<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NASA Berambisi Impor Batu dari Mars, Butuh Anggaran Rp149,7 triliun</title><description>Awalnya diperkirakan biaya membawa batu-batu Mars ke bumi hanya mencapai USD4,4 miliar atau sekitar Rp65,8 triliun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837376/nasa-berambisi-impor-batu-dari-mars-butuh-anggaran-rp149-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837376/nasa-berambisi-impor-batu-dari-mars-butuh-anggaran-rp149-7-triliun"/><item><title>NASA Berambisi Impor Batu dari Mars, Butuh Anggaran Rp149,7 triliun</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837376/nasa-berambisi-impor-batu-dari-mars-butuh-anggaran-rp149-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837376/nasa-berambisi-impor-batu-dari-mars-butuh-anggaran-rp149-7-triliun</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/54/2837376/nasa-berambisi-impor-batu-dari-mars-butuh-anggaran-rp149-7-triliun-cwjKkoEdlv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Misi Luar Angkasa Nasa. (Foto: NASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/54/2837376/nasa-berambisi-impor-batu-dari-mars-butuh-anggaran-rp149-7-triliun-cwjKkoEdlv.jpg</image><title>Misi Luar Angkasa Nasa. (Foto: NASA)</title></images><description>PARA ilmuwan berencana mengimpor batu dari Mars ke Bumi, untuk dipelajari. Memang, kandungan mineral yang terdapat di planet lain tidak bisa ditemukan di bumi. Tapi, rencana impor batu tersebut memakan cukup banyak biaya.

Adapun biaya untuk membawa batu-batu yang ada di planet merah itu diperkirakan mencapai USD10 miliar atau mencapai Rp149,7 triliun. Biaya itu justru meningkat dua kali lipat dari rencana awal. Awalnya diperkirakan biaya membawa batu-batu Mars ke bumi hanya mencapai USD4,4 miliar atau sekitar Rp65,8 triliun.

Hanya saja disebutkan Ars Technica, Richard Cook, NASA Program Manager for the mission at the Jet Propulsion Laboratory menyebutkan biaya tersebut akhirnya meningkat dua kali lipat. Detailnya biaya sebesar UDSD8 miliar (Rp119,7 triliun) hingga USD9 miliar (Rp134,7 triliun) untuk persiapan misi saja.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?


Ongkos itu tidak termasuk biaya peluncuran, dana operasi selama periode lima tahun, hingga pembangunan fasilitas penerima sampel batu dari Mars. Jika ditotal semuanya maka dana yang dibutuhkan mencapai USD10 miliar.

Hanya saja, biaya sebesar itu justru dikritik oleh mantan petinggi NASA yakni Thomas Zurbuchen. Pria yang pernah menjabat sebagai NASA Chief of Program mengatakan dana sebesar itu bakal mengguncang dunia. Apalagi dunia ilmu pengetahuan yang menurutnya tidak pernah mendapatkan biaya riset sebesar itu.

&quot;Biaya membawa batu dari Mars ke bumi sudah sejak lama bikin saya susah tidur. Kini saya  yakin krisisnya masih terus berlanjut,&quot; ucap Thomas Zurbuchen.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Dia mengatakan sejak misi tersebut dimulai perhitungan biaya yang dibutuhkan memang tidak terlalu mendetail dan komprehensif. Akibatnya terdapat banyak kesalahan perhitungan yang membuat perkiraan biaya terus-terusan membengkak.

Hal itu menurut Thomas Zurbuchen disebabkan NASA dan pihak-pihak peneliti terkait belum mendapatkan model atau skema yang pas untuk membawa batu-batu Mars ke bumi. Salah satu skema yang masih terus berubah-ubah adalah proses pengiriman batu Mars ke bumi.Banyak peneliti berharap agar batu-batu tersebut dibawa dalam satu  kali kesempatan. Hanya saja kemudian rencana itu berubah karena adanya  keinginan untuk melakukan beberapa kali pengiriman. &quot;Di tahap-tahap awal  banyak analisa yang kurang mendalam dan terus bermunculan potensi  kesalahan yang perlu dihindari,&quot; tegas Thomas Zurbuchen.

Jadi tidak heran jika akhirnya dana yang dibutuhkan terus membengkak  hingga Rp149,7 triliun. Dana itu menurut Ars Technica justru menyamai  dana yang dibutuhkan untuk membuat teleskop James Webb yang kini  terpasang di luar angkasa.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


Saat itu pemerintah Amerika Serikat juga menghabiskan dana sebesar  USD10 miliar atau sekitar Rp149,7 triliun. Bedanya teleskop James Webb  akan berfungsi penuh hingga sepuluh tahun ke depan.

Diketahui misi membawa batu Mars ke bumi diyakini merupakan salah  satu misi penting buat ilmu pengetahuan mengenai luar angkasa.  Diharapkan penelitian lansung terhadap batu-batu itu akan jadi jawaban  akan kemungkinan manusia hidup di Mars.

Saat ini NASA telah mengirimkan kendaraan khusus luar angkasa rover  Perseverance yang telah lama mengumpulkan batu-batuan yang ada di Mars.  Khususnya yang ada di wilayah kawasah Jezero.
</description><content:encoded>PARA ilmuwan berencana mengimpor batu dari Mars ke Bumi, untuk dipelajari. Memang, kandungan mineral yang terdapat di planet lain tidak bisa ditemukan di bumi. Tapi, rencana impor batu tersebut memakan cukup banyak biaya.

Adapun biaya untuk membawa batu-batu yang ada di planet merah itu diperkirakan mencapai USD10 miliar atau mencapai Rp149,7 triliun. Biaya itu justru meningkat dua kali lipat dari rencana awal. Awalnya diperkirakan biaya membawa batu-batu Mars ke bumi hanya mencapai USD4,4 miliar atau sekitar Rp65,8 triliun.

Hanya saja disebutkan Ars Technica, Richard Cook, NASA Program Manager for the mission at the Jet Propulsion Laboratory menyebutkan biaya tersebut akhirnya meningkat dua kali lipat. Detailnya biaya sebesar UDSD8 miliar (Rp119,7 triliun) hingga USD9 miliar (Rp134,7 triliun) untuk persiapan misi saja.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?


Ongkos itu tidak termasuk biaya peluncuran, dana operasi selama periode lima tahun, hingga pembangunan fasilitas penerima sampel batu dari Mars. Jika ditotal semuanya maka dana yang dibutuhkan mencapai USD10 miliar.

Hanya saja, biaya sebesar itu justru dikritik oleh mantan petinggi NASA yakni Thomas Zurbuchen. Pria yang pernah menjabat sebagai NASA Chief of Program mengatakan dana sebesar itu bakal mengguncang dunia. Apalagi dunia ilmu pengetahuan yang menurutnya tidak pernah mendapatkan biaya riset sebesar itu.

&quot;Biaya membawa batu dari Mars ke bumi sudah sejak lama bikin saya susah tidur. Kini saya  yakin krisisnya masih terus berlanjut,&quot; ucap Thomas Zurbuchen.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Dia mengatakan sejak misi tersebut dimulai perhitungan biaya yang dibutuhkan memang tidak terlalu mendetail dan komprehensif. Akibatnya terdapat banyak kesalahan perhitungan yang membuat perkiraan biaya terus-terusan membengkak.

Hal itu menurut Thomas Zurbuchen disebabkan NASA dan pihak-pihak peneliti terkait belum mendapatkan model atau skema yang pas untuk membawa batu-batu Mars ke bumi. Salah satu skema yang masih terus berubah-ubah adalah proses pengiriman batu Mars ke bumi.Banyak peneliti berharap agar batu-batu tersebut dibawa dalam satu  kali kesempatan. Hanya saja kemudian rencana itu berubah karena adanya  keinginan untuk melakukan beberapa kali pengiriman. &quot;Di tahap-tahap awal  banyak analisa yang kurang mendalam dan terus bermunculan potensi  kesalahan yang perlu dihindari,&quot; tegas Thomas Zurbuchen.

Jadi tidak heran jika akhirnya dana yang dibutuhkan terus membengkak  hingga Rp149,7 triliun. Dana itu menurut Ars Technica justru menyamai  dana yang dibutuhkan untuk membuat teleskop James Webb yang kini  terpasang di luar angkasa.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


Saat itu pemerintah Amerika Serikat juga menghabiskan dana sebesar  USD10 miliar atau sekitar Rp149,7 triliun. Bedanya teleskop James Webb  akan berfungsi penuh hingga sepuluh tahun ke depan.

Diketahui misi membawa batu Mars ke bumi diyakini merupakan salah  satu misi penting buat ilmu pengetahuan mengenai luar angkasa.  Diharapkan penelitian lansung terhadap batu-batu itu akan jadi jawaban  akan kemungkinan manusia hidup di Mars.

Saat ini NASA telah mengirimkan kendaraan khusus luar angkasa rover  Perseverance yang telah lama mengumpulkan batu-batuan yang ada di Mars.  Khususnya yang ada di wilayah kawasah Jezero.
</content:encoded></item></channel></rss>
