<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi</title><description>Besi merupakan material yang berat dan seharusnya tenggelam jika berada di air.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831613/penjelasan-ilmiah-kapal-tak-tenggelam-meskipun-dari-besi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831613/penjelasan-ilmiah-kapal-tak-tenggelam-meskipun-dari-besi"/><item><title>Penjelasan Ilmiah Kapal Tak Tenggelam Meskipun dari Besi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831613/penjelasan-ilmiah-kapal-tak-tenggelam-meskipun-dari-besi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831613/penjelasan-ilmiah-kapal-tak-tenggelam-meskipun-dari-besi</guid><pubDate>Jum'at 16 Juni 2023 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/56/2831613/penjelasan-ilmiah-kapal-tak-tenggelam-meskipun-dari-besi-1ykifJGsA6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Laut. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/56/2831613/penjelasan-ilmiah-kapal-tak-tenggelam-meskipun-dari-besi-1ykifJGsA6.jpeg</image><title>Kapal Laut. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MUNGKIN di antara kita pernah bertanya-tanya kenapa kapal bisa mengapung padahal terbuat dari material besi. Seperti diketahui, besi merupakan material yang berat dan seharusnya tenggelam jika berada di air.

Hal ini cukup membingungkan terlebih jika kapal berukuran besar, belum lagi ditambah kru serta muatan lainnya yang menambah massa serta bobot kapal hingga berton-ton beratnya. Lantas bagaimana ini bisa terjadi?

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Sebagaimana dirangkum dari tayangan YouTube Kok Bisa? hal itu dapat terjadi karena adanya kekuatan yang dinamakan gaya angkat dan tingkat kepadatan dari benda itu sendiri.

Teka-teki ini dipecahkan oleh Archimedes, ia merupakan seorang ilmuwan Yunani. Prinsip Archimedes ini menyatakan, gaya yang diberikan pada suatu benda dalam zat cair sama dengan beratnya yang dipindahkan oleh benda tersebut.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


Gaya ini, lebih sering disebut gaya apung, yang mendorong ke atas terhadap suatu benda. Terdapat dua tekanan ke bawah atau gravitasi yang memberikan gaya terhadap benda yang ditentukan oleh massa objek.

Ketika gaya yang diberikan ke bawah pada benda lebih kecil dari gaya  apung, maka benda tersebut bisa mengapung. Benda yang berada di dalam  air bisa mengapung atau tenggelam bergantung pada massa jenisnya.Hal ini berlaku juga untuk kapal-kapal di dalam air, di mana agar  bisa mengapung kepadatan kapal harus kurang dari air. Itulah mengapa,  kapal-kapal memiliki formula rahasia, yaitu sebuah bagian yang berisi  rongga-rongga udara.

Bagian lambung kapal yang membuatnya menjadi seimbang dan bisa  mengapung di lautan. Meski demikian, kapal tetap bisa tenggelam jika ada  air yang masuk ke dalamnya yang memaksa udara keluar dan membuat  kerapatan rata-rata kapal lebih besar dibandingkan air.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu, Hitam Itu Sebenarnya Bukan Warna Loh

Jika kita melihat kasus kapal Titanic yang menabrak gunung es raksasa  di pantai selatan Newfoundland tahun 1912, gunung es tersebut  mengoyakkan bagian kapal, sehingga ada lubang-lubang kecil di lambung  kapal dan mengakibatkan banyaknya air yang masuk ke awak kapal.

Cara yang sama juga diterapkan kapal selam, di mana kapalnya memiliki  rongga yang dapat diisi oleh air apabila ingin menyelam, dan diisi  udara jika hendak mengapung di atas permukaan.
</description><content:encoded>MUNGKIN di antara kita pernah bertanya-tanya kenapa kapal bisa mengapung padahal terbuat dari material besi. Seperti diketahui, besi merupakan material yang berat dan seharusnya tenggelam jika berada di air.

Hal ini cukup membingungkan terlebih jika kapal berukuran besar, belum lagi ditambah kru serta muatan lainnya yang menambah massa serta bobot kapal hingga berton-ton beratnya. Lantas bagaimana ini bisa terjadi?

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Sebagaimana dirangkum dari tayangan YouTube Kok Bisa? hal itu dapat terjadi karena adanya kekuatan yang dinamakan gaya angkat dan tingkat kepadatan dari benda itu sendiri.

Teka-teki ini dipecahkan oleh Archimedes, ia merupakan seorang ilmuwan Yunani. Prinsip Archimedes ini menyatakan, gaya yang diberikan pada suatu benda dalam zat cair sama dengan beratnya yang dipindahkan oleh benda tersebut.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


Gaya ini, lebih sering disebut gaya apung, yang mendorong ke atas terhadap suatu benda. Terdapat dua tekanan ke bawah atau gravitasi yang memberikan gaya terhadap benda yang ditentukan oleh massa objek.

Ketika gaya yang diberikan ke bawah pada benda lebih kecil dari gaya  apung, maka benda tersebut bisa mengapung. Benda yang berada di dalam  air bisa mengapung atau tenggelam bergantung pada massa jenisnya.Hal ini berlaku juga untuk kapal-kapal di dalam air, di mana agar  bisa mengapung kepadatan kapal harus kurang dari air. Itulah mengapa,  kapal-kapal memiliki formula rahasia, yaitu sebuah bagian yang berisi  rongga-rongga udara.

Bagian lambung kapal yang membuatnya menjadi seimbang dan bisa  mengapung di lautan. Meski demikian, kapal tetap bisa tenggelam jika ada  air yang masuk ke dalamnya yang memaksa udara keluar dan membuat  kerapatan rata-rata kapal lebih besar dibandingkan air.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu, Hitam Itu Sebenarnya Bukan Warna Loh

Jika kita melihat kasus kapal Titanic yang menabrak gunung es raksasa  di pantai selatan Newfoundland tahun 1912, gunung es tersebut  mengoyakkan bagian kapal, sehingga ada lubang-lubang kecil di lambung  kapal dan mengakibatkan banyaknya air yang masuk ke awak kapal.

Cara yang sama juga diterapkan kapal selam, di mana kapalnya memiliki  rongga yang dapat diisi oleh air apabila ingin menyelam, dan diisi  udara jika hendak mengapung di atas permukaan.
</content:encoded></item></channel></rss>
