<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Penampakan Kereta Kuda Maut yang Dikendarai Firaun saat Mabuk</title><description>Firaun Tutankhamun tewas karena ugal-ugalan saat mengendarai kereta kuda kesayangannya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/56/2833913/begini-penampakan-kereta-kuda-maut-yang-dikendarai-firaun-saat-mabuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/56/2833913/begini-penampakan-kereta-kuda-maut-yang-dikendarai-firaun-saat-mabuk"/><item><title>Begini Penampakan Kereta Kuda Maut yang Dikendarai Firaun saat Mabuk</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/56/2833913/begini-penampakan-kereta-kuda-maut-yang-dikendarai-firaun-saat-mabuk</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/56/2833913/begini-penampakan-kereta-kuda-maut-yang-dikendarai-firaun-saat-mabuk</guid><pubDate>Selasa 20 Juni 2023 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/20/56/2833913/begini-penampakan-kereta-kuda-maut-yang-dikendarai-firaun-saat-mabuk-IUklLW5ufj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Firaun Tutankhamun. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/20/56/2833913/begini-penampakan-kereta-kuda-maut-yang-dikendarai-firaun-saat-mabuk-IUklLW5ufj.jpg</image><title>Firaun Tutankhamun. (Foto: Reuters)</title></images><description>BARU-BARU ini seorang ilmuwan menyebut telah menemukan petunjuk kunci tentang penyebab kematian Firaun Tutankhamun yang mungkin telah diabaikan selama ini. Alih-alih meninggal karena malaria, Tutankhamun disebut tewas karena kecelakaan kereta kuda berkecepatan tinggi dalam keadaan mabuk.

Adalah Sofia Aziz, seorang Biomedis Egyptologist dari University of Manchester yang menyebut Firaun Tutankhamun tewas karena ugal-ugalan saat mengendarai kereta kuda kesayangannya.

Diketahui dalam makam Firaun Tutankhamun, ditemukan enam kereta kuda kesayangan milik firaun muda yang legendaris ini. Selain itu, kata Aziz, Raja Tutankhamun juga hobi meminum anggur.

BACA JUGA:
Ilmuwan Sebut Firaun Bukan Meninggal karena Malaria, Tapi Kecelakaan saat Mabuk


&amp;ldquo;Dia seperti remaja pada umumnya, mabuk dan mungkin mengendarai kereta terlalu cepat,&amp;rdquo; kata Sofia Aziz dikutip dari laman Science Focus.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kazawa University dan Grand Egyptian Museum (GEM) disebutkan bahwa kereta kuda milik Firaun Tutankhamun memang tidak dibuat untuk berjalan cepat. Kereta kuda tersebut hanya digunakan untuk acara-acara seremonial kerajaan seperti parade dan acara keagamaan.

&quot;Kereta kuda itu tidak ideal untuk digunakan berlari kencang karena mmeang bukan kereta kuda perang. Kereta kuda itu hanya digunakan untuk membawa raja Tutankhamun dan ratu Ankhesenamun di acara parade dan keagamaan,&quot; jelas Nozomu Kawai, Egyptology dari Kazawa University.

Diketahui Kazawa University dan GEM memang bekerja sama untuk merestorasi kereta kuda milik Firaun Tutankhamun. Seluruh kereta kuda tersebut kini jadi koleksi dari GEM hingga kini.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Menariknya dalam proses restorasi mereka menemukan banyak fakta terbaru. Kereta kuda milik penguasa Mesir pada tahun 1333 SM itu ternyata diyakini sebagai kereta kuda termoderen di masanya.

Saat restorasi dilakukan mereka melihat bahwa kereta kuda itu ternyata dilengkapi dengan kanopi yang bisa dilipat. Kanopi itu dipakai untuk memasang tirai guna membuat Firaun Tutankhamun nyaman selama menggunakan kereta kuda.

&quot;Kanopi dibuat untuk menghalangi sinar matahari. Bagian itu memainkan peran penting dalam meningkatkan otoritas raja yang mewakili dewa matahari,&amp;rdquo; kata Nozomu Kawai.Keberadaan kanopi itu juga membantahkan teori sebelumnya yang menduga  bahwa penggunaan kanopi di kereta kuda baru dikenalkan di era Ramses  II, firaun yang berkuasa di Mesir, seratus tahun setelah Firaun  Tutankhamun.

Nyatanya Firaun Tutankhamun jauh lebih dulu memasang kanopi itu di  kereta kuda kebanggaannya. &quot;Hal itu membuat kereta kuda milik Firaun  Tutankhamun merupakan yang tertua di dunia menggunakan kanopi,&quot; jelas  Nozomu Kawai.

Selain keberadaan kanopi, kereta kuda milik Firaun Tutankhamun dibuat  dengan material yang istimewa. Bahan dasarnya memang kayu seperti  kereta kuda pada umumnya. Hanya saja kayunya diyakini bukan diambil dari  pohon-pohon yang ada di Mesir tapi dari kawasan Timur Mediterania.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Istimewanya lagi kereta kuda itu dilapisi dengan emas sehingga  membuat kendaraan itu tampil mencolok. Dari segi dimensi kereta kuda  milik Firaun Tutankhamun memiliki bagian  penumpang berukuran lebar 1,02  meter dan panjang 44 sentimeter. Jika palang panjang di depan  disertakan, panjang kendaraan adalah 2,03 meter.

Untuk kanopi diperkirakan memiliki ukuran lebar 98 cm, panjang 44 cm  dan tinggi 2,01 meter. Kanopi itu memiliki 28 tulang rangka trapesium  yang dapat dilipat. Rangka tersebut diyakini telah dilapisi oleh linen  agar mudah dilipat.
</description><content:encoded>BARU-BARU ini seorang ilmuwan menyebut telah menemukan petunjuk kunci tentang penyebab kematian Firaun Tutankhamun yang mungkin telah diabaikan selama ini. Alih-alih meninggal karena malaria, Tutankhamun disebut tewas karena kecelakaan kereta kuda berkecepatan tinggi dalam keadaan mabuk.

Adalah Sofia Aziz, seorang Biomedis Egyptologist dari University of Manchester yang menyebut Firaun Tutankhamun tewas karena ugal-ugalan saat mengendarai kereta kuda kesayangannya.

Diketahui dalam makam Firaun Tutankhamun, ditemukan enam kereta kuda kesayangan milik firaun muda yang legendaris ini. Selain itu, kata Aziz, Raja Tutankhamun juga hobi meminum anggur.

BACA JUGA:
Ilmuwan Sebut Firaun Bukan Meninggal karena Malaria, Tapi Kecelakaan saat Mabuk


&amp;ldquo;Dia seperti remaja pada umumnya, mabuk dan mungkin mengendarai kereta terlalu cepat,&amp;rdquo; kata Sofia Aziz dikutip dari laman Science Focus.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kazawa University dan Grand Egyptian Museum (GEM) disebutkan bahwa kereta kuda milik Firaun Tutankhamun memang tidak dibuat untuk berjalan cepat. Kereta kuda tersebut hanya digunakan untuk acara-acara seremonial kerajaan seperti parade dan acara keagamaan.

&quot;Kereta kuda itu tidak ideal untuk digunakan berlari kencang karena mmeang bukan kereta kuda perang. Kereta kuda itu hanya digunakan untuk membawa raja Tutankhamun dan ratu Ankhesenamun di acara parade dan keagamaan,&quot; jelas Nozomu Kawai, Egyptology dari Kazawa University.

Diketahui Kazawa University dan GEM memang bekerja sama untuk merestorasi kereta kuda milik Firaun Tutankhamun. Seluruh kereta kuda tersebut kini jadi koleksi dari GEM hingga kini.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Menariknya dalam proses restorasi mereka menemukan banyak fakta terbaru. Kereta kuda milik penguasa Mesir pada tahun 1333 SM itu ternyata diyakini sebagai kereta kuda termoderen di masanya.

Saat restorasi dilakukan mereka melihat bahwa kereta kuda itu ternyata dilengkapi dengan kanopi yang bisa dilipat. Kanopi itu dipakai untuk memasang tirai guna membuat Firaun Tutankhamun nyaman selama menggunakan kereta kuda.

&quot;Kanopi dibuat untuk menghalangi sinar matahari. Bagian itu memainkan peran penting dalam meningkatkan otoritas raja yang mewakili dewa matahari,&amp;rdquo; kata Nozomu Kawai.Keberadaan kanopi itu juga membantahkan teori sebelumnya yang menduga  bahwa penggunaan kanopi di kereta kuda baru dikenalkan di era Ramses  II, firaun yang berkuasa di Mesir, seratus tahun setelah Firaun  Tutankhamun.

Nyatanya Firaun Tutankhamun jauh lebih dulu memasang kanopi itu di  kereta kuda kebanggaannya. &quot;Hal itu membuat kereta kuda milik Firaun  Tutankhamun merupakan yang tertua di dunia menggunakan kanopi,&quot; jelas  Nozomu Kawai.

Selain keberadaan kanopi, kereta kuda milik Firaun Tutankhamun dibuat  dengan material yang istimewa. Bahan dasarnya memang kayu seperti  kereta kuda pada umumnya. Hanya saja kayunya diyakini bukan diambil dari  pohon-pohon yang ada di Mesir tapi dari kawasan Timur Mediterania.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Istimewanya lagi kereta kuda itu dilapisi dengan emas sehingga  membuat kendaraan itu tampil mencolok. Dari segi dimensi kereta kuda  milik Firaun Tutankhamun memiliki bagian  penumpang berukuran lebar 1,02  meter dan panjang 44 sentimeter. Jika palang panjang di depan  disertakan, panjang kendaraan adalah 2,03 meter.

Untuk kanopi diperkirakan memiliki ukuran lebar 98 cm, panjang 44 cm  dan tinggi 2,01 meter. Kanopi itu memiliki 28 tulang rangka trapesium  yang dapat dilipat. Rangka tersebut diyakini telah dilapisi oleh linen  agar mudah dilipat.
</content:encoded></item></channel></rss>
