<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  SATRIA-1 Bakal Punya Kapasitas 150 Gbps, dengan Kecepatan Internet 4 Mbps</title><description>SATRIA-1 yang berkapasitas 150 Gbps itu bisa bekerja optimal menghadirkan internet merata untuk 50.000 titik.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831928/satria-1-bakal-punya-kapasitas-150-gbps-dengan-kecepatan-internet-4-mbps</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831928/satria-1-bakal-punya-kapasitas-150-gbps-dengan-kecepatan-internet-4-mbps"/><item><title>  SATRIA-1 Bakal Punya Kapasitas 150 Gbps, dengan Kecepatan Internet 4 Mbps</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831928/satria-1-bakal-punya-kapasitas-150-gbps-dengan-kecepatan-internet-4-mbps</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/16/54/2831928/satria-1-bakal-punya-kapasitas-150-gbps-dengan-kecepatan-internet-4-mbps</guid><pubDate>Jum'at 16 Juni 2023 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/16/54/2831928/satria-1-bakal-punya-kapasitas-150-gbps-dengan-kecepatan-internet-4-mbps-ISEd0UblFy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Satelit Indonesia. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/16/54/2831928/satria-1-bakal-punya-kapasitas-150-gbps-dengan-kecepatan-internet-4-mbps-ISEd0UblFy.jpg</image><title>Ilustrasi Satelit Indonesia. (Foto: Freepik)</title></images><description>SATELIT pertama milik Indonesia Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) bakal diluncurkan dalam 3 hari mendatang. Peluncuran akan dilakukan di  Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kemenkominfo) menyebutkan satelit SATRIA-1 pada tahun pertama akan melayani sekitar 3.000 titik untuk memberikan internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

BACA JUGA:
Meluncur 19 Juni, SATRIA-1 Baru Bisa Beroperasi Tahun Depan


&quot;Rencananya saat mulai beroperasi, di tahun pertama ada 10 Gbps dari satelit ini untuk melayani di 2.000-3.000 titik. Di awal 2024 kita sudah bisa melayani,&quot; kata Juru Bicara BAKTI Kemenkominfo Sri Sanggrama di Orlando, Florida, Amerika Serikat seperti dilansir dari Antara.

Kapasitas internet yang digunakan untuk layanan akan terus bertambah seiring dengan penyelesaian penyediaan fasilitas penerima internet berupa parabola satelit di seluruh titik wilayah 3T yang terpilih.

BACA JUGA:
Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi


Aradea, yang juga merupakan Kepala Divisi Satelit BAKTI Kemkominfo mengatakan tahun ini mereka melakukan kalibrasi dan penyesuaian ulang untuk pemanfaatan SATRIA-1 bisa berjalan optimal bagi pemerataan internet di wilayah 3T.

Hasilnya, SATRIA-1 yang berkapasitas 150 Gbps itu bisa bekerja optimal menghadirkan internet merata untuk 50.000 titik layanan dengan kecepatan internet yang dibutuhkan yaitu 4 Mbps untuk satu titik. Jumlah tersebut berubah dari hasil riset di 2018 yang menyebutkan SATRIA-1 bisa melayani 150 ribu titik internet untuk di fasilitas-fasilitas umum dengan kecepatan internet 1 Mbps di satu titik.Maka dari itu, ke depannya proyek Satelit Republik Indonesia (SATRIA)  tidak berhenti di SATRIA-1 saja, tapi dapat terus bertambah sehingga  kebutuhan layanan internet di wilayah 3T bisa lebih cepat dipenuhi.

SATRIA-1 akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik Space X  pada 18 Juni 2023 di Cape Canaveral, Florida, AS pukul 18.00 waktu  setempat atau pukul 05.00 WIB tanggal 19 Juni 2023 di Indonesia.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


SATRIA-1 diproyeksikan akan mengisi orbit 146 Bujur Timur, satelit  itu diharapkan mampu memberikan kesetaraan akses infrastruktur digital  di fasilitas-fasilitas publik untuk wilayah 3T Indonesia, seperti  sekolah, rumah sakit, Puskesmas, kantor desa, kantor kelurahan, kantor  kecamatan, hingga layanan keamanan untuk masyarakat.
</description><content:encoded>SATELIT pertama milik Indonesia Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) bakal diluncurkan dalam 3 hari mendatang. Peluncuran akan dilakukan di  Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kemenkominfo) menyebutkan satelit SATRIA-1 pada tahun pertama akan melayani sekitar 3.000 titik untuk memberikan internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

BACA JUGA:
Meluncur 19 Juni, SATRIA-1 Baru Bisa Beroperasi Tahun Depan


&quot;Rencananya saat mulai beroperasi, di tahun pertama ada 10 Gbps dari satelit ini untuk melayani di 2.000-3.000 titik. Di awal 2024 kita sudah bisa melayani,&quot; kata Juru Bicara BAKTI Kemenkominfo Sri Sanggrama di Orlando, Florida, Amerika Serikat seperti dilansir dari Antara.

Kapasitas internet yang digunakan untuk layanan akan terus bertambah seiring dengan penyelesaian penyediaan fasilitas penerima internet berupa parabola satelit di seluruh titik wilayah 3T yang terpilih.

BACA JUGA:
Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi


Aradea, yang juga merupakan Kepala Divisi Satelit BAKTI Kemkominfo mengatakan tahun ini mereka melakukan kalibrasi dan penyesuaian ulang untuk pemanfaatan SATRIA-1 bisa berjalan optimal bagi pemerataan internet di wilayah 3T.

Hasilnya, SATRIA-1 yang berkapasitas 150 Gbps itu bisa bekerja optimal menghadirkan internet merata untuk 50.000 titik layanan dengan kecepatan internet yang dibutuhkan yaitu 4 Mbps untuk satu titik. Jumlah tersebut berubah dari hasil riset di 2018 yang menyebutkan SATRIA-1 bisa melayani 150 ribu titik internet untuk di fasilitas-fasilitas umum dengan kecepatan internet 1 Mbps di satu titik.Maka dari itu, ke depannya proyek Satelit Republik Indonesia (SATRIA)  tidak berhenti di SATRIA-1 saja, tapi dapat terus bertambah sehingga  kebutuhan layanan internet di wilayah 3T bisa lebih cepat dipenuhi.

SATRIA-1 akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik Space X  pada 18 Juni 2023 di Cape Canaveral, Florida, AS pukul 18.00 waktu  setempat atau pukul 05.00 WIB tanggal 19 Juni 2023 di Indonesia.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


SATRIA-1 diproyeksikan akan mengisi orbit 146 Bujur Timur, satelit  itu diharapkan mampu memberikan kesetaraan akses infrastruktur digital  di fasilitas-fasilitas publik untuk wilayah 3T Indonesia, seperti  sekolah, rumah sakit, Puskesmas, kantor desa, kantor kelurahan, kantor  kecamatan, hingga layanan keamanan untuk masyarakat.
</content:encoded></item></channel></rss>
