<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uni Eropa Wajibkan Baterai Handphone Mudah Diganti, Bakal Balik ke Desain Jadul?</title><description>Baterai portabel dalam ponsel harus dapat dengan mudah dilepas dan diganti sendiri.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/57/2834141/uni-eropa-wajibkan-baterai-handphone-mudah-diganti-bakal-balik-ke-desain-jadul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/57/2834141/uni-eropa-wajibkan-baterai-handphone-mudah-diganti-bakal-balik-ke-desain-jadul"/><item><title>Uni Eropa Wajibkan Baterai Handphone Mudah Diganti, Bakal Balik ke Desain Jadul?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/57/2834141/uni-eropa-wajibkan-baterai-handphone-mudah-diganti-bakal-balik-ke-desain-jadul</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/57/2834141/uni-eropa-wajibkan-baterai-handphone-mudah-diganti-bakal-balik-ke-desain-jadul</guid><pubDate>Selasa 20 Juni 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/20/57/2834141/uni-eropa-wajibkan-baterai-handphone-mudah-diganti-bakal-balik-ke-desain-jadul-dlkpTw6s9p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Smartphone. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/20/57/2834141/uni-eropa-wajibkan-baterai-handphone-mudah-diganti-bakal-balik-ke-desain-jadul-dlkpTw6s9p.jpg</image><title>Smartphone. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>TAMPILAN handphone saat ini memang dibuat seminimalis mungkin sehingga terlihat elegan dan stylish. Salah satu yang dibuat simpel yakni penggunaan baterai, jika dulu kita dapat melepas cover belakang untuk mengganti baterai, kini semua sudah tertutup.

Memang, di satu sisi kita mendapatkan tampilan ponsel yang keren, tapi di sisi lain penggantian baterai jadi lebih sulit dilakukan. Nah, dasar inilah yang kemudian membuat Uni Eropa merevisi aturan tentang baterai gawai seluler yang dijual di wilayah tersebut, termasuk membuatnya bisa diganti dengan mudah.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Dilansir dari Antara yang dikutip dari laman Gadgets360, undang-undang baru yang disahkan oleh mandat parlemen Uni Eropa itu merancang baterai portabel dalam peralatan sedemikian rupa sehingga konsumen dapat dengan mudah melepas dan menggantinya sendiri.

Aturan tersebut mencakup semua baterai isi ulang yang digunakan pada kendaraan listrik dan perangkat seluler seperti ponsel pintar, tablet, dan lainnya yang dijual di wilayah Uni Eropa.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Pekan lalu, dengan mayoritas suara 587 berbanding sembilan, Parlemen Uni Eropa menyetujui revisi peraturan sebelumnya untuk baterai dan limbah baterai.Aturan baru mencakup desain, produksi, dan pengelolaan limbah semua baterai isi ulang yang dijual di UE dan bertujuan untuk membuatnya lebih tahan lama, berkelanjutan, dan berkinerja lebih baik.

Menurut pedoman baru, baterai untuk kendaraan listrik dan sepeda serta baterai industri yang dapat diisi ulang dengan kapasitas di atas 2kWh harus membawa deklarasi jejak karbon, label, dan paspor digital.Untuk mendorong daur ulang baterai, peraturan baru itu  juga  memberikan persyaratan pada bahan yang dapat digunakan dalam baterai  baru. Target pengumpulan baterai portabel ditetapkan sebesar 45 persen  pada tahun 2023, 63 persen pada tahun 2027, dan 73 persen pada tahun  2030.

Untuk baterai dari &amp;ldquo;alat transportasi ringan&amp;rdquo; seperti skuter listrik,  targetnya adalah 51 persen pada tahun 2028 dan 61 persen pada tahun  2031.

BACA JUGA:
Nenek 76 Tahun yang Bangkit saat Pemakaman Kini Benar-Benar Meninggal


UE juga telah merancang target untuk pemulihan material bawaan atau  bahan baku yang bertujuan untuk memulihkan 50 persen lithium pada tahun  2027, dan 80 persen pada tahun 2031. Untuk kobalt, tembaga, timah, dan  nikel, UE telah menetapkan target 90 persen pada tahun 2027, dan 95  persen pada tahun 2031.

Adapun aturan terbaru untuk mengemas baterai portabel yang dapat  diganti pengguna, akan menjadi tantangan bagi raksasa teknologi seperti  Apple, Samsung, dan Xiaomi karena sebagian besar penawaran yang tersedia  di pasar memiliki baterai yang tidak dapat dilepas. Peraturan baru  tersebut dinilai dapat memaksa merek ponsel pintar untuk mendesain ulang  produk mereka.
</description><content:encoded>TAMPILAN handphone saat ini memang dibuat seminimalis mungkin sehingga terlihat elegan dan stylish. Salah satu yang dibuat simpel yakni penggunaan baterai, jika dulu kita dapat melepas cover belakang untuk mengganti baterai, kini semua sudah tertutup.

Memang, di satu sisi kita mendapatkan tampilan ponsel yang keren, tapi di sisi lain penggantian baterai jadi lebih sulit dilakukan. Nah, dasar inilah yang kemudian membuat Uni Eropa merevisi aturan tentang baterai gawai seluler yang dijual di wilayah tersebut, termasuk membuatnya bisa diganti dengan mudah.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Dilansir dari Antara yang dikutip dari laman Gadgets360, undang-undang baru yang disahkan oleh mandat parlemen Uni Eropa itu merancang baterai portabel dalam peralatan sedemikian rupa sehingga konsumen dapat dengan mudah melepas dan menggantinya sendiri.

Aturan tersebut mencakup semua baterai isi ulang yang digunakan pada kendaraan listrik dan perangkat seluler seperti ponsel pintar, tablet, dan lainnya yang dijual di wilayah Uni Eropa.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Pekan lalu, dengan mayoritas suara 587 berbanding sembilan, Parlemen Uni Eropa menyetujui revisi peraturan sebelumnya untuk baterai dan limbah baterai.Aturan baru mencakup desain, produksi, dan pengelolaan limbah semua baterai isi ulang yang dijual di UE dan bertujuan untuk membuatnya lebih tahan lama, berkelanjutan, dan berkinerja lebih baik.

Menurut pedoman baru, baterai untuk kendaraan listrik dan sepeda serta baterai industri yang dapat diisi ulang dengan kapasitas di atas 2kWh harus membawa deklarasi jejak karbon, label, dan paspor digital.Untuk mendorong daur ulang baterai, peraturan baru itu  juga  memberikan persyaratan pada bahan yang dapat digunakan dalam baterai  baru. Target pengumpulan baterai portabel ditetapkan sebesar 45 persen  pada tahun 2023, 63 persen pada tahun 2027, dan 73 persen pada tahun  2030.

Untuk baterai dari &amp;ldquo;alat transportasi ringan&amp;rdquo; seperti skuter listrik,  targetnya adalah 51 persen pada tahun 2028 dan 61 persen pada tahun  2031.

BACA JUGA:
Nenek 76 Tahun yang Bangkit saat Pemakaman Kini Benar-Benar Meninggal


UE juga telah merancang target untuk pemulihan material bawaan atau  bahan baku yang bertujuan untuk memulihkan 50 persen lithium pada tahun  2027, dan 80 persen pada tahun 2031. Untuk kobalt, tembaga, timah, dan  nikel, UE telah menetapkan target 90 persen pada tahun 2027, dan 95  persen pada tahun 2031.

Adapun aturan terbaru untuk mengemas baterai portabel yang dapat  diganti pengguna, akan menjadi tantangan bagi raksasa teknologi seperti  Apple, Samsung, dan Xiaomi karena sebagian besar penawaran yang tersedia  di pasar memiliki baterai yang tidak dapat dilepas. Peraturan baru  tersebut dinilai dapat memaksa merek ponsel pintar untuk mendesain ulang  produk mereka.
</content:encoded></item></channel></rss>
