<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei Ungkap Baru 45 Persen Pekerja di Indonesia yang Manfaatkan AI</title><description>Sebanyak 45 persen responden saat ini juga menggunakan platform berbasis AI untuk menunjang efektivitas pekerjaan,</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834112/survei-ungkap-baru-45-persen-pekerja-di-indonesia-yang-manfaatkan-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834112/survei-ungkap-baru-45-persen-pekerja-di-indonesia-yang-manfaatkan-ai"/><item><title>Survei Ungkap Baru 45 Persen Pekerja di Indonesia yang Manfaatkan AI</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834112/survei-ungkap-baru-45-persen-pekerja-di-indonesia-yang-manfaatkan-ai</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/20/54/2834112/survei-ungkap-baru-45-persen-pekerja-di-indonesia-yang-manfaatkan-ai</guid><pubDate>Selasa 20 Juni 2023 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/20/54/2834112/survei-ungkap-baru-45-persen-pekerja-di-indonesia-yang-manfaatkan-ai-P730IGXm1f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/20/54/2834112/survei-ungkap-baru-45-persen-pekerja-di-indonesia-yang-manfaatkan-ai-P730IGXm1f.jpg</image><title>Ilustrasi AI. (Foto: Freepik)</title></images><description>SEBUAH survei yang dilakukan oleh Populix pada 2023 ini menyebut penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia untuk mendukung pekerjaan masih minim. Tercatat mereka yang memanfaatkan AI tersebut belum mencapai 50 persen.

Survei yang diberi judul &amp;ldquo;Unveiling the Tech Revolution: How Technology Reshapes the Future of Work&amp;rdquo; itu dilakukan secara daring melalui aplikasi Populix dengan melibatkan 1.014 responden laki-laki dan perempuan muslim berusia 17-55 tahun di Indonesia.

Menurut survei, sebanyak 45 persen responden saat ini juga menggunakan platform berbasis AI untuk menunjang efektivitas pekerjaan, seperti ChatGPT (52 persen), dan Copy.ai (29 persen).

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Platform tersebut banyak digunakan oleh masyarakat karena terdapat tools untuk bekerja (75 persen), banyak template untuk pekerjaan lainnya (53 persen), dan membantu mencari ide (44 persen). Penggunaan platform-platform tersebut juga diwajibkan oleh kantor, institusi, dan kampus untuk digunakan (26 persen).

Survei tersebut merujuk 77 persen orang-orang di Indonesia menggunakan Zoom untuk mendukung mendukung produktivitas mereka, diikuti Google Workspace (54 persen), Microsoft Teams (30 persen), dan Skype (24 persen), demikian menurut

Survei juga mengungkap platform yang banyak digunakan oleh perusahaan yakni Zoom (68 persen), Google Workspace (49 persen), Microsoft Teams (31 persen), dan Google Product (19 persen).

BACA JUGA:
Begini Penampakan Kereta Kuda Maut yang Dikendarai Firaun saat Mabuk


Co-Founder dan CEO Populix, Timothy Astandu mengatakan kehadiran platform kecerdasan buatan membantu karyawan dalam meningkatkan kreativitas. &quot;Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai pelatihan dengan mudah dan murah,&quot; kata dia.

Survei mengungkapkan sebanyak 73 persen responden saat ini bekerja sesuai dengan passion mereka. Walaupun begitu, mereka terus ingin meningkatkan kemampuan mereka di berbagai bidang lainnya agar dapat bersaing dengan kondisi kerja masa depan.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Sebanyak 8 dari 10 responden tertarik untuk mengikuti kegiatan yang dapat mendukung pengembangan keahlian seperti public speaking (46 persen), entrepreneurship (45 persen), digital marketing (44 persen), data analysis (42 persen), dan communication skill (40 persen).

Lebih dalam mengenai temuan ini, Gen Z lebih tertarik untuk meningkatkan kemampuan mereka di bidang public speaking, sedangkan milenial dan generasi tua lebih tertarik untuk meningkatkan kemampuan di bidang entrepreneurship.Untuk mengembangkan kemampuannya responden tidak ragu untuk mencari  dan mengikuti pelatihan secara pribadi seperti pelatihan daring (76  persen), pelatihan luring (54 persen), dan pelatihan yang dilakukan oleh  komunitas (48 persen).

Ruangguru menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan oleh  responden untuk mengikuti berbagai pelatihan (42 persen), diikuti  Brainly (32 persen), Canva Design School (30 persen), dan Coursera (22  persen).

Sementara itu, perusahaan juga melakukan berbagai cara untuk  meningkatkan kemampuan karyawannya seperti melakukan pelatihan secara  internal (58 persen), menggunakan aplikasi (52 persen), dan vendor  training (27 persen). Menurut survei, beberapa aplikasi pelatihan yang  digunakan oleh perusahaan yakni Ruangguru (44 persen), Brainly (30  persen), dan Canva Design School (28 persen).

BACA JUGA:
Nenek 76 Tahun yang Bangkit saat Pemakaman Kini Benar-Benar Meninggal


Beberapa topik pelatihan yang banyak diminati karyawan pada pelatihan  internal adalah public speaking (46 persen), communication skill (41  persen), entrepreneurship (36 persen), data analysis (35 persen),  digital marketing (34 persen), dan leadership (32 persen).

Melalui pelatihan karyawan berharap setelahnya dapat mempermudah  pekerjaan (78 persen), memperluas koneksi (62 persen), menambah  portofolio (57 persen), mendapatkan kenaikan gaji (47 persen) dan  mendapatkan promosi jabatan (43 persen).
</description><content:encoded>SEBUAH survei yang dilakukan oleh Populix pada 2023 ini menyebut penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia untuk mendukung pekerjaan masih minim. Tercatat mereka yang memanfaatkan AI tersebut belum mencapai 50 persen.

Survei yang diberi judul &amp;ldquo;Unveiling the Tech Revolution: How Technology Reshapes the Future of Work&amp;rdquo; itu dilakukan secara daring melalui aplikasi Populix dengan melibatkan 1.014 responden laki-laki dan perempuan muslim berusia 17-55 tahun di Indonesia.

Menurut survei, sebanyak 45 persen responden saat ini juga menggunakan platform berbasis AI untuk menunjang efektivitas pekerjaan, seperti ChatGPT (52 persen), dan Copy.ai (29 persen).

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


Platform tersebut banyak digunakan oleh masyarakat karena terdapat tools untuk bekerja (75 persen), banyak template untuk pekerjaan lainnya (53 persen), dan membantu mencari ide (44 persen). Penggunaan platform-platform tersebut juga diwajibkan oleh kantor, institusi, dan kampus untuk digunakan (26 persen).

Survei tersebut merujuk 77 persen orang-orang di Indonesia menggunakan Zoom untuk mendukung mendukung produktivitas mereka, diikuti Google Workspace (54 persen), Microsoft Teams (30 persen), dan Skype (24 persen), demikian menurut

Survei juga mengungkap platform yang banyak digunakan oleh perusahaan yakni Zoom (68 persen), Google Workspace (49 persen), Microsoft Teams (31 persen), dan Google Product (19 persen).

BACA JUGA:
Begini Penampakan Kereta Kuda Maut yang Dikendarai Firaun saat Mabuk


Co-Founder dan CEO Populix, Timothy Astandu mengatakan kehadiran platform kecerdasan buatan membantu karyawan dalam meningkatkan kreativitas. &quot;Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai pelatihan dengan mudah dan murah,&quot; kata dia.

Survei mengungkapkan sebanyak 73 persen responden saat ini bekerja sesuai dengan passion mereka. Walaupun begitu, mereka terus ingin meningkatkan kemampuan mereka di berbagai bidang lainnya agar dapat bersaing dengan kondisi kerja masa depan.

BACA JUGA:
Setelah Kuadriliun, Kuintiliun dan Sextillion, Berapa Bilangan Paling Besar yang Ada di Dunia?


Sebanyak 8 dari 10 responden tertarik untuk mengikuti kegiatan yang dapat mendukung pengembangan keahlian seperti public speaking (46 persen), entrepreneurship (45 persen), digital marketing (44 persen), data analysis (42 persen), dan communication skill (40 persen).

Lebih dalam mengenai temuan ini, Gen Z lebih tertarik untuk meningkatkan kemampuan mereka di bidang public speaking, sedangkan milenial dan generasi tua lebih tertarik untuk meningkatkan kemampuan di bidang entrepreneurship.Untuk mengembangkan kemampuannya responden tidak ragu untuk mencari  dan mengikuti pelatihan secara pribadi seperti pelatihan daring (76  persen), pelatihan luring (54 persen), dan pelatihan yang dilakukan oleh  komunitas (48 persen).

Ruangguru menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan oleh  responden untuk mengikuti berbagai pelatihan (42 persen), diikuti  Brainly (32 persen), Canva Design School (30 persen), dan Coursera (22  persen).

Sementara itu, perusahaan juga melakukan berbagai cara untuk  meningkatkan kemampuan karyawannya seperti melakukan pelatihan secara  internal (58 persen), menggunakan aplikasi (52 persen), dan vendor  training (27 persen). Menurut survei, beberapa aplikasi pelatihan yang  digunakan oleh perusahaan yakni Ruangguru (44 persen), Brainly (30  persen), dan Canva Design School (28 persen).

BACA JUGA:
Nenek 76 Tahun yang Bangkit saat Pemakaman Kini Benar-Benar Meninggal


Beberapa topik pelatihan yang banyak diminati karyawan pada pelatihan  internal adalah public speaking (46 persen), communication skill (41  persen), entrepreneurship (36 persen), data analysis (35 persen),  digital marketing (34 persen), dan leadership (32 persen).

Melalui pelatihan karyawan berharap setelahnya dapat mempermudah  pekerjaan (78 persen), memperluas koneksi (62 persen), menambah  portofolio (57 persen), mendapatkan kenaikan gaji (47 persen) dan  mendapatkan promosi jabatan (43 persen).
</content:encoded></item></channel></rss>
