<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Kapal Selam Bisa Tenggelam dan Mengambang Padahal di Dasar Laut Tak Ada Udara?</title><description>Kapal memang berat, tetapi kapal didesain memiliki rongga atau ruang kosong.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/56/2835377/kenapa-kapal-selam-bisa-tenggelam-dan-mengambang-padahal-di-dasar-laut-tak-ada-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/56/2835377/kenapa-kapal-selam-bisa-tenggelam-dan-mengambang-padahal-di-dasar-laut-tak-ada-udara"/><item><title>Kenapa Kapal Selam Bisa Tenggelam dan Mengambang Padahal di Dasar Laut Tak Ada Udara?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/56/2835377/kenapa-kapal-selam-bisa-tenggelam-dan-mengambang-padahal-di-dasar-laut-tak-ada-udara</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/56/2835377/kenapa-kapal-selam-bisa-tenggelam-dan-mengambang-padahal-di-dasar-laut-tak-ada-udara</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/56/2835377/kenapa-kapal-selam-bisa-tenggelam-dan-mengambang-padahal-di-dasar-laut-tak-ada-udara-3Ty3tIfGLY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Selam OceanGate. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/56/2835377/kenapa-kapal-selam-bisa-tenggelam-dan-mengambang-padahal-di-dasar-laut-tak-ada-udara-3Ty3tIfGLY.jpg</image><title>Kapal Selam OceanGate. (Foto: Reuters)</title></images><description>PENCARIAN kapal selam eksplorer Titanic milik OceanGate masih terus dilakukan. Pasalnya, persedian oksigen dalam kapal selam tersebut sangat terbatas.

Kapal selam tersebut memang hilang kontak sejak minggu kemarin, dengan 5 orang penumpang di dalamnya. Belum diketahui apa penyebab kapal selam tersebut hilang kontak, dugaan sementara adalah adanya kesalahan dalam sistem kapal selam tersebut.

BACA JUGA:
Tiketnya Rp3,7 Miliar, Kapal Selam Ekplorer Titanic yang Hilang Cuma Andalkan Joystick Rp800 Ribuan


Lantas, bagaimana sih cara kapal selam beroperasi sehingga bisa tenggelam dan mengambang padahal tidak ada udara di bawah air? Nah, melansir artikel yang ditulis oleh Oregon State University cara kerja kapal selam sebenarnya menerapkan hukum Archimedes.

Kapal memang berat, tetapi kapal didesain memiliki rongga atau ruang kosong. Adanya ruang yang luas atau kosong di dalam kapal dapat menyebabkan massa jenis benda ini menjadi lebih kecil dari massa jenis air. Alhasil kapal menjadi terapung.

Di dalam kapal selam terdapat tangki pemberat yang terletak di antara lambung dalam dan lambung luar. Tangki pemberat ini memiliki fungsi untuk menentukan posisi kapal selam selama berada pada posisi kedalaman yang diinginkan.


BACA JUGA:
Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi


Saat menyelam, udara di tangki pemberat dikeluarkan melalui lubang penggenang dan digantikan dengan air. Hal ini mengakibatkan massa jenis air kapal selam lebih besar sehingga gaya beratnya lebih besar daripada gaya ke atas oleh air. Udara yang dikeluarkan dalam tangki pemberat di simpan ke dalam tabung-tabung udara sebagai persedian udara bertekanan untuk penopang hidup.

Sebaliknya, untuk naik ke permukaan, udara bertekanan yang dibawa oleh kapal selam dipompakan masuk ke dalam tangki pemberat sehingga airnya keluar. Massa jenis kapal selam menjadi lebih kecil sehingga gaya ke atasnya lebih besar daripada gaya berat kapal.Namun, apabila tangki pemberat hanya diisi dengan air sebagian, berat  kapal laut menyamai gaya angkat laut. Akibatnya, kapal selam tidak  bergerak turun atau bergerak naik (melayang).

Selain dirancang untuk mengapung, melayang, dan tenggelam dalam air,  bentuk badan kapal selam juga dirancang untuk dapat menahan kedalaman  air laut yang berarus sangat deras sehingga dapat bergerak di dalam  laut.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi


Selain kapal selam, gaya Archimedes juga banyak dimanfaatkan dalam  kehidupan sehari-hari, termasuk pada pembuatan kapal laut. Perut kapal  laut harus memindahkan air laut yang banyak agar gaya angkat air lebih  besar daripada berat kapal dan penumpang.

Walaupun kapal terbuat dari kayu atau besi yang memiliki massa jenis  lebih besar daripada air, kapal tetap dapat terapung. Penyebabnya adalah  kapal dibuat berongga.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Adanya rongga menyebabkan kapal menjadi lebih ringan, sementara  jumlah air laut yang didesak oleh perut kapal sangat besar. Akibatnya,  kapal bisa terapung meskipun membawa muatan yang sangat berat.
</description><content:encoded>PENCARIAN kapal selam eksplorer Titanic milik OceanGate masih terus dilakukan. Pasalnya, persedian oksigen dalam kapal selam tersebut sangat terbatas.

Kapal selam tersebut memang hilang kontak sejak minggu kemarin, dengan 5 orang penumpang di dalamnya. Belum diketahui apa penyebab kapal selam tersebut hilang kontak, dugaan sementara adalah adanya kesalahan dalam sistem kapal selam tersebut.

BACA JUGA:
Tiketnya Rp3,7 Miliar, Kapal Selam Ekplorer Titanic yang Hilang Cuma Andalkan Joystick Rp800 Ribuan


Lantas, bagaimana sih cara kapal selam beroperasi sehingga bisa tenggelam dan mengambang padahal tidak ada udara di bawah air? Nah, melansir artikel yang ditulis oleh Oregon State University cara kerja kapal selam sebenarnya menerapkan hukum Archimedes.

Kapal memang berat, tetapi kapal didesain memiliki rongga atau ruang kosong. Adanya ruang yang luas atau kosong di dalam kapal dapat menyebabkan massa jenis benda ini menjadi lebih kecil dari massa jenis air. Alhasil kapal menjadi terapung.

Di dalam kapal selam terdapat tangki pemberat yang terletak di antara lambung dalam dan lambung luar. Tangki pemberat ini memiliki fungsi untuk menentukan posisi kapal selam selama berada pada posisi kedalaman yang diinginkan.


BACA JUGA:
Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi


Saat menyelam, udara di tangki pemberat dikeluarkan melalui lubang penggenang dan digantikan dengan air. Hal ini mengakibatkan massa jenis air kapal selam lebih besar sehingga gaya beratnya lebih besar daripada gaya ke atas oleh air. Udara yang dikeluarkan dalam tangki pemberat di simpan ke dalam tabung-tabung udara sebagai persedian udara bertekanan untuk penopang hidup.

Sebaliknya, untuk naik ke permukaan, udara bertekanan yang dibawa oleh kapal selam dipompakan masuk ke dalam tangki pemberat sehingga airnya keluar. Massa jenis kapal selam menjadi lebih kecil sehingga gaya ke atasnya lebih besar daripada gaya berat kapal.Namun, apabila tangki pemberat hanya diisi dengan air sebagian, berat  kapal laut menyamai gaya angkat laut. Akibatnya, kapal selam tidak  bergerak turun atau bergerak naik (melayang).

Selain dirancang untuk mengapung, melayang, dan tenggelam dalam air,  bentuk badan kapal selam juga dirancang untuk dapat menahan kedalaman  air laut yang berarus sangat deras sehingga dapat bergerak di dalam  laut.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi


Selain kapal selam, gaya Archimedes juga banyak dimanfaatkan dalam  kehidupan sehari-hari, termasuk pada pembuatan kapal laut. Perut kapal  laut harus memindahkan air laut yang banyak agar gaya angkat air lebih  besar daripada berat kapal dan penumpang.

Walaupun kapal terbuat dari kayu atau besi yang memiliki massa jenis  lebih besar daripada air, kapal tetap dapat terapung. Penyebabnya adalah  kapal dibuat berongga.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Adanya rongga menyebabkan kapal menjadi lebih ringan, sementara  jumlah air laut yang didesak oleh perut kapal sangat besar. Akibatnya,  kapal bisa terapung meskipun membawa muatan yang sangat berat.
</content:encoded></item></channel></rss>
