<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Temukan Monster Laut Raksasa 240 Juta Tahun, Lehernya Robek dalam Satu Gigitan</title><description>Tanystropheus memiliki leher yang sangat panjang, dalam beberapa kasus  leher mereka tiga kali lebih panjang dari batang tubuh mereka.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/21/56/2834861/ilmuwan-temukan-monster-laut-raksasa-240-juta-tahun-lehernya-robek-dalam-satu-gigitan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/21/56/2834861/ilmuwan-temukan-monster-laut-raksasa-240-juta-tahun-lehernya-robek-dalam-satu-gigitan"/><item><title>Ilmuwan Temukan Monster Laut Raksasa 240 Juta Tahun, Lehernya Robek dalam Satu Gigitan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/21/56/2834861/ilmuwan-temukan-monster-laut-raksasa-240-juta-tahun-lehernya-robek-dalam-satu-gigitan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/21/56/2834861/ilmuwan-temukan-monster-laut-raksasa-240-juta-tahun-lehernya-robek-dalam-satu-gigitan</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/21/56/2834861/ilmuwan-temukan-monster-laut-raksasa-240-juta-tahun-lehernya-robek-dalam-satu-gigitan-vH977GnSdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanystropheus dan Monster Laut Lainnya. (Foto: FECYT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/21/56/2834861/ilmuwan-temukan-monster-laut-raksasa-240-juta-tahun-lehernya-robek-dalam-satu-gigitan-vH977GnSdQ.jpg</image><title>Tanystropheus dan Monster Laut Lainnya. (Foto: FECYT)</title></images><description>DALAM penemuan baru para ilmuwan menemukan fakta baru bahwa predator raksasa yang hidup 240 juta tahun tewas terpenggal hanya dalam satu gigitan brutal. Tentu saja, mahluk ini lebih menyeramkan pasalnya predator yang lehernya robek tersebut berukuran 6 meter.

Dinosaurus yang lehernya robek tersebut termasuk dalam spesies Tanystropheus hydroides, reptil laut yang dapat tumbuh hingga sepanjang 19,5 kaki (6 meter). Dinosaurus ini adalah predator penyergap yang makan ikan dan cumi-cumi di laguna tropis selama Trias Tengah (247 hingga 237 juta tahun lalu).

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi


Tanystropheus memiliki leher yang sangat panjang, dalam beberapa kasus leher mereka tiga kali lebih panjang dari batang tubuh mereka. Tanystropheus yang dipenggal itu berasal dari situs fosil Monte San Giorgio, yang berada di perbatasan Swiss dan Italia dan memegang rekor binatang laut terbesar dari Trias Tengah.


Penemuan ini pertama kali dilihat oleh Ahli paleontologi vertebrata di State Museum of Natural History Stuttgart, Stephan Spiekman, yang tengah mempelajari dua spesimen Tanystropheus sebagai bagian dari pekerjaan doktoralnya di Museum Paleontologi Swiss di Universitas Zurich.

Adapun Stephan Spiekman pertama, yakni T. hydroides, sedangkan yang kedua adalah T. longobardicus, spesies yang lebih kecil dengan panjang sekira 5 kaki (1,5 m). Pengamatan lebih dekat pada fosil menunjukkan bahwa lehernya telah dipotong, dengan bekas gigitan yang jelas pada beberapa vertebrata.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Spiekman dan Eudald Mujal, ahli paleontologi di State Museum of Natural History Stuttgart, menganalisis bekas gigitan dan patah tulang untuk mencari tahu apa yang terjadi pada makhluk purba ini. Temuan menunjukkan bahwa mereka diserang oleh predator lain yang tampaknya menargetkan leher panjang mereka sebagai titik lemah pada tubuh.

&quot;Kami menemukan dua tusukan gigi tepat di bagian leher yang patah, dan leher patah dalam satu dataran diagonal. Ini menunjukkan bahwa lehernya digigit dalam satu gigitan,&quot; kata Spiekman seperti dilansir dari Livescience.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Menurutnya, ada kemungkinan beberapa gigitan awal tidak mengenai tulang, tetapi sangat masuk akal bahwa predator besar menggigit leher dalam satu gigitan, mengingat predator besar yang ada di sekitar lingkungan itu.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan Senin (19 Juni) di Current Biology, para peneliti menemukan bukti yang menunjukkan bahwa serangan itu terjadi dari atas, dengan predator menukik ke bawah dan menggigit lehernya untuk memenggal kepala Tanystropheus.
Tidak ada jejak tubuh, tetapi kepala dan leher yang tersisa masih  sangat terawat. Ini menunjukkan pemangsa menargetkan leher panjang untuk  membunuh Tanystropheus dengan cepat, baru kemudian makan tubuh gemuk  mereka.

Lantas, makhluk apa yang bisa membunuh predator penyergap sepanjang  20 kaki? Spiekman mengatakan keragaman besar di Monte San Giorgio  berarti daftar pembunuh potensial sangat besar.

Dengan mengukur jarak antara tusukan gigi, para ilmuwan dapat  membandingkan ukuran gigitan dengan predator besar yang hidup di daerah  tersebut pada saat itu. &quot;Ini membuat kami memiliki daftar tersangka,&quot;  kata Spiekman.

BACA JUGA:
Mengenal Valentina V Tereshkova, Astronot Perempuan Pertama asal Rusia


Dinosaurus tersebut termasuk Cymbospondylus buchseri, ichthyosaurus  awal yang dapat tumbuh hingga sekitar 18 kaki (5,5 m) dan Nothosaurus  giganteus, reptil besar yang tumbuh hingga 23 kaki (7 m). Kemungkinan  ketiga adalah Helveticosaurus zollingeri, predator sepanjang 12 kaki  (3,6 m) yang &quot;sangat misterius&quot; dengan kaki depan yang kuat, ekor yang  lentur, dan moncong yang kuat dan bergigi.

Para peneliti mengatakan, meskipun leher panjang Tanystropheus adalah  titik lemah, reptil tersebut telah bertahan dengan leher panjang yang  kaku selama hingga 175 juta tahun.

&quot;Kami pikir kepala yang relatif kecil dan leher yang panjang akan  membantu Tanystropheus menyergap mangsanya, karena di air dengan jarak  pandang rendah, kepala ini akan sangat sulit dilihat mangsanya. Selain  itu, dengan menempel di air dangkal, Tanystropheus mungkin bisa  menghindari pemangsa besar,&quot; jelas dia.
</description><content:encoded>DALAM penemuan baru para ilmuwan menemukan fakta baru bahwa predator raksasa yang hidup 240 juta tahun tewas terpenggal hanya dalam satu gigitan brutal. Tentu saja, mahluk ini lebih menyeramkan pasalnya predator yang lehernya robek tersebut berukuran 6 meter.

Dinosaurus yang lehernya robek tersebut termasuk dalam spesies Tanystropheus hydroides, reptil laut yang dapat tumbuh hingga sepanjang 19,5 kaki (6 meter). Dinosaurus ini adalah predator penyergap yang makan ikan dan cumi-cumi di laguna tropis selama Trias Tengah (247 hingga 237 juta tahun lalu).

BACA JUGA:
7 Hewan yang Hidup Lebih dari 200 Tahun, Hydra Bahkan Bisa Abadi


Tanystropheus memiliki leher yang sangat panjang, dalam beberapa kasus leher mereka tiga kali lebih panjang dari batang tubuh mereka. Tanystropheus yang dipenggal itu berasal dari situs fosil Monte San Giorgio, yang berada di perbatasan Swiss dan Italia dan memegang rekor binatang laut terbesar dari Trias Tengah.


Penemuan ini pertama kali dilihat oleh Ahli paleontologi vertebrata di State Museum of Natural History Stuttgart, Stephan Spiekman, yang tengah mempelajari dua spesimen Tanystropheus sebagai bagian dari pekerjaan doktoralnya di Museum Paleontologi Swiss di Universitas Zurich.

Adapun Stephan Spiekman pertama, yakni T. hydroides, sedangkan yang kedua adalah T. longobardicus, spesies yang lebih kecil dengan panjang sekira 5 kaki (1,5 m). Pengamatan lebih dekat pada fosil menunjukkan bahwa lehernya telah dipotong, dengan bekas gigitan yang jelas pada beberapa vertebrata.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Spiekman dan Eudald Mujal, ahli paleontologi di State Museum of Natural History Stuttgart, menganalisis bekas gigitan dan patah tulang untuk mencari tahu apa yang terjadi pada makhluk purba ini. Temuan menunjukkan bahwa mereka diserang oleh predator lain yang tampaknya menargetkan leher panjang mereka sebagai titik lemah pada tubuh.

&quot;Kami menemukan dua tusukan gigi tepat di bagian leher yang patah, dan leher patah dalam satu dataran diagonal. Ini menunjukkan bahwa lehernya digigit dalam satu gigitan,&quot; kata Spiekman seperti dilansir dari Livescience.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Menurutnya, ada kemungkinan beberapa gigitan awal tidak mengenai tulang, tetapi sangat masuk akal bahwa predator besar menggigit leher dalam satu gigitan, mengingat predator besar yang ada di sekitar lingkungan itu.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan Senin (19 Juni) di Current Biology, para peneliti menemukan bukti yang menunjukkan bahwa serangan itu terjadi dari atas, dengan predator menukik ke bawah dan menggigit lehernya untuk memenggal kepala Tanystropheus.
Tidak ada jejak tubuh, tetapi kepala dan leher yang tersisa masih  sangat terawat. Ini menunjukkan pemangsa menargetkan leher panjang untuk  membunuh Tanystropheus dengan cepat, baru kemudian makan tubuh gemuk  mereka.

Lantas, makhluk apa yang bisa membunuh predator penyergap sepanjang  20 kaki? Spiekman mengatakan keragaman besar di Monte San Giorgio  berarti daftar pembunuh potensial sangat besar.

Dengan mengukur jarak antara tusukan gigi, para ilmuwan dapat  membandingkan ukuran gigitan dengan predator besar yang hidup di daerah  tersebut pada saat itu. &quot;Ini membuat kami memiliki daftar tersangka,&quot;  kata Spiekman.

BACA JUGA:
Mengenal Valentina V Tereshkova, Astronot Perempuan Pertama asal Rusia


Dinosaurus tersebut termasuk Cymbospondylus buchseri, ichthyosaurus  awal yang dapat tumbuh hingga sekitar 18 kaki (5,5 m) dan Nothosaurus  giganteus, reptil besar yang tumbuh hingga 23 kaki (7 m). Kemungkinan  ketiga adalah Helveticosaurus zollingeri, predator sepanjang 12 kaki  (3,6 m) yang &quot;sangat misterius&quot; dengan kaki depan yang kuat, ekor yang  lentur, dan moncong yang kuat dan bergigi.

Para peneliti mengatakan, meskipun leher panjang Tanystropheus adalah  titik lemah, reptil tersebut telah bertahan dengan leher panjang yang  kaku selama hingga 175 juta tahun.

&quot;Kami pikir kepala yang relatif kecil dan leher yang panjang akan  membantu Tanystropheus menyergap mangsanya, karena di air dengan jarak  pandang rendah, kepala ini akan sangat sulit dilihat mangsanya. Selain  itu, dengan menempel di air dangkal, Tanystropheus mungkin bisa  menghindari pemangsa besar,&quot; jelas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
