<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal AI, Wakil Ketua MPR Ingatkan: Manusia Kerap Dikontrol Alat Ciptaannya</title><description>Perkembangan ini telah membawa manusia dan mesin semakin dekat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835323/soal-ai-wakil-ketua-mpr-ingatkan-manusia-kerap-dikontrol-alat-ciptaannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835323/soal-ai-wakil-ketua-mpr-ingatkan-manusia-kerap-dikontrol-alat-ciptaannya"/><item><title>Soal AI, Wakil Ketua MPR Ingatkan: Manusia Kerap Dikontrol Alat Ciptaannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835323/soal-ai-wakil-ketua-mpr-ingatkan-manusia-kerap-dikontrol-alat-ciptaannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2835323/soal-ai-wakil-ketua-mpr-ingatkan-manusia-kerap-dikontrol-alat-ciptaannya</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/54/2835323/soal-ai-wakil-ketua-mpr-ingatkan-manusia-kerap-dikontrol-alat-ciptaannya-oAPmItpt2H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/54/2835323/soal-ai-wakil-ketua-mpr-ingatkan-manusia-kerap-dikontrol-alat-ciptaannya-oAPmItpt2H.jpg</image><title>Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</title></images><description>TEKNOLOGI yang berkembang pesat saat ini, termasuk kecerdasan buatan alias artificial Intelligence (AI), secara langsung maupun tidak langsung telah berdampak pada aspek pertahanan dan keamanan. Karenanya butuh kehadiran negara untuk mengendalikan perkembangan AI.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu langkah-langkah antisipatif agar teknologi AI tidak menjadi ancaman bagi kehidupan manusia di masa depan.

BACA JUGA:
Tiketnya Rp3,7 Miliar, Kapal Selam Ekplorer Titanic yang Hilang Cuma Andalkan Joystick Rp800 Ribuan


&quot;Saya rasa kita semua tentu sepakat apabila kita tidak melakukan persiapan-persiapan dan bersama-sama melakukan langkah-langkah antisipasi, maka kecerdasan buatan yang sesungguhnya merupakan temuan luar biasa yang bisa memudahkan kehidupan kita sebagai manusia, bisa juga menjadi ancaman,&quot; kata dia seperti dilansir dari Antara.

Dia menyoroti bahwa kemajuan teknologi yang cepat, seperti kemunculan berbagai aplikasi dan sistem baru dalam waktu singkat, dapat menjadi ancaman jika tidak ditangani dengan bijaksana.

BACA JUGA:
Mark Zuckerberg Bakal Adu Jotos dengan Elon Musk di Las Vegas, Demi Konten?


Dia mengakui bahwa perkembangan ini telah membawa manusia dan mesin semakin dekat, namun dia menekankan agar manusia tidak tunduk dan dikontrol oleh teknologi yang diciptakannya. &quot;Sejarah mencatat bahwa manusia sering tidak dapat mengontrol dirinya dan tunduk pada alat yang diciptakannya,&quot; katanya.

&quot;Kita sendiri sudah mengalami betapa kemudian hoaks juga sempat memporak porandakan kesatuan kita, kebersamaan kita, itu adalah karena kita tidak mampu memberikan pengamanan dan tidak mampu melakukan kontrol serta tidak mampu menguasai teknologi yang diciptakan sendiri oleh manusia,&quot; tambah dia.Dalam konteks pendidikan, Lestari mengungkapkan kekhawatirannya  terhadap penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang memfasilitasi  kecurangan dalam mengerjakan tugas atau ujian. Dia menegaskan perlunya  memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Lestari menegaskan bahwa kecerdasan buatan adalah inovasi penting  bagi manusia, tetapi juga bisa menjadi ancaman jika tidak disikapi  dengan baik.

&quot;Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat secara aktif  mengambil peran memberikan rekomendasi dan masukan kepada semua pihak  terkait khususnya dalam menentukan sikap melalui adanya sebuah kebijakan  antisipatif dan adaptif sebagai panduan etis dan legal dalam menyikapi  lajunya perkembangan teknologi,&quot; pungkas dia.
</description><content:encoded>TEKNOLOGI yang berkembang pesat saat ini, termasuk kecerdasan buatan alias artificial Intelligence (AI), secara langsung maupun tidak langsung telah berdampak pada aspek pertahanan dan keamanan. Karenanya butuh kehadiran negara untuk mengendalikan perkembangan AI.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu langkah-langkah antisipatif agar teknologi AI tidak menjadi ancaman bagi kehidupan manusia di masa depan.

BACA JUGA:
Tiketnya Rp3,7 Miliar, Kapal Selam Ekplorer Titanic yang Hilang Cuma Andalkan Joystick Rp800 Ribuan


&quot;Saya rasa kita semua tentu sepakat apabila kita tidak melakukan persiapan-persiapan dan bersama-sama melakukan langkah-langkah antisipasi, maka kecerdasan buatan yang sesungguhnya merupakan temuan luar biasa yang bisa memudahkan kehidupan kita sebagai manusia, bisa juga menjadi ancaman,&quot; kata dia seperti dilansir dari Antara.

Dia menyoroti bahwa kemajuan teknologi yang cepat, seperti kemunculan berbagai aplikasi dan sistem baru dalam waktu singkat, dapat menjadi ancaman jika tidak ditangani dengan bijaksana.

BACA JUGA:
Mark Zuckerberg Bakal Adu Jotos dengan Elon Musk di Las Vegas, Demi Konten?


Dia mengakui bahwa perkembangan ini telah membawa manusia dan mesin semakin dekat, namun dia menekankan agar manusia tidak tunduk dan dikontrol oleh teknologi yang diciptakannya. &quot;Sejarah mencatat bahwa manusia sering tidak dapat mengontrol dirinya dan tunduk pada alat yang diciptakannya,&quot; katanya.

&quot;Kita sendiri sudah mengalami betapa kemudian hoaks juga sempat memporak porandakan kesatuan kita, kebersamaan kita, itu adalah karena kita tidak mampu memberikan pengamanan dan tidak mampu melakukan kontrol serta tidak mampu menguasai teknologi yang diciptakan sendiri oleh manusia,&quot; tambah dia.Dalam konteks pendidikan, Lestari mengungkapkan kekhawatirannya  terhadap penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang memfasilitasi  kecurangan dalam mengerjakan tugas atau ujian. Dia menegaskan perlunya  memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Lestari menegaskan bahwa kecerdasan buatan adalah inovasi penting  bagi manusia, tetapi juga bisa menjadi ancaman jika tidak disikapi  dengan baik.

&quot;Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat secara aktif  mengambil peran memberikan rekomendasi dan masukan kepada semua pihak  terkait khususnya dalam menentukan sikap melalui adanya sebuah kebijakan  antisipatif dan adaptif sebagai panduan etis dan legal dalam menyikapi  lajunya perkembangan teknologi,&quot; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
