<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembang Lokal Jadi Tantangan Pertumbuhan AI di Indonesia</title><description>Tantangan terbesar adalah kurangnya pengembang lokal yang fokus pada bidang AI.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835540/pengembang-lokal-jadi-tantangan-pertumbuhan-ai-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835540/pengembang-lokal-jadi-tantangan-pertumbuhan-ai-di-indonesia"/><item><title>Pengembang Lokal Jadi Tantangan Pertumbuhan AI di Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835540/pengembang-lokal-jadi-tantangan-pertumbuhan-ai-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835540/pengembang-lokal-jadi-tantangan-pertumbuhan-ai-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 23 Juni 2023 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/54/2835540/pengembang-lokal-jadi-tantangan-pertumbuhan-ai-di-indonesia-fTC3f4J7nO.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengembangan AI. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/54/2835540/pengembang-lokal-jadi-tantangan-pertumbuhan-ai-di-indonesia-fTC3f4J7nO.jpeg</image><title>Pengembangan AI. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang semain berkembang sehingga bisa digunakan dalam berbagai bidang. Memang, biasanya AI akan digunakan pada perlatan elektronik yang memiliki chipset.

Oleh karena itu, AI hybrid sangat berperan penting mengingat perangkat yang kita gunakan akan berbeda. Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong mengatakan Hybrid AI akan memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena akan mempermudah proses pengiriman informasi dari edge device ke cloud.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi

&quot;Hybrid AI itu kombinasi antara AI yang ada di cloud dan AI yang ada di perangkat, akan ada komunikasi lancar antara cloud dan perangkat dan kita melihat bahwa kedepannya akan terjadi kombinasi di edge dan di cloud dimana semua akan memiliki intelgensi namanya Hybrid AI,&quot; ucap Shannedy seperti dilansir dari Antara.

Dalam industri AI, Qualcomm telah menerapkan Hybrid AI dalam berbagai lini keperluan masyarakat yang disebut One Technology Roadmap. Peta jalan tersebut akan membawa semua teknologi ke cloud, mulai dari teknologi dengan kompleksitas rendah termasuk wearable headset sampai ke level yang paling kompleks seperti mobil yang memerlukan komputasi tinggi.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Termasuk di dalam teknologi tersebut ialah Connectivity, CPU processing, dan GPU graphic untuk membantu Hybrid AI berjalan dengan baik. Dengan menggunakan teknologi dari Snapdragon, Qualcomm akan terus mengembangkan inovasi AI untuk membuat perangkat dengan inteligensi yang tinggi dan dengan latensi yang rendah.

&quot;Qualcomm akan memaksimalkan edge device untuk mengirimkan informasi ke cloud agar bisa diolah jadi data analitik. Tapi, juga skenario di edge tersebut memungkinkan untuk melakukan on device AI jadi tidak perlu sampe ke cloud sehingga latensinya lebih rendah dan lebih menjanjikan,&quot; ucap Shannedy.Dalam mengembangkan AI, Shannedy mengakui tantangan terbesar adalah  kurangnya pengembang lokal yang fokus pada bidang AI. &quot;Mungkin butuh  developer lokal yang akan berkontribusi untuk membantu mengembangkan AI  pakai platform yang sudah ada atau bisa juga kembangkan AI yang baru  yang lebih masuk ke pengguna lokal Indonesia,&quot; kata Shannedy.

Jika AI bisa dikembangkan di Indonesia oleh pengembang lokal, Hybird  AI akan berdampak signifikan pada tranformasi industri dan dapat  melakukan terobosan baru dengan data analitik yang mudah di akses di  cloud.

Selain itu, dari sisi transformasi digital, produksi seperti di  pabrik akan mengurangi intervensi manual dan kedepannya akan lebih  berinteraksi dengan Hybrid AI sehingga produktivitas lebih baik. Data  pribadi juga bisa lebih aman karena tidak langsung terhubung dengan  cloud dan bisa mempercepat proses analitik.

Untuk mencetak pengembang AI lokal, Qualcomm memiliki fasilitas  Uniform AI Stack di mana Qualcomm mempermudah pengembang lokal di  Indonesia untuk melakukan desain yang berhubungan dengan AI dan bisa  memfasilitasi platform yang ramah bagi pengguna dengan teknologi  Qualcomm.

Sampai saat ini, Qualcomm telah berinvestasi di bidang teknologi  sebesar USD80 miliar dan telah memiliki kurang lebih 140.000 paten  aplikasi.
</description><content:encoded>KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang semain berkembang sehingga bisa digunakan dalam berbagai bidang. Memang, biasanya AI akan digunakan pada perlatan elektronik yang memiliki chipset.

Oleh karena itu, AI hybrid sangat berperan penting mengingat perangkat yang kita gunakan akan berbeda. Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong mengatakan Hybrid AI akan memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena akan mempermudah proses pengiriman informasi dari edge device ke cloud.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi

&quot;Hybrid AI itu kombinasi antara AI yang ada di cloud dan AI yang ada di perangkat, akan ada komunikasi lancar antara cloud dan perangkat dan kita melihat bahwa kedepannya akan terjadi kombinasi di edge dan di cloud dimana semua akan memiliki intelgensi namanya Hybrid AI,&quot; ucap Shannedy seperti dilansir dari Antara.

Dalam industri AI, Qualcomm telah menerapkan Hybrid AI dalam berbagai lini keperluan masyarakat yang disebut One Technology Roadmap. Peta jalan tersebut akan membawa semua teknologi ke cloud, mulai dari teknologi dengan kompleksitas rendah termasuk wearable headset sampai ke level yang paling kompleks seperti mobil yang memerlukan komputasi tinggi.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Termasuk di dalam teknologi tersebut ialah Connectivity, CPU processing, dan GPU graphic untuk membantu Hybrid AI berjalan dengan baik. Dengan menggunakan teknologi dari Snapdragon, Qualcomm akan terus mengembangkan inovasi AI untuk membuat perangkat dengan inteligensi yang tinggi dan dengan latensi yang rendah.

&quot;Qualcomm akan memaksimalkan edge device untuk mengirimkan informasi ke cloud agar bisa diolah jadi data analitik. Tapi, juga skenario di edge tersebut memungkinkan untuk melakukan on device AI jadi tidak perlu sampe ke cloud sehingga latensinya lebih rendah dan lebih menjanjikan,&quot; ucap Shannedy.Dalam mengembangkan AI, Shannedy mengakui tantangan terbesar adalah  kurangnya pengembang lokal yang fokus pada bidang AI. &quot;Mungkin butuh  developer lokal yang akan berkontribusi untuk membantu mengembangkan AI  pakai platform yang sudah ada atau bisa juga kembangkan AI yang baru  yang lebih masuk ke pengguna lokal Indonesia,&quot; kata Shannedy.

Jika AI bisa dikembangkan di Indonesia oleh pengembang lokal, Hybird  AI akan berdampak signifikan pada tranformasi industri dan dapat  melakukan terobosan baru dengan data analitik yang mudah di akses di  cloud.

Selain itu, dari sisi transformasi digital, produksi seperti di  pabrik akan mengurangi intervensi manual dan kedepannya akan lebih  berinteraksi dengan Hybrid AI sehingga produktivitas lebih baik. Data  pribadi juga bisa lebih aman karena tidak langsung terhubung dengan  cloud dan bisa mempercepat proses analitik.

Untuk mencetak pengembang AI lokal, Qualcomm memiliki fasilitas  Uniform AI Stack di mana Qualcomm mempermudah pengembang lokal di  Indonesia untuk melakukan desain yang berhubungan dengan AI dan bisa  memfasilitasi platform yang ramah bagi pengguna dengan teknologi  Qualcomm.

Sampai saat ini, Qualcomm telah berinvestasi di bidang teknologi  sebesar USD80 miliar dan telah memiliki kurang lebih 140.000 paten  aplikasi.
</content:encoded></item></channel></rss>
