<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Twitter Kerap Jadi Tempat untuk Umbar Revenge Porn</title><description></description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/29/54/2838846/twitter-kerap-jadi-tempat-untuk-umbar-revenge-porn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/29/54/2838846/twitter-kerap-jadi-tempat-untuk-umbar-revenge-porn"/><item><title>Twitter Kerap Jadi Tempat untuk Umbar Revenge Porn</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/29/54/2838846/twitter-kerap-jadi-tempat-untuk-umbar-revenge-porn</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/29/54/2838846/twitter-kerap-jadi-tempat-untuk-umbar-revenge-porn</guid><pubDate>Kamis 29 Juni 2023 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/29/54/2838846/twitter-kerap-jadi-tempat-untuk-umbar-revenge-porn-A3257JfyCG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Twitter. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/29/54/2838846/twitter-kerap-jadi-tempat-untuk-umbar-revenge-porn-A3257JfyCG.jpg</image><title>Twitter. (Foto: Reuters)</title></images><description>KASUS revenge porn di Indonesia kembali menjadi perhatian publik tanah air. Setelah sebelumnya ada artis yang menjadi korban revenge porn, kini mahasiswa Pandegelang menjadi korban praktek kejahatan revenge porn ini.
Pakar keamanan data pribadi Ibnu Dwi Cahyo menjelaskan bahwa kasus revenge porn yang muncul di publik ini adalah fenomena gunung es, kasus lain sebenarnya sangat banyak sekali, terutama bila kita melihat media sosial seperti Twitter.
&amp;ldquo;Revenge porn ini adalah tindakan melawan hukum dengan menyebarkan konten asusila disertai dengan ancaman dalam beberapa kasus. Umumnya revenge porn terjadi oleh mantan pasangan,&quot; kata dia dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda

&quot;Bila melihat di Twitter memang sebagian besar konten revenge porn ini disebar oleh pasangan yang belum menikah atau oleh orang lain yang memperoleh konten dengan cara tertentu, misalnya menaruh kamera tersembunyi untuk mendapatkan konten asusila tersebut,&amp;rdquo; tambahnya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Pertama soal bagaimana pelaku revenge porn ini mendapatkan konten, kedua bagaimana mereka menyebarkan bahkan melakukan ancaman dan ketiga bagaimana negara harus merespon revenge porn yang bukan tidak mungkin akan menjadi tren di masyarakat.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?

&amp;ldquo;Soal bagaimana pelaku mendapatkan konten untuk revenge porn ini pastinya banyak cara. Bila pelaku dan korban awalnya adalah punya hubungan khusus, maka biasanya pelaku lebih mudah mendapatkan konten untuk revenge porn ini. Karena itu sangat penting edukasi sejak dini soal keamanan siber salah satunya materi terkait jangan bugil di depan kamera,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia melanjutkan, tanpa edukasi di lembaga pendidikan formal, maka kemungkinan masyarakat menjadi korban revenge porn akan semakin besar. Yang perlu digarisbawahi adalah semua bisa menjadi korban baik laki-laki maupun wanita. Umumnya para pelaku ini melakukan social engineering meyakinkan korban untuk bersedia entah difoto, divideo atau korban diminta mengirimkan konten privasi tersebut.&amp;ldquo;Saat pelaku ini sudah mendapatkan konten yang mereka inginkan,  sarana media sosial memang biasanya dijadikan ancaman kepada korban,  dengan berbagai tujuan. Ada yang bermotif ekonomi, motif lain seperti  meminta dilayani hasrat seksualnya, dengan ancaman bila ditolak maka  akan tersebar di media sosial,&quot; ungkapnya.
&quot;Ini jelas sudah melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1 dan 4, dimana  pelaku tidak hanya mendistribusikan konten asusila disertai dengan  ancaman kepada korban,&amp;rdquo; terang pria yang juga aktif sebagai advokat ini.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?

Bagi korban, sekali konten revenge porn ini naik ke media sosial,  akan sulit untuk benar-benar hilang dari dunia maya, karena persebaran  konten tersebut sudah diluar kontrol semua pihak. Yang bisa dilakukan  adalah negara lewat kominfo hadir menertibkan berbagai akun medsos  terutama di twitter yang menyebarkan konten revenge porn dengan massif.
&amp;ldquo;Bila kita lihat di Twitter, konten revenge porn begitu banyak,  bahkan dimanfaatkan oleh banyak pihak dengan membuka langganan berbayar  lewat telegram. Dari sini aparat bisa menelusuri juga para pelaku  revenge porn. karena biasanya akun di Twitter ini mendapatkan konten  setelah menerima DM atau pesan inboks dari pelaku,&quot; jelas dia.
&quot;Parahnya lagi, para korban yang ingin dihapus kontennya dari sebuah  akun bukan tidak mungkin akan dimintai sejumlah uang, padahal kontennya  masih akan tetap ada oleh akun lainnya,&amp;rdquo; terangnya.</description><content:encoded>KASUS revenge porn di Indonesia kembali menjadi perhatian publik tanah air. Setelah sebelumnya ada artis yang menjadi korban revenge porn, kini mahasiswa Pandegelang menjadi korban praktek kejahatan revenge porn ini.
Pakar keamanan data pribadi Ibnu Dwi Cahyo menjelaskan bahwa kasus revenge porn yang muncul di publik ini adalah fenomena gunung es, kasus lain sebenarnya sangat banyak sekali, terutama bila kita melihat media sosial seperti Twitter.
&amp;ldquo;Revenge porn ini adalah tindakan melawan hukum dengan menyebarkan konten asusila disertai dengan ancaman dalam beberapa kasus. Umumnya revenge porn terjadi oleh mantan pasangan,&quot; kata dia dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda

&quot;Bila melihat di Twitter memang sebagian besar konten revenge porn ini disebar oleh pasangan yang belum menikah atau oleh orang lain yang memperoleh konten dengan cara tertentu, misalnya menaruh kamera tersembunyi untuk mendapatkan konten asusila tersebut,&amp;rdquo; tambahnya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Pertama soal bagaimana pelaku revenge porn ini mendapatkan konten, kedua bagaimana mereka menyebarkan bahkan melakukan ancaman dan ketiga bagaimana negara harus merespon revenge porn yang bukan tidak mungkin akan menjadi tren di masyarakat.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?

&amp;ldquo;Soal bagaimana pelaku mendapatkan konten untuk revenge porn ini pastinya banyak cara. Bila pelaku dan korban awalnya adalah punya hubungan khusus, maka biasanya pelaku lebih mudah mendapatkan konten untuk revenge porn ini. Karena itu sangat penting edukasi sejak dini soal keamanan siber salah satunya materi terkait jangan bugil di depan kamera,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia melanjutkan, tanpa edukasi di lembaga pendidikan formal, maka kemungkinan masyarakat menjadi korban revenge porn akan semakin besar. Yang perlu digarisbawahi adalah semua bisa menjadi korban baik laki-laki maupun wanita. Umumnya para pelaku ini melakukan social engineering meyakinkan korban untuk bersedia entah difoto, divideo atau korban diminta mengirimkan konten privasi tersebut.&amp;ldquo;Saat pelaku ini sudah mendapatkan konten yang mereka inginkan,  sarana media sosial memang biasanya dijadikan ancaman kepada korban,  dengan berbagai tujuan. Ada yang bermotif ekonomi, motif lain seperti  meminta dilayani hasrat seksualnya, dengan ancaman bila ditolak maka  akan tersebar di media sosial,&quot; ungkapnya.
&quot;Ini jelas sudah melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1 dan 4, dimana  pelaku tidak hanya mendistribusikan konten asusila disertai dengan  ancaman kepada korban,&amp;rdquo; terang pria yang juga aktif sebagai advokat ini.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?

Bagi korban, sekali konten revenge porn ini naik ke media sosial,  akan sulit untuk benar-benar hilang dari dunia maya, karena persebaran  konten tersebut sudah diluar kontrol semua pihak. Yang bisa dilakukan  adalah negara lewat kominfo hadir menertibkan berbagai akun medsos  terutama di twitter yang menyebarkan konten revenge porn dengan massif.
&amp;ldquo;Bila kita lihat di Twitter, konten revenge porn begitu banyak,  bahkan dimanfaatkan oleh banyak pihak dengan membuka langganan berbayar  lewat telegram. Dari sini aparat bisa menelusuri juga para pelaku  revenge porn. karena biasanya akun di Twitter ini mendapatkan konten  setelah menerima DM atau pesan inboks dari pelaku,&quot; jelas dia.
&quot;Parahnya lagi, para korban yang ingin dihapus kontennya dari sebuah  akun bukan tidak mungkin akan dimintai sejumlah uang, padahal kontennya  masih akan tetap ada oleh akun lainnya,&amp;rdquo; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
