<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realme Pertimbangkan untuk Cabut dari Jerman, Ada Apa?</title><description>Memang Realme tidak secara eksplisit menyatakan keluar dari pasar Jerman.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2834994/realme-pertimbangkan-untuk-cabut-dari-jerman-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2834994/realme-pertimbangkan-untuk-cabut-dari-jerman-ada-apa"/><item><title>Realme Pertimbangkan untuk Cabut dari Jerman, Ada Apa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2834994/realme-pertimbangkan-untuk-cabut-dari-jerman-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/22/54/2834994/realme-pertimbangkan-untuk-cabut-dari-jerman-ada-apa</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/54/2834994/realme-pertimbangkan-untuk-cabut-dari-jerman-9o8MIGBY7C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realme. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/54/2834994/realme-pertimbangkan-untuk-cabut-dari-jerman-9o8MIGBY7C.jpg</image><title>Realme. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>LANGKAH hukum yang diambil oleh Nokia bagi mereka yang ingin memproses sinyal 4G dan 5G di Jerman memang telah membuat banyak perusahaan memilih untuk mundur. Nah, kali ini giliran ponsel pintar asal China, Realme.
Antara mengutip Gizmochina, gugatan tersebut sebenarnya diarahkan ke Perusahaan BBK Electronics yang menaungi Realme. Selain Realme, BBK Electronics juga menaungi OPPO dan OnePlus yang akhirnya memilih hengkang dari Negeri Panzer itu.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi

Adapun gugatan yang dilayangkan Nokia ialah BBK Electronics telah menggunakan teknologi yang dipatenkannya untuk memproses sinyal 4G dan 5G tanpa membayar lisensi.
Untuk kasus OPPO dan OnePlus pada Agustus 2022, pengadilan Jerman memutuskan untuk mendukung Nokia dan memerintahkan Oppo dan OnePlus untuk menghentikan penjualan ponsel pintarnya di Jerman.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?

Pengadilan memutuskan bahwa perusahaan tersebut telah melanggar dua paten esensial standar (SEP) Nokia. Paten ini sangat penting untuk pengoperasian jaringan 4G dan 5G.
Memang Realme tidak secara eksplisit menyatakan keluar dari pasar Jerman, namun laporan teranyar mengungkapkan perusahaan tersebut mengisyaratkan kemungkinan tersebut.Laporan itu mengungkap Realme tengah berniat memfokuskan penjualannya  di negara Eropa lainnya seperti Italia, Polandia, Spanyol, dan Balkan.
Di samping itu, faktor lain yang memperkuat mundurnya Realme di  Jerman ialah adanya pelambatan bisnis secara signifikan yang memperbesar  potensi Realme tersebut untuk mundur dari pasar.
Meski begitu, perusahaan masih menunggu kabar positif terkait  negosiasi lisensi dengan Nokia sebelum dapat melanjutkan upaya pemasaran  di Jerman.

BACA JUGA:
Unik, Paus Pembunuh Ini Ajarkan Teman-temannya Cara Tenggelamkan Kapal
</description><content:encoded>LANGKAH hukum yang diambil oleh Nokia bagi mereka yang ingin memproses sinyal 4G dan 5G di Jerman memang telah membuat banyak perusahaan memilih untuk mundur. Nah, kali ini giliran ponsel pintar asal China, Realme.
Antara mengutip Gizmochina, gugatan tersebut sebenarnya diarahkan ke Perusahaan BBK Electronics yang menaungi Realme. Selain Realme, BBK Electronics juga menaungi OPPO dan OnePlus yang akhirnya memilih hengkang dari Negeri Panzer itu.

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi

Adapun gugatan yang dilayangkan Nokia ialah BBK Electronics telah menggunakan teknologi yang dipatenkannya untuk memproses sinyal 4G dan 5G tanpa membayar lisensi.
Untuk kasus OPPO dan OnePlus pada Agustus 2022, pengadilan Jerman memutuskan untuk mendukung Nokia dan memerintahkan Oppo dan OnePlus untuk menghentikan penjualan ponsel pintarnya di Jerman.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?

Pengadilan memutuskan bahwa perusahaan tersebut telah melanggar dua paten esensial standar (SEP) Nokia. Paten ini sangat penting untuk pengoperasian jaringan 4G dan 5G.
Memang Realme tidak secara eksplisit menyatakan keluar dari pasar Jerman, namun laporan teranyar mengungkapkan perusahaan tersebut mengisyaratkan kemungkinan tersebut.Laporan itu mengungkap Realme tengah berniat memfokuskan penjualannya  di negara Eropa lainnya seperti Italia, Polandia, Spanyol, dan Balkan.
Di samping itu, faktor lain yang memperkuat mundurnya Realme di  Jerman ialah adanya pelambatan bisnis secara signifikan yang memperbesar  potensi Realme tersebut untuk mundur dari pasar.
Meski begitu, perusahaan masih menunggu kabar positif terkait  negosiasi lisensi dengan Nokia sebelum dapat melanjutkan upaya pemasaran  di Jerman.

BACA JUGA:
Unik, Paus Pembunuh Ini Ajarkan Teman-temannya Cara Tenggelamkan Kapal
</content:encoded></item></channel></rss>
