<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Facebook dan Instagram Tak Lagi Sediakan Konten Berita di Kanada </title><description>Senat Kanada menyetujui rancangan undang-undang Online News Act tersebut.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837288/facebook-dan-instagram-tak-lagi-sediakan-konten-berita-di-kanada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837288/facebook-dan-instagram-tak-lagi-sediakan-konten-berita-di-kanada"/><item><title>Facebook dan Instagram Tak Lagi Sediakan Konten Berita di Kanada </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837288/facebook-dan-instagram-tak-lagi-sediakan-konten-berita-di-kanada</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/26/54/2837288/facebook-dan-instagram-tak-lagi-sediakan-konten-berita-di-kanada</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/54/2837288/facebook-dan-instagram-tak-lagi-sediakan-konten-berita-di-kanada-775UckrNdy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Facebook. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/54/2837288/facebook-dan-instagram-tak-lagi-sediakan-konten-berita-di-kanada-775UckrNdy.jpg</image><title>Facebook. (Foto: Reuters)</title></images><description>KEBERADAAN media sosial memang dianggap merugikan bagi media massa konvensional. Hal ini lantaran media sosial kerap memasukkan konten berita, kemudian konten berita tersebut disematkan iklan di dalamnya.

Karena itu, Kanada pun membuat Aturan Online News Act yang mewajibkan platform informasi dan media sosial seperti Google dan Facebook untuk menegosiasikan kesepakatan komersial dan membayar penerbit berita untuk konten mereka.

Setelah Online News Act oleh disepakati oleh senat, undang-undang tersebut akan dimintai persetujuan kepada gubernur jenderal sebagai tahap akhir untuk pengesahan.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Namun, induk dari Facebook dan Instagram, Meta, pun berkata lain. Mereka memutuskan memblokir akses konten berita untuk para pengguna media sosial di bawah naungannnya, Facebook dan Instagram, setelah senat Kanada menyetujui rancangan undang-undang Online News Act tersebut.

&quot;Kami mengkonfirmasikan bahwa ketersediaan berita akan berakhir pada Facebook dan Instagram bagi para pengguna kami di Kanada sebelum Online News Act (Bill C-18) berlaku,&quot; tulis Meta seperti dikutip Antara dari Tech Crunch.

&quot;Kami telah berulang kali menyampaikan bahwa untuk mematuhi Bill C-18, konten dari outlet berita, termasuk penerbit dan penyiar berita, tidak akan lagi tersedia bagi pengguna yang mengakses platform kami di Kanada,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?


Meta telah menunjukkan sikap penentangan terhadap Online News Act sejak undang-undang tersebut pertama kali diajukan ke senat pada 2021 silam. Tahun lalu Meta mengancam akan memblokir konten berita di Kanada kecuali senat mau mengamandemen rancangan undang-undang kontroversial itu.

Sikap Meta makin serius ketika perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu melakukan uji coba pembatasan akses berita bagi sebagian pengguna media sosialnya di Kanada. Menteri Warisan Kanada Pablo Rodriguez menanggapi tindakan Meta tersebut dalam sebuah cuitan di Twitter.&amp;ldquo;Facebook tahu betul bahwa mereka tidak memiliki kewajiban terhadap  undang-undang saat ini. Setelah penyetujuan Bill #C18, Pemerintah akan  terlibat dalam proses regulasi dan implementasi. Jika Pemerintah tidak  dapat membela warga Kanada melawan raksasa teknologi, siapa lagi?&amp;rdquo; tulis  Pablo.

Selain Facebook, Google juga menyatakan sikap dan tindakan serupa di  mana raksasa perusahaan teknologi itu juga memblokir akses konten berita  bagi sebagian penggunanya di Kanada.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


&amp;ldquo;Di setiap langkah, kami telah mengusulkan solusi yang bijaksana dan  pragmatis yang akan memperbaiki RUU (News Online Act) dan membuka jalan  bagi kami untuk meningkatkan investasi kami yang sudah signifikan pada  ekosistem berita Kanada,&amp;rdquo; kata Google dalam sebuah pernyataan.

News Online Act yang akan disahkan Kanada serupa dengan undang-undang  yang disahkan Australia pada 2021. Meta sempat memblokir konten berita  di negara tersebut namun kembali membuka aksesnya setelah pemerintah  Australia setuju untuk mengamandemen undang-undang tersebut. Amandemen  tersebut memberikan waktu lebih kepada Meta untuk melakukan negosiasi  dengan penerbit berita di Australia.
</description><content:encoded>KEBERADAAN media sosial memang dianggap merugikan bagi media massa konvensional. Hal ini lantaran media sosial kerap memasukkan konten berita, kemudian konten berita tersebut disematkan iklan di dalamnya.

Karena itu, Kanada pun membuat Aturan Online News Act yang mewajibkan platform informasi dan media sosial seperti Google dan Facebook untuk menegosiasikan kesepakatan komersial dan membayar penerbit berita untuk konten mereka.

Setelah Online News Act oleh disepakati oleh senat, undang-undang tersebut akan dimintai persetujuan kepada gubernur jenderal sebagai tahap akhir untuk pengesahan.

BACA JUGA:
Tinggal 100 Hari di Bawah Laut, Begitu Keluar Pria Ini 10 Tahun Lebih Muda


Namun, induk dari Facebook dan Instagram, Meta, pun berkata lain. Mereka memutuskan memblokir akses konten berita untuk para pengguna media sosial di bawah naungannnya, Facebook dan Instagram, setelah senat Kanada menyetujui rancangan undang-undang Online News Act tersebut.

&quot;Kami mengkonfirmasikan bahwa ketersediaan berita akan berakhir pada Facebook dan Instagram bagi para pengguna kami di Kanada sebelum Online News Act (Bill C-18) berlaku,&quot; tulis Meta seperti dikutip Antara dari Tech Crunch.

&quot;Kami telah berulang kali menyampaikan bahwa untuk mematuhi Bill C-18, konten dari outlet berita, termasuk penerbit dan penyiar berita, tidak akan lagi tersedia bagi pengguna yang mengakses platform kami di Kanada,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Astronom Temukan Planet Baru Diberi Nama TRAPPIST-1c, Bisa Ditempati Manusia?


Meta telah menunjukkan sikap penentangan terhadap Online News Act sejak undang-undang tersebut pertama kali diajukan ke senat pada 2021 silam. Tahun lalu Meta mengancam akan memblokir konten berita di Kanada kecuali senat mau mengamandemen rancangan undang-undang kontroversial itu.

Sikap Meta makin serius ketika perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu melakukan uji coba pembatasan akses berita bagi sebagian pengguna media sosialnya di Kanada. Menteri Warisan Kanada Pablo Rodriguez menanggapi tindakan Meta tersebut dalam sebuah cuitan di Twitter.&amp;ldquo;Facebook tahu betul bahwa mereka tidak memiliki kewajiban terhadap  undang-undang saat ini. Setelah penyetujuan Bill #C18, Pemerintah akan  terlibat dalam proses regulasi dan implementasi. Jika Pemerintah tidak  dapat membela warga Kanada melawan raksasa teknologi, siapa lagi?&amp;rdquo; tulis  Pablo.

Selain Facebook, Google juga menyatakan sikap dan tindakan serupa di  mana raksasa perusahaan teknologi itu juga memblokir akses konten berita  bagi sebagian penggunanya di Kanada.

BACA JUGA:
Mesin Cuci Bukaan Atas Vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Awet?


&amp;ldquo;Di setiap langkah, kami telah mengusulkan solusi yang bijaksana dan  pragmatis yang akan memperbaiki RUU (News Online Act) dan membuka jalan  bagi kami untuk meningkatkan investasi kami yang sudah signifikan pada  ekosistem berita Kanada,&amp;rdquo; kata Google dalam sebuah pernyataan.

News Online Act yang akan disahkan Kanada serupa dengan undang-undang  yang disahkan Australia pada 2021. Meta sempat memblokir konten berita  di negara tersebut namun kembali membuka aksesnya setelah pemerintah  Australia setuju untuk mengamandemen undang-undang tersebut. Amandemen  tersebut memberikan waktu lebih kepada Meta untuk melakukan negosiasi  dengan penerbit berita di Australia.
</content:encoded></item></channel></rss>
