<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SATRIA-1 Berhasil Meluncur, Satelit Indonesia Lainnya Bakal Menyusul</title><description>Pada akhir 2023 SATRIA-1 sudah mulai bisa diuji coba dan, jika tidak ada kendala, mulai beroperasi pada 2024.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/54/2833002/satria-1-berhasil-meluncur-satelit-indonesia-lainnya-bakal-menyusul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/54/2833002/satria-1-berhasil-meluncur-satelit-indonesia-lainnya-bakal-menyusul"/><item><title>SATRIA-1 Berhasil Meluncur, Satelit Indonesia Lainnya Bakal Menyusul</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/54/2833002/satria-1-berhasil-meluncur-satelit-indonesia-lainnya-bakal-menyusul</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/54/2833002/satria-1-berhasil-meluncur-satelit-indonesia-lainnya-bakal-menyusul</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/18/54/2833002/jika-satria-1-berhasil-bakal-ada-satelit-indonesia-lainnya-yang-meluncur-v21tVG3xYm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SATRIA-1. (Foto: Instagram/Kominfo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/18/54/2833002/jika-satria-1-berhasil-bakal-ada-satelit-indonesia-lainnya-yang-meluncur-v21tVG3xYm.jpg</image><title>SATRIA-1. (Foto: Instagram/Kominfo)</title></images><description>SATELIT Republik Indonesia 1 (SATRIA-1) menluncur hari ini di Amerika Serikat (AS). SATRIA-1 dibuat oleh perusahaan Thales Alenia Space, Perancis, dan akan diluncurkan menggunakan roket milik Space X, perusahaan milik Elon Musk.
Direktur Jendral Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Wayan Toni Supriyanto mengatakan keberhasilan SATRIA-1 menjadi faktor penting untuk menentukan kelanjutan untuk hadirnya satelit-satelit lainnya yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.
&quot;Akan ada satelit-satelit selanjutnya,&quot; ujar Wayan dalam konferensi pers persiapan peluncuran SATRIA-1 di Orlando, Florida, Amerika Serikat seperti dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
 SATRIA-1 Bakal Punya Kapasitas 150 Gbps, dengan Kecepatan Internet 4 Mbps

Satelit Republik Indonesia-1 atau SATRIA-1 merupakan satelit multifungsi pertama dengan kepemilikannya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Satelit ini pun berlangsung di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, AS, pada Minggu, 18 Juni 2023 pukul 18.00 waktu setempat.
Peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 berlangsung sukses. Satelit multifungsi milik Pemerintah itu akan menempati orbit 146&amp;deg;BT tepat di atas Pulau Papua.

BACA JUGA:
Fakta-Fakta SATRIA-1, Satelit Pertama Milik Indonesia yang Bakal Meluncur 3 Hari Lagi

Pemantauan kualitas layanan internet dari SATRIA-1 akan dilakukan di Direktorat Pengendalian dari Ditjen PPI Kemenkominfo.
&quot;Dari sisi pemantauan memang Ditjen PPI melalui Direktorat Pengendalian akan terus melaksanakan pengawasan dan evaluasi kepada semua penyelenggara layanan,&quot; ujar Wayan.SATRIA-1 disiapkan oleh Pemerintah sejak 2019 untuk menghadirkan  kesetaraan akses internet di fasilitas publik khususnya wilayah-wilayah  tertinggal, terdepan, terluar (3T).
Berdasarkan studi terbaru Kemenkominfo pada 2023, dengan kapasitas  150 GBps yang dimiliki SATRIA-1, akan ada 50.000 titik fasilitas publik  di wilayah 3T yang terkoneksi dengan internet.

BACA JUGA:
Meluncur 19 Juni, SATRIA-1 Baru Bisa Beroperasi Tahun Depan

Kecepatan internet di setiap titik itu mencapai 4 MBps, naik empat  kali lipat dari proyeksi sebelumnya pada 2018 yang hanya mengusung  kecepatan 1 MBps untuk setiap titik.
Selain SATRIA-1, Kemenkominfo juga akan meluncurkan satelit cadangan Hot Backup Satellite (HBS) pada kuartal ketiga 2023.</description><content:encoded>SATELIT Republik Indonesia 1 (SATRIA-1) menluncur hari ini di Amerika Serikat (AS). SATRIA-1 dibuat oleh perusahaan Thales Alenia Space, Perancis, dan akan diluncurkan menggunakan roket milik Space X, perusahaan milik Elon Musk.
Direktur Jendral Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Wayan Toni Supriyanto mengatakan keberhasilan SATRIA-1 menjadi faktor penting untuk menentukan kelanjutan untuk hadirnya satelit-satelit lainnya yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.
&quot;Akan ada satelit-satelit selanjutnya,&quot; ujar Wayan dalam konferensi pers persiapan peluncuran SATRIA-1 di Orlando, Florida, Amerika Serikat seperti dilansir dari Antara.

BACA JUGA:
 SATRIA-1 Bakal Punya Kapasitas 150 Gbps, dengan Kecepatan Internet 4 Mbps

Satelit Republik Indonesia-1 atau SATRIA-1 merupakan satelit multifungsi pertama dengan kepemilikannya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Satelit ini pun berlangsung di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, AS, pada Minggu, 18 Juni 2023 pukul 18.00 waktu setempat.
Peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 berlangsung sukses. Satelit multifungsi milik Pemerintah itu akan menempati orbit 146&amp;deg;BT tepat di atas Pulau Papua.

BACA JUGA:
Fakta-Fakta SATRIA-1, Satelit Pertama Milik Indonesia yang Bakal Meluncur 3 Hari Lagi

Pemantauan kualitas layanan internet dari SATRIA-1 akan dilakukan di Direktorat Pengendalian dari Ditjen PPI Kemenkominfo.
&quot;Dari sisi pemantauan memang Ditjen PPI melalui Direktorat Pengendalian akan terus melaksanakan pengawasan dan evaluasi kepada semua penyelenggara layanan,&quot; ujar Wayan.SATRIA-1 disiapkan oleh Pemerintah sejak 2019 untuk menghadirkan  kesetaraan akses internet di fasilitas publik khususnya wilayah-wilayah  tertinggal, terdepan, terluar (3T).
Berdasarkan studi terbaru Kemenkominfo pada 2023, dengan kapasitas  150 GBps yang dimiliki SATRIA-1, akan ada 50.000 titik fasilitas publik  di wilayah 3T yang terkoneksi dengan internet.

BACA JUGA:
Meluncur 19 Juni, SATRIA-1 Baru Bisa Beroperasi Tahun Depan

Kecepatan internet di setiap titik itu mencapai 4 MBps, naik empat  kali lipat dari proyeksi sebelumnya pada 2018 yang hanya mengusung  kecepatan 1 MBps untuk setiap titik.
Selain SATRIA-1, Kemenkominfo juga akan meluncurkan satelit cadangan Hot Backup Satellite (HBS) pada kuartal ketiga 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
