<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerap Langgar Copyright Lagu, Twitter Digugat Rp3,7 Triliun</title><description>Banyak video yang hadir di Twitter melanggar copyright, terutama dari sisi musik dan pembuat lagu.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831942/kerap-langgar-copyright-lagu-twitter-digugat-rp3-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831942/kerap-langgar-copyright-lagu-twitter-digugat-rp3-7-triliun"/><item><title>Kerap Langgar Copyright Lagu, Twitter Digugat Rp3,7 Triliun</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831942/kerap-langgar-copyright-lagu-twitter-digugat-rp3-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831942/kerap-langgar-copyright-lagu-twitter-digugat-rp3-7-triliun</guid><pubDate>Jum'at 16 Juni 2023 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Sibarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/16/54/2831942/kerap-langgar-copyright-lagu-twitter-digugat-rp3-7-triliun-xq2Upkagwc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Twitter. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/16/54/2831942/kerap-langgar-copyright-lagu-twitter-digugat-rp3-7-triliun-xq2Upkagwc.jpg</image><title>Twitter. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MESKIPUN terkenal sebagai platform yang mengedepankan teks, tapi Twitter memang bisa memasukan gambar dan video di dalamnya. Sayangnya, video yang bisa disematkan di Twitter tidak melalui penyaringan.

Akibatnya, banyak video yang hadir di Twitter melanggar copyright, terutama dari sisi musik dan pembuat lagu. Tidak heran jika akhirnya Twitter pun digugat oleh para musisi karena musik yang digunakan di Twitter.

Kelompok penerbit lagu, National Music Publisher's Association pun menggugat Twitter USD250 juta atau setara Rp3,7 triliun. Gugatan itu dilayangkan karena platform sosial media yang dimiliki Elon Musk itu telah melakukan pelanggaran hak cipta yang merugikan para pencipta lagu.

BACA JUGA:
Pemilik Twitter Blue Bakal Punya Fitur Anti-Teror, Tak Akan Terima DM kalau Tak Follback


Dikutip CNN,dalam gugatannya para penerbit lagu mengatakan Twitter telah lama membiarkan para penggunanya berbagi lagu ranpa resmi. Bahkan sejak dimiliki oleh Elon Musk pelanggaran tersebut semakin sering terjadi dan makin memburuk.

National Music Publisher's Association yang terdiri dari Universal, Sony, dan Warner Music mengatakan pelanggaran tersebut seakan diizinkan oleh Twitter. Apalagi hal itu justru diduga berdampak positif buat Twitter dari segi keuntungan.

Dalam catatan mereka setidaknya ada 1.700 lagu yang dilanggar hak ciptanya karena tindakan ilegal yang terjadi di Twitter. Beberapa lagu yang mereka maksud di antaranya adalah lagu hits milik Mariah Carey berjudul All I Want For Christmas Is You, lagu grup musik Outkast berjudul Hey Ya, dan lagu kolaborasi Bruno Mars dan Mark Ronson berjudul Uptown Funk.

BACA JUGA:
Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi


&amp;ldquo;Menyediakan musik gratis tanpa izin memberi keuntungan yang tidak benar buat Twitter,&quot; sebut gugatan tersebut.

Mereka mengatakan hal tersebut tidak terjadi di platform sosial media lainnya seperti TikTok, Facebook, Instagram, YouTube, Snapchat, dan lain-lainnya. Mereka menurut National Music Publisher's Association telah membayar linsensi kepada pemilik hak cipta. Jadi mereka diizinkan untuk menggunakan lagu-lagu tersebut secara legal.Hingga gugatan ini dilayangkan Twitter memang belum memberikan  keterangan apa pun. Hanya saja menurut CNN, Elon Musk pernah mencuit  beberapa hal mengenai hak cipta di akun Twitter resmi miliknya.

Salah satu pria terkaya di dunia itu memang punya pandangan berbeda  mengenai undang-undang hak cipta yang berlaku di Amerika Serikat saat  ini. &quot;Undang-undang hak cipta yang berlaku umum sekarang sangat jauh  dari  upaya memberikan perlindungan terhadap pencipta aslinya,&quot; kritik  Elon Musk.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


&quot;Undang-undang yang terlalu berlebihan ini adalah penyakit buat kemanusiaan,&quot; tambahnya lagi.

Dari cuitan itu Elon Musk memang bertolak belakang dengan pelaksanaan  undang-undang hak cipta yang ada sekarang. Dia bahkan menghentikan  banyak karyawan Twitter termasuk mereka-mereka yang membidangi masalah  hak cipta.

Diketahui gugatan National Music Publisher's Association yang  diarahkan ke Twitter menambah panjang masalah hukum yang dialami  platform sosial media berlogo burung biru itu. Selain gugatan tersebut,  saat ini pemerintah Amerika Serikat juga tengah menyelidiki adanya  pelanggaran perjanjian privasi dan keamanannya dengan Federal Trade  Commission yang dilakukan Twitter.
</description><content:encoded>MESKIPUN terkenal sebagai platform yang mengedepankan teks, tapi Twitter memang bisa memasukan gambar dan video di dalamnya. Sayangnya, video yang bisa disematkan di Twitter tidak melalui penyaringan.

Akibatnya, banyak video yang hadir di Twitter melanggar copyright, terutama dari sisi musik dan pembuat lagu. Tidak heran jika akhirnya Twitter pun digugat oleh para musisi karena musik yang digunakan di Twitter.

Kelompok penerbit lagu, National Music Publisher's Association pun menggugat Twitter USD250 juta atau setara Rp3,7 triliun. Gugatan itu dilayangkan karena platform sosial media yang dimiliki Elon Musk itu telah melakukan pelanggaran hak cipta yang merugikan para pencipta lagu.

BACA JUGA:
Pemilik Twitter Blue Bakal Punya Fitur Anti-Teror, Tak Akan Terima DM kalau Tak Follback


Dikutip CNN,dalam gugatannya para penerbit lagu mengatakan Twitter telah lama membiarkan para penggunanya berbagi lagu ranpa resmi. Bahkan sejak dimiliki oleh Elon Musk pelanggaran tersebut semakin sering terjadi dan makin memburuk.

National Music Publisher's Association yang terdiri dari Universal, Sony, dan Warner Music mengatakan pelanggaran tersebut seakan diizinkan oleh Twitter. Apalagi hal itu justru diduga berdampak positif buat Twitter dari segi keuntungan.

Dalam catatan mereka setidaknya ada 1.700 lagu yang dilanggar hak ciptanya karena tindakan ilegal yang terjadi di Twitter. Beberapa lagu yang mereka maksud di antaranya adalah lagu hits milik Mariah Carey berjudul All I Want For Christmas Is You, lagu grup musik Outkast berjudul Hey Ya, dan lagu kolaborasi Bruno Mars dan Mark Ronson berjudul Uptown Funk.

BACA JUGA:
Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi


&amp;ldquo;Menyediakan musik gratis tanpa izin memberi keuntungan yang tidak benar buat Twitter,&quot; sebut gugatan tersebut.

Mereka mengatakan hal tersebut tidak terjadi di platform sosial media lainnya seperti TikTok, Facebook, Instagram, YouTube, Snapchat, dan lain-lainnya. Mereka menurut National Music Publisher's Association telah membayar linsensi kepada pemilik hak cipta. Jadi mereka diizinkan untuk menggunakan lagu-lagu tersebut secara legal.Hingga gugatan ini dilayangkan Twitter memang belum memberikan  keterangan apa pun. Hanya saja menurut CNN, Elon Musk pernah mencuit  beberapa hal mengenai hak cipta di akun Twitter resmi miliknya.

Salah satu pria terkaya di dunia itu memang punya pandangan berbeda  mengenai undang-undang hak cipta yang berlaku di Amerika Serikat saat  ini. &quot;Undang-undang hak cipta yang berlaku umum sekarang sangat jauh  dari  upaya memberikan perlindungan terhadap pencipta aslinya,&quot; kritik  Elon Musk.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


&quot;Undang-undang yang terlalu berlebihan ini adalah penyakit buat kemanusiaan,&quot; tambahnya lagi.

Dari cuitan itu Elon Musk memang bertolak belakang dengan pelaksanaan  undang-undang hak cipta yang ada sekarang. Dia bahkan menghentikan  banyak karyawan Twitter termasuk mereka-mereka yang membidangi masalah  hak cipta.

Diketahui gugatan National Music Publisher's Association yang  diarahkan ke Twitter menambah panjang masalah hukum yang dialami  platform sosial media berlogo burung biru itu. Selain gugatan tersebut,  saat ini pemerintah Amerika Serikat juga tengah menyelidiki adanya  pelanggaran perjanjian privasi dan keamanannya dengan Federal Trade  Commission yang dilakukan Twitter.
</content:encoded></item></channel></rss>
