<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Satelit di Luar Angkasa Tak Jatuh ke Bumi?</title><description>Banyak yang mungkin bertanya kenapa satelit tidak jatuh ke Bumi padahal ada gravitasi bumi?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834153/kenapa-satelit-di-luar-angkasa-tak-jatuh-ke-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834153/kenapa-satelit-di-luar-angkasa-tak-jatuh-ke-bumi"/><item><title>Kenapa Satelit di Luar Angkasa Tak Jatuh ke Bumi?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834153/kenapa-satelit-di-luar-angkasa-tak-jatuh-ke-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834153/kenapa-satelit-di-luar-angkasa-tak-jatuh-ke-bumi</guid><pubDate>Selasa 20 Juni 2023 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/20/54/2834153/kenapa-satelit-di-luar-angkasa-tak-jatuh-ke-bumi-amT7EU5Evh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Satelit. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/20/54/2834153/kenapa-satelit-di-luar-angkasa-tak-jatuh-ke-bumi-amT7EU5Evh.jpg</image><title>Ilustrasi Satelit. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>INDONESIA akhirnya memiliki satelit pribadi yakni Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1). Satelit multifungsi milik Pemerintah itu akan menempati orbit 146&amp;deg;BT tepat di atas Pulau Papua. Satelit tersebut pun akan terbang mengelilingi bumi dan memberikan akses internet pada daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Nah, banyak yang mungkin bertanya kenapa satelit tidak jatuh ke Bumi padahal ada gravitasi bumi? Padahal untuk membawa mereka ke angkasa saja, dibutuhkan roket berkekuatan dahsyat guna melawan gravitasi sehingga bisa sampai ke titik tujuannya.

BACA JUGA:
Mengenal Valentina V Tereshkova, Astronot Perempuan Pertama asal Rusia


Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan. Mengingat satelit berada di luar angkasa tanpa bahan bakar serta dorongan dari mesin apapun untuk membuatnya tetap berada di posisinya bertahun-tahun.

Lantas, bagaimana satelit tidak jatuh ke Bumi dan bisa tetap berada di orbit? Untuk menjawabnya, simak penjelasan berikut ini, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Satelit tidak jatuh dan dapat terus mengorbit di sekitar Bumi karena mereka terkunci pada kecepatan yang cukup untuk mengalahkan tarikan gravitasi ke bawah. Mereka dikirim dengan roket yang berkecepatan 25.039 mph untuk keluar dari atmosfer.

Begitu roket mencapai lokasi yang ditentukan, roket akan menjatuhkan satelit ke orbitnya. Kecepatan awal satelit yang dipertahankan saat terlepas dari kendaraan peluncuran cukup untuk mempertahankan satelit di orbit selama ratusan tahun.Satelit mempertahankan orbitnya dengan menyeimbangkan dua faktor,  yaitu kecepatannya (kecepatan yang diperlukan untuk melakukan perjalanan  dalam garis lurus) dan tarikan gravitasi yang dimiliki Bumi.

Satelit yang mengorbit lebih dekat ke Bumi membutuhkan lebih banyak  kecepatan untuk menahan tarikan gravitasi yang lebih kuat. Menariknya  mereka hanya membawa sedikit daya yang dicadangkan untuk mengubah orbit  atau menghindari tabrakan.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Meski demikian, satelit dapat mempertahankan operasi di orbitnya  untuk waktu yang lama. Satelit GOES-3 NOAA misalnya memiliki masa  operasional selama lima dekade berbeda atau enam presiden AS berbeda.

Satelit GOES-3 membuat sejarah pada 16 Juni 1978, ketika menjadi  Satelit Lingkungan Operasional Geostasioner (GOES) ketiga NOAA yang  ditempatkan di orbit. Satelit GOES-3 sendiri menjadi salah satu satelit  tertua yang terus beroperasi di orbit.
</description><content:encoded>INDONESIA akhirnya memiliki satelit pribadi yakni Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1). Satelit multifungsi milik Pemerintah itu akan menempati orbit 146&amp;deg;BT tepat di atas Pulau Papua. Satelit tersebut pun akan terbang mengelilingi bumi dan memberikan akses internet pada daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Nah, banyak yang mungkin bertanya kenapa satelit tidak jatuh ke Bumi padahal ada gravitasi bumi? Padahal untuk membawa mereka ke angkasa saja, dibutuhkan roket berkekuatan dahsyat guna melawan gravitasi sehingga bisa sampai ke titik tujuannya.

BACA JUGA:
Mengenal Valentina V Tereshkova, Astronot Perempuan Pertama asal Rusia


Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyakan. Mengingat satelit berada di luar angkasa tanpa bahan bakar serta dorongan dari mesin apapun untuk membuatnya tetap berada di posisinya bertahun-tahun.

Lantas, bagaimana satelit tidak jatuh ke Bumi dan bisa tetap berada di orbit? Untuk menjawabnya, simak penjelasan berikut ini, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Satelit tidak jatuh dan dapat terus mengorbit di sekitar Bumi karena mereka terkunci pada kecepatan yang cukup untuk mengalahkan tarikan gravitasi ke bawah. Mereka dikirim dengan roket yang berkecepatan 25.039 mph untuk keluar dari atmosfer.

Begitu roket mencapai lokasi yang ditentukan, roket akan menjatuhkan satelit ke orbitnya. Kecepatan awal satelit yang dipertahankan saat terlepas dari kendaraan peluncuran cukup untuk mempertahankan satelit di orbit selama ratusan tahun.Satelit mempertahankan orbitnya dengan menyeimbangkan dua faktor,  yaitu kecepatannya (kecepatan yang diperlukan untuk melakukan perjalanan  dalam garis lurus) dan tarikan gravitasi yang dimiliki Bumi.

Satelit yang mengorbit lebih dekat ke Bumi membutuhkan lebih banyak  kecepatan untuk menahan tarikan gravitasi yang lebih kuat. Menariknya  mereka hanya membawa sedikit daya yang dicadangkan untuk mengubah orbit  atau menghindari tabrakan.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Meski demikian, satelit dapat mempertahankan operasi di orbitnya  untuk waktu yang lama. Satelit GOES-3 NOAA misalnya memiliki masa  operasional selama lima dekade berbeda atau enam presiden AS berbeda.

Satelit GOES-3 membuat sejarah pada 16 Juni 1978, ketika menjadi  Satelit Lingkungan Operasional Geostasioner (GOES) ketiga NOAA yang  ditempatkan di orbit. Satelit GOES-3 sendiri menjadi salah satu satelit  tertua yang terus beroperasi di orbit.
</content:encoded></item></channel></rss>
