<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapa Saja yang Kebagian Akses Internet dari SATRIA-1?</title><description>Satelit tersebut pun nantinya akan memiliki kapasitas 150 Gbps.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833522/siapa-saja-yang-kebagian-akses-internet-dari-satria-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833522/siapa-saja-yang-kebagian-akses-internet-dari-satria-1"/><item><title>Siapa Saja yang Kebagian Akses Internet dari SATRIA-1?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833522/siapa-saja-yang-kebagian-akses-internet-dari-satria-1</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833522/siapa-saja-yang-kebagian-akses-internet-dari-satria-1</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/19/54/2833522/siapa-saja-yang-kebagian-akses-internet-dari-satria-1-mIK6xAaIkP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Satelit. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/19/54/2833522/siapa-saja-yang-kebagian-akses-internet-dari-satria-1-mIK6xAaIkP.jpg</image><title>Ilustrasi Satelit. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PEMERINTAH berhasil meluncurkan satelit pertama Indonesia yakni Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1). Satelit ini pun meluncur dari Cape Canaveral Space Lauch Complex 40 (SLC 40), Florida, Amerika Serikat.

Meski demikian, satelit ini belum bisa beroperasi secara maksimal lantaran harus  melewati proses pengetesan sejak diluncurkan sampai November mendatang.  Satelit tersebut pun nantinya akan memiliki kapasitas 150 Gbps dan diperuntukkan untuk menghadirkan internet di kawasan terdepan, tertinggal, terluar (3T).

BACA JUGA:
SATRIA-1 Jadi Awal Baru Era Internet di Indonesia


Sembari menunggu SATRIA-1 siap digunakan, Pemerintah Indonesia pun akan menentukan titik-titik prioritas layanan internet, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan telah menyiapkan rapat koordinasi dengan lembaga maupun kementerian terkait untuk membahas hal itu.

Adapun rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga tersebut difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) selaku Kementerian yang mengoordinasi pelaksanaan tugas dari Kemenkominfo.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


&quot;Besok kita akan mengundang perwakilan Kemendikbudristek, Kementerian Kesehatan, Pemda, Polri dan TNI untuk mengidentifikasi titik-titik layanan yang memang dibutuhkan saat ini supaya diprioritaskan dahulu dalam penyiapan ground segment-nya,&quot; kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo Arief Tri Hardiyanto di Orlando, Florida, seperti dilansir dari Antara.

Pria yang juga merupakan Inspektur Jenderal Kemenkominfo itu kemudian menambahkan rapat koordinasi itu berjalan paralel seiring dengan SATRIA-1 yang saat ini bergerak menuju orbitnya setelah berhasil diluncurkan.Nantinya setelah ditemukan kesepakatan titik-titik prioritas penerima  layanan SATRIA-1, maka Pemerintah Indonesia akan mendahulukan  pemasangan ground segment atau alat penerima sinyal internet satelit di  titik-titik tersebut.

Adapun SATRIA-1 berhasil meluncur ke angkasa menggunakan roket milik  perusahaan antariksa SpaceX dari Cape Canaveral Space Launch Complex SLC  40, Florida, AS pada pukul 18.21 waktu setempat.

BACA JUGA:
Sukses Meluncur, SATRIA-1 Kini Berada di Atas Langit Papua


Secara khusus internet tersebut diperuntukkan bagi  fasilitas-fasilitas publik seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah,  kantor pemerintah daerah di desa, kelurahan, maupun kecamatan, hingga di  fasilitas keamanan seperti kantor polisi dan TNI.

Pada tahap pertama operasi rencananya akan ada sekitar 2.000-3.000  titik yang dilayani oleh SATRIA-1, dan dalam periode dua hingga tiga  tahun selanjutnya satelit itu direncanakan bisa memberikan akses  internet di 50.000 titik fasilitas umum di wilayah 3T.
</description><content:encoded>PEMERINTAH berhasil meluncurkan satelit pertama Indonesia yakni Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1). Satelit ini pun meluncur dari Cape Canaveral Space Lauch Complex 40 (SLC 40), Florida, Amerika Serikat.

Meski demikian, satelit ini belum bisa beroperasi secara maksimal lantaran harus  melewati proses pengetesan sejak diluncurkan sampai November mendatang.  Satelit tersebut pun nantinya akan memiliki kapasitas 150 Gbps dan diperuntukkan untuk menghadirkan internet di kawasan terdepan, tertinggal, terluar (3T).

BACA JUGA:
SATRIA-1 Jadi Awal Baru Era Internet di Indonesia


Sembari menunggu SATRIA-1 siap digunakan, Pemerintah Indonesia pun akan menentukan titik-titik prioritas layanan internet, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan telah menyiapkan rapat koordinasi dengan lembaga maupun kementerian terkait untuk membahas hal itu.

Adapun rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga tersebut difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) selaku Kementerian yang mengoordinasi pelaksanaan tugas dari Kemenkominfo.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Kecoak Lebih Menyeramkan saat Terbang?


&quot;Besok kita akan mengundang perwakilan Kemendikbudristek, Kementerian Kesehatan, Pemda, Polri dan TNI untuk mengidentifikasi titik-titik layanan yang memang dibutuhkan saat ini supaya diprioritaskan dahulu dalam penyiapan ground segment-nya,&quot; kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo Arief Tri Hardiyanto di Orlando, Florida, seperti dilansir dari Antara.

Pria yang juga merupakan Inspektur Jenderal Kemenkominfo itu kemudian menambahkan rapat koordinasi itu berjalan paralel seiring dengan SATRIA-1 yang saat ini bergerak menuju orbitnya setelah berhasil diluncurkan.Nantinya setelah ditemukan kesepakatan titik-titik prioritas penerima  layanan SATRIA-1, maka Pemerintah Indonesia akan mendahulukan  pemasangan ground segment atau alat penerima sinyal internet satelit di  titik-titik tersebut.

Adapun SATRIA-1 berhasil meluncur ke angkasa menggunakan roket milik  perusahaan antariksa SpaceX dari Cape Canaveral Space Launch Complex SLC  40, Florida, AS pada pukul 18.21 waktu setempat.

BACA JUGA:
Sukses Meluncur, SATRIA-1 Kini Berada di Atas Langit Papua


Secara khusus internet tersebut diperuntukkan bagi  fasilitas-fasilitas publik seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah,  kantor pemerintah daerah di desa, kelurahan, maupun kecamatan, hingga di  fasilitas keamanan seperti kantor polisi dan TNI.

Pada tahap pertama operasi rencananya akan ada sekitar 2.000-3.000  titik yang dilayani oleh SATRIA-1, dan dalam periode dua hingga tiga  tahun selanjutnya satelit itu direncanakan bisa memberikan akses  internet di 50.000 titik fasilitas umum di wilayah 3T.
</content:encoded></item></channel></rss>
