internet ke daerah terpencil dan kurang terlayani. Raksasa teknologi itu berencana menggunakan teknologi laser untuk mengembangkan internet tersebut.

Sebagaimana dihimpun dari Ubergizmo, misi ambisius ini akan dilangsungkan lewat proyek bernama Taata yang saat ini konsepnya terus digodok di dalam X (laboratorium inovasi terkenal Alphabet).

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Sebenarnya ini bukanlah proyek terbaru, melainkan sudah dicanangkan sejak tahun 2016 setelah upaya sebelumnya dengan balon stratosfer terbukti mahal dan menghadapi tantangan yang signifikan.

Di bawah bimbingan Mahesh Krishnaswamy, Taara telah membuat langkah luar biasa dalam memanfaatkan teknologi laser untuk akses internet. Dalam menjalankannya, Alphabet menggaet penyedia telekomunikasi Bharti Airtel.

Saat ini proyek Taara sedang mempersiapkan penerapan skala besar dari pendekatan inovatifnya itu sementara spesifikasi finansial dari kemitraan ini tetap dirahasiakan, mengingat potensi dampaknya cukup besar.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


Krishnaswamy membayangkan menyediakan akses internet hemat biaya untuk konsumen akhir, memastikan keterjangkauan dengan meminimalkan pengeluaran dolar per gigabyte.

Untuk mencapai hal ini, Taara menggunakan perangkat berbasis laser yang ringkas, ukurannya sebanding dengan lampu lalu lintas, untuk mengirimkan data secara nirkabel, menghilangkan kebutuhan akan kabel serat optik tradisional.Teknologi transformatif ini memungkinkan perusahaan seperti Bharti  Airtel membangun infrastruktur komunikasi yang andal di medan terpencil  dan menantang.

Randeep Sekhon, Chief Technology Officer Bharti Airtel, percaya  dampak Taara melampaui daerah terpencil, dengan potensi untuk merevolusi  konektivitas internet di perkotaan.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?


Dengan mengirimkan data antar gedung, Taara menawarkan alternatif  yang hemat biaya untuk proses penggelaran kabel serat optik yang rumit.  Sekhon membayangkan pendekatan ini sebagai kekuatan pengganggu dalam  industri.

Alphabet telah menunjukkan komitmennya untuk menggapai misi ambisius  ini dengan menggelontorkan $10 miliar untuk investasi dan membeli saham  senilai $700 juta di Bharti Airtel. Sayang belum diketahui kapan  teknologi laser itu bisa dinikmati di lingkuo yang lebih luas.
</description><content:encoded>MESKIPUN saat ini dunia tengah dihebohkan dengan kecerdasan buatan alias artificial Intelligence (AI), tapi faktanya masih ada daerah yang belum tercover dengan internet. Hal inilah yang sebenarnya harus diperhatikan sebelum membuat mempromosikan kecerdasan buatan.

Oleh karena itu, induk perusahaan Google, Alphabet, berencana untuk memperluas akses internet ke daerah terpencil dan kurang terlayani. Raksasa teknologi itu berencana menggunakan teknologi laser untuk mengembangkan internet tersebut.

Sebagaimana dihimpun dari Ubergizmo, misi ambisius ini akan dilangsungkan lewat proyek bernama Taata yang saat ini konsepnya terus digodok di dalam X (laboratorium inovasi terkenal Alphabet).

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Sebenarnya ini bukanlah proyek terbaru, melainkan sudah dicanangkan sejak tahun 2016 setelah upaya sebelumnya dengan balon stratosfer terbukti mahal dan menghadapi tantangan yang signifikan.

Di bawah bimbingan Mahesh Krishnaswamy, Taara telah membuat langkah luar biasa dalam memanfaatkan teknologi laser untuk akses internet. Dalam menjalankannya, Alphabet menggaet penyedia telekomunikasi Bharti Airtel.

Saat ini proyek Taara sedang mempersiapkan penerapan skala besar dari pendekatan inovatifnya itu sementara spesifikasi finansial dari kemitraan ini tetap dirahasiakan, mengingat potensi dampaknya cukup besar.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


Krishnaswamy membayangkan menyediakan akses internet hemat biaya untuk konsumen akhir, memastikan keterjangkauan dengan meminimalkan pengeluaran dolar per gigabyte.

Untuk mencapai hal ini, Taara menggunakan perangkat berbasis laser yang ringkas, ukurannya sebanding dengan lampu lalu lintas, untuk mengirimkan data secara nirkabel, menghilangkan kebutuhan akan kabel serat optik tradisional.Teknologi transformatif ini memungkinkan perusahaan seperti Bharti  Airtel membangun infrastruktur komunikasi yang andal di medan terpencil  dan menantang.

Randeep Sekhon, Chief Technology Officer Bharti Airtel, percaya  dampak Taara melampaui daerah terpencil, dengan potensi untuk merevolusi  konektivitas internet di perkotaan.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?


Dengan mengirimkan data antar gedung, Taara menawarkan alternatif  yang hemat biaya untuk proses penggelaran kabel serat optik yang rumit.  Sekhon membayangkan pendekatan ini sebagai kekuatan pengganggu dalam  industri.

Alphabet telah menunjukkan komitmennya untuk menggapai misi ambisius  ini dengan menggelontorkan $10 miliar untuk investasi dan membeli saham  senilai $700 juta di Bharti Airtel. Sayang belum diketahui kapan  teknologi laser itu bisa dinikmati di lingkuo yang lebih luas.
</content:encoded></item></channel></rss>
