<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SATRIA-1 Belum Bisa Dipakai, Kominfo Masih Siapkan Bangun VSAT</title><description>Nantinya internet dapat dimanfaatkan di titik layanan yang telah ditentukan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833469/satria-1-belum-bisa-dipakai-kominfo-masih-siapkan-bangun-vsat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833469/satria-1-belum-bisa-dipakai-kominfo-masih-siapkan-bangun-vsat"/><item><title>SATRIA-1 Belum Bisa Dipakai, Kominfo Masih Siapkan Bangun VSAT</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833469/satria-1-belum-bisa-dipakai-kominfo-masih-siapkan-bangun-vsat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/19/54/2833469/satria-1-belum-bisa-dipakai-kominfo-masih-siapkan-bangun-vsat</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/19/54/2833469/satria-1-belum-bisa-dipakai-kominfo-masih-siapkan-bangun-vsat-WihTVj5YRc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Satelit SATRIA-1. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/19/54/2833469/satria-1-belum-bisa-dipakai-kominfo-masih-siapkan-bangun-vsat-WihTVj5YRc.jpg</image><title>Ilustrasi Satelit SATRIA-1. (Foto: Freepik)</title></images><description>ADANYA Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1) diyakini dapat memberikan akses internet di kawasan terdepan, terluar, tertinggal (3T) Indonesia. Memang, SATRIA-1 masih akan melewati proses pengetesan dari Juni ini sejak diluncurkan sampai November mendatang.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan, pihaknya tengah bersiap membangun dukungan infrastruktur berupa Very Small Aperture Terminal (VSAT) di fasilitas-fasilitas publik prioritas di kawasan 3T usai SATRIA-1 berhasil meluncur.

BACA JUGA:
SATRIA-1 Jadi Awal Baru Era Internet di Indonesia


VSAT dalam hal ini berperan sebagai salah satu bagian ground segment yang menjadi stasiun penerima sinyal sehingga nantinya internet dapat dimanfaatkan di titik layanan yang telah ditentukan.

&quot;Tentunya kita harus menyiapkan ground segment-nya. Setelah ada 11 stasiun bumi itu juga perlu ada ground segment di titik pelayanan yang akan dituju (dalam bentuk) VSAT dan WiFi,&quot; kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo Arief Tri Hardiyanto di Orlando, Florida, seperti dilansir dari Antara.

&quot;Kita coba siapkan ini paralel sembari menunggu satelit menuju orbitnya di 146 Bujur Timur,&quot; tambah dia.


BACA JUGA:
Sukses Meluncur, SATRIA-1 Kini Berada di Atas Langit Papua

Adapun VSAT akan memiliki antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Alat tersebut bisa menerima dan mengirimkan data ke satelit, satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.

Maka dari itu diperlukan rapat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk menentukan titik fasilitas publik yang akan diprioritaskan dalam pembangunan ground segment.Dengan demikian ketika SATRIA-1 sampai di orbit, layanan internet  yang disiapkan bisa segera dimanfaatkan. &quot;Ya mudah-mudahan sesuai dengan  rencana tidak ada gap antara ketersediaan satelit dengan ground  segment,&quot; ujar Arief.

Selain menyiapkan layanan VSAT, Kemenkominfo melalui PT Satelit  Nusantara Tiga (SNT) serta Thales Alenia Space akan tetap melakukan  pemantauan selama enam bulan ke depan hingga satelit bisa masuk orbit  dengan sempurna.

BACA JUGA:
Begini Komentar Mahfud MD Terkait Peluncuran SATRIA-1


SATRIA-1 sejak awal direncanakan untuk menghadirkan internet di  kawasan terdepan, tertinggal, terluar (3T) khususnya di  fasilitas-fasilitas publik. Fasilitas-fasilitas publik itu seperti rumah  sakit, puskesmas, sekolah, kantor pemerintah daerah di desa, kelurahan,  maupun kecamatan, hingga di fasilitas keamanan seperti kantor polisi  dan TNI.

SATRIA-1 berhasil meluncur ke angkasa menggunakan roket milik  perusahaan antariksa SpaceX dari Cape Canaveral Space Launch Complex SLC  40, Florida, AS pada pukul 18.21 waktu setempat. Diperkirakan SATRIA-1  akan mulai bisa beroperasi penuh pada akhir 2023 atau awal 2024.
</description><content:encoded>ADANYA Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1) diyakini dapat memberikan akses internet di kawasan terdepan, terluar, tertinggal (3T) Indonesia. Memang, SATRIA-1 masih akan melewati proses pengetesan dari Juni ini sejak diluncurkan sampai November mendatang.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan, pihaknya tengah bersiap membangun dukungan infrastruktur berupa Very Small Aperture Terminal (VSAT) di fasilitas-fasilitas publik prioritas di kawasan 3T usai SATRIA-1 berhasil meluncur.

BACA JUGA:
SATRIA-1 Jadi Awal Baru Era Internet di Indonesia


VSAT dalam hal ini berperan sebagai salah satu bagian ground segment yang menjadi stasiun penerima sinyal sehingga nantinya internet dapat dimanfaatkan di titik layanan yang telah ditentukan.

&quot;Tentunya kita harus menyiapkan ground segment-nya. Setelah ada 11 stasiun bumi itu juga perlu ada ground segment di titik pelayanan yang akan dituju (dalam bentuk) VSAT dan WiFi,&quot; kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo Arief Tri Hardiyanto di Orlando, Florida, seperti dilansir dari Antara.

&quot;Kita coba siapkan ini paralel sembari menunggu satelit menuju orbitnya di 146 Bujur Timur,&quot; tambah dia.


BACA JUGA:
Sukses Meluncur, SATRIA-1 Kini Berada di Atas Langit Papua

Adapun VSAT akan memiliki antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Alat tersebut bisa menerima dan mengirimkan data ke satelit, satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.

Maka dari itu diperlukan rapat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk menentukan titik fasilitas publik yang akan diprioritaskan dalam pembangunan ground segment.Dengan demikian ketika SATRIA-1 sampai di orbit, layanan internet  yang disiapkan bisa segera dimanfaatkan. &quot;Ya mudah-mudahan sesuai dengan  rencana tidak ada gap antara ketersediaan satelit dengan ground  segment,&quot; ujar Arief.

Selain menyiapkan layanan VSAT, Kemenkominfo melalui PT Satelit  Nusantara Tiga (SNT) serta Thales Alenia Space akan tetap melakukan  pemantauan selama enam bulan ke depan hingga satelit bisa masuk orbit  dengan sempurna.

BACA JUGA:
Begini Komentar Mahfud MD Terkait Peluncuran SATRIA-1


SATRIA-1 sejak awal direncanakan untuk menghadirkan internet di  kawasan terdepan, tertinggal, terluar (3T) khususnya di  fasilitas-fasilitas publik. Fasilitas-fasilitas publik itu seperti rumah  sakit, puskesmas, sekolah, kantor pemerintah daerah di desa, kelurahan,  maupun kecamatan, hingga di fasilitas keamanan seperti kantor polisi  dan TNI.

SATRIA-1 berhasil meluncur ke angkasa menggunakan roket milik  perusahaan antariksa SpaceX dari Cape Canaveral Space Launch Complex SLC  40, Florida, AS pada pukul 18.21 waktu setempat. Diperkirakan SATRIA-1  akan mulai bisa beroperasi penuh pada akhir 2023 atau awal 2024.
</content:encoded></item></channel></rss>
