<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Alasan Rian Mahendra Enggan Pakai Bus Double Decker</title><description>Sebanyak 6 bus bus bekas PO Sembodo untuk armada pertama PO MTI. Ternyata ini alasan Rian Mahendra enggan pake bus double decker.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/52/2833000/ternyata-ini-alasan-rian-mahendra-enggan-pakai-bus-double-decker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/52/2833000/ternyata-ini-alasan-rian-mahendra-enggan-pakai-bus-double-decker"/><item><title>Ternyata Ini Alasan Rian Mahendra Enggan Pakai Bus Double Decker</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/52/2833000/ternyata-ini-alasan-rian-mahendra-enggan-pakai-bus-double-decker</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/18/52/2833000/ternyata-ini-alasan-rian-mahendra-enggan-pakai-bus-double-decker</guid><pubDate>Minggu 18 Juni 2023 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/18/52/2833000/ternyata-ini-alasan-rian-mahendra-enggan-pakai-bus-double-decker-Inncl2QmTv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/18/52/2833000/ternyata-ini-alasan-rian-mahendra-enggan-pakai-bus-double-decker-Inncl2QmTv.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Belum lama ini Rian Mahendra meresmikian PO Mahendra Transport Indonesia (MTI) pada ulang tahunnya ke-40. Sebanyak enam armada bekas PO Sembodo digunakan sebagai kendaraan pertama.
Bus yang digunakan Riang Mahendra adalah bus jenis patas yang dianggap sesuai dengan rute yang dilewatinya. Pengalaman yang cukup lama di bisnis transportasi membuatnya merasa mengerti tantangan yang harus dihadapi dan solusinya, termasuk dalam hal memilih bus.
&amp;ldquo;Jadi aku masuk ke wilayah-wilayah yang selama ini sudah belasan tahun aku lewati. Jadi sudah kenal karakternya, dan karakter orang-orang di sana. Jadi gunain pengalaman dan kemampuan yang ada,&amp;rdquo; kata Rian beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
Klakson Telolet Kembali Heboh, Rian Mahendra Beri Peringatan Tegas

Rian Mahendra memulai bisnis PO MTI dari jalur Jakarta-Pekalongan dan sebaliknya, yang sudah dikenalnya dengan sangat baik. Sebelum membuka PO sendiri, Rian Mahendra sempat jadi staf ahli di PO Kencana.
Ia mengaku senang karena dapat mengelola bus double decker. Meski begitu, Rian mengaku enggan menerjunkan bus bus double decker ke depannya karena tidak cocok dengan jalur yang dilaluinya.
Selain itu, menurutnya investasi untuk bus double decker terbilang cukup tinggi namun pendapatannya belum tentu sebanding.

BACA JUGA:
Buka-bukaan Sejarah Livery Wayang PO Haryanto, Rian Mahendra: Itu Karakterku

Dari segi bisnis, lanjut Rian, hitungan bus double decker cukup berisiko. Karena, menurutnya, bus double decker hanya menyasar kalangan tertentu dan bukan mayoritas orang yang bepergian menggunakan bus.
Rian juga menilai, penjualan tiket bus double decker juga relatif terbatas. Selain itu, menurutnya orang yang berbisnis tidak akan mengadakan bus untuk sekadar gaya-gayaan saja tanpa ada keuntungan.
&amp;ldquo;Aku pribadi dulu mengelola market untuk menengah ke bawah. Lalu aku bagi mereka (segmen penumpang) itu untuk kelas bawah 80 persen dan kelas atas 20 persen. Jadi kalau aku udah nguasain yang 80 persen kenapa aku recokin yang 20 persen,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Belum lama ini Rian Mahendra meresmikian PO Mahendra Transport Indonesia (MTI) pada ulang tahunnya ke-40. Sebanyak enam armada bekas PO Sembodo digunakan sebagai kendaraan pertama.
Bus yang digunakan Riang Mahendra adalah bus jenis patas yang dianggap sesuai dengan rute yang dilewatinya. Pengalaman yang cukup lama di bisnis transportasi membuatnya merasa mengerti tantangan yang harus dihadapi dan solusinya, termasuk dalam hal memilih bus.
&amp;ldquo;Jadi aku masuk ke wilayah-wilayah yang selama ini sudah belasan tahun aku lewati. Jadi sudah kenal karakternya, dan karakter orang-orang di sana. Jadi gunain pengalaman dan kemampuan yang ada,&amp;rdquo; kata Rian beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
Klakson Telolet Kembali Heboh, Rian Mahendra Beri Peringatan Tegas

Rian Mahendra memulai bisnis PO MTI dari jalur Jakarta-Pekalongan dan sebaliknya, yang sudah dikenalnya dengan sangat baik. Sebelum membuka PO sendiri, Rian Mahendra sempat jadi staf ahli di PO Kencana.
Ia mengaku senang karena dapat mengelola bus double decker. Meski begitu, Rian mengaku enggan menerjunkan bus bus double decker ke depannya karena tidak cocok dengan jalur yang dilaluinya.
Selain itu, menurutnya investasi untuk bus double decker terbilang cukup tinggi namun pendapatannya belum tentu sebanding.

BACA JUGA:
Buka-bukaan Sejarah Livery Wayang PO Haryanto, Rian Mahendra: Itu Karakterku

Dari segi bisnis, lanjut Rian, hitungan bus double decker cukup berisiko. Karena, menurutnya, bus double decker hanya menyasar kalangan tertentu dan bukan mayoritas orang yang bepergian menggunakan bus.
Rian juga menilai, penjualan tiket bus double decker juga relatif terbatas. Selain itu, menurutnya orang yang berbisnis tidak akan mengadakan bus untuk sekadar gaya-gayaan saja tanpa ada keuntungan.
&amp;ldquo;Aku pribadi dulu mengelola market untuk menengah ke bawah. Lalu aku bagi mereka (segmen penumpang) itu untuk kelas bawah 80 persen dan kelas atas 20 persen. Jadi kalau aku udah nguasain yang 80 persen kenapa aku recokin yang 20 persen,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
