<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Sebut Firaun Bukan Meninggal karena Malaria, Tapi Kecelakaan saat Mabuk</title><description>Banyak ilmuwan menyebut bahwa Raja Tut sang Pharaoh meninggal lantaran adanya wabah malaria.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831574/ilmuwan-sebut-firaun-bukan-meninggal-karena-malaria-tapi-kecelakaan-saat-mabuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831574/ilmuwan-sebut-firaun-bukan-meninggal-karena-malaria-tapi-kecelakaan-saat-mabuk"/><item><title>Ilmuwan Sebut Firaun Bukan Meninggal karena Malaria, Tapi Kecelakaan saat Mabuk</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831574/ilmuwan-sebut-firaun-bukan-meninggal-karena-malaria-tapi-kecelakaan-saat-mabuk</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/56/2831574/ilmuwan-sebut-firaun-bukan-meninggal-karena-malaria-tapi-kecelakaan-saat-mabuk</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/56/2831574/ilmuwan-sebut-firaun-bukan-meninggal-karena-malaria-tapi-kecelakaan-saat-mabuk-4AwYBjbVn6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makam Firaun. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/56/2831574/ilmuwan-sebut-firaun-bukan-meninggal-karena-malaria-tapi-kecelakaan-saat-mabuk-4AwYBjbVn6.jpg</image><title>Makam Firaun. (Foto: Reuters)</title></images><description>PENGUASA mesir kuno Tutankhamun, Tutankhamon, Tutankhamen atau yang dikenal dengan nama King Tut, adalah firaun antepenultimate dari Dinasti 18 Mesir kuno. Dia naik tahta sekitar usia 9 tahun dan memerintah sampai kematiannya sekitar usia 19 tahun.

Kematiannya pun menimbulkan banyak tanda-tanya. Banyak ilmuwan menyebut bahwa Raja Tut sang Pharaoh meninggal lantaran adanya wabah malaria yang memang saat itu menelan banyak korban.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu, Hitam Itu Sebenarnya Bukan Warna Loh


Tapi, seorang Biomedis Egyptologist, Sofia Aziz, secara kontroversial menyebut bahwa penyebab kematian Tutankhamun bukanlah karena Malaria. Dalam penelitiannya, dia menyebut kematian Raja Mesir itu adalah karena berkendara dalam keadaan mabuk.

Diihimpun dari Science Focus, Aziz mengatakan petunjuk kunci tentang penyebab kematian Tutankhamun mungkin telah diabaikan selama ini. Ia beranggapan bahwa Tutankhamun mati karena kecelakaan kereta kuda berkecepatan tinggi yang disebabkan oleh hobinya meminum anggur.

Kecelakaan ini menurut Aziz meninggalkan luka terbuka yang berujung pada infeksi. Luka kemudian dikombinasikan dengan melemahnya respon imun akibat malaria hingga pada akhirnya Tutankhamun sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya tidak terlalu lama setelah terjadinya kecelakaan. &quot;Dia seperti remaja pada umumnya, mabuk dan mungkin mengendarai kereta terlalu cepat,&quot; kata Aziz.

Aziz berpendapat bahwa temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa kaki Tutankhamun cacat melenceng dari kenyataan. Entah apa landasannya, namun ia mengatakan Tutankhamun sebenarnya bisa bergerak aktif, dan hobi mengendarai kereta kuda di waktu senggangnya.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Masih menurut Aziz, Tutankhamun memiliki enam koleksi kereta kuda yang mana semuanya dikebumikan bersamanya di makamnya. Selain itu juga Tutankhamun gemar meminum anggur putih, di mana minuman beralkohol ini juga disertakan di dalam makamnya.&amp;ldquo;Orang tidak memikirkan anggurnya. Di kuburan mereka, orang Mesir  Kuno akan mengambil barang-barang yang mereka inginkan di akhirat. Teori  baru ini mengatakan bahwa dia lebih seperti raja pejuang, bahwa dia  memang mengendarai kereta perang,&amp;rdquo; tambah Aziz.

Aziz berargumen fakta bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas  saat ini melibatkan remaja kemungkinan besar juga terjadi ketika  Tutankhamun mengendarai kereta. Raja berusia 19 tahun itu disebut  mengalami kecelakaan parah hingga kakinya terbentur dan patah hingga  menjadikannya cacat.

&quot;Karena cara otopsi dilakukan pada tahun 1925, sayangnya, banyak  informasi penting yang hilang. Saya pikir kita mungkin tidak akan pernah  tahu persis bagaimana dia meninggal kecuali menemukan sesuatu dengan  organ dalamnya. Saya rasa kita tidak dapat menemukan apa pun lagi sampai  saat itu,&quot; pungkas Aziz.

Prof Sahar Saleem, seorang profesor radiologi dan spesialis mumi dari  Universitas Kairo sependapat dengan Aziz. Ia mengatakan bahwa sampai  saat ini ia tidak pernah menemukan bukti kecatatan atau radang sendi  pergelangan kaki, yang membuat Tutankhamun tidak bisa bergerak bebas.

&quot;Jadi pendapat saya adalah bahwa adanya cacat ringan [kaki klub] ini  tidak menyebabkan gangguan gaya berjalan yang signifikan bagi raja.  Kondisi kaki Tut tidak menghalangi dia untuk berpartisipasi dalam  kegiatan. Dia adalah seorang remaja yang aktif,&quot; kata Saleem.
</description><content:encoded>PENGUASA mesir kuno Tutankhamun, Tutankhamon, Tutankhamen atau yang dikenal dengan nama King Tut, adalah firaun antepenultimate dari Dinasti 18 Mesir kuno. Dia naik tahta sekitar usia 9 tahun dan memerintah sampai kematiannya sekitar usia 19 tahun.

Kematiannya pun menimbulkan banyak tanda-tanya. Banyak ilmuwan menyebut bahwa Raja Tut sang Pharaoh meninggal lantaran adanya wabah malaria yang memang saat itu menelan banyak korban.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu, Hitam Itu Sebenarnya Bukan Warna Loh


Tapi, seorang Biomedis Egyptologist, Sofia Aziz, secara kontroversial menyebut bahwa penyebab kematian Tutankhamun bukanlah karena Malaria. Dalam penelitiannya, dia menyebut kematian Raja Mesir itu adalah karena berkendara dalam keadaan mabuk.

Diihimpun dari Science Focus, Aziz mengatakan petunjuk kunci tentang penyebab kematian Tutankhamun mungkin telah diabaikan selama ini. Ia beranggapan bahwa Tutankhamun mati karena kecelakaan kereta kuda berkecepatan tinggi yang disebabkan oleh hobinya meminum anggur.

Kecelakaan ini menurut Aziz meninggalkan luka terbuka yang berujung pada infeksi. Luka kemudian dikombinasikan dengan melemahnya respon imun akibat malaria hingga pada akhirnya Tutankhamun sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya tidak terlalu lama setelah terjadinya kecelakaan. &quot;Dia seperti remaja pada umumnya, mabuk dan mungkin mengendarai kereta terlalu cepat,&quot; kata Aziz.

Aziz berpendapat bahwa temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa kaki Tutankhamun cacat melenceng dari kenyataan. Entah apa landasannya, namun ia mengatakan Tutankhamun sebenarnya bisa bergerak aktif, dan hobi mengendarai kereta kuda di waktu senggangnya.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Masih menurut Aziz, Tutankhamun memiliki enam koleksi kereta kuda yang mana semuanya dikebumikan bersamanya di makamnya. Selain itu juga Tutankhamun gemar meminum anggur putih, di mana minuman beralkohol ini juga disertakan di dalam makamnya.&amp;ldquo;Orang tidak memikirkan anggurnya. Di kuburan mereka, orang Mesir  Kuno akan mengambil barang-barang yang mereka inginkan di akhirat. Teori  baru ini mengatakan bahwa dia lebih seperti raja pejuang, bahwa dia  memang mengendarai kereta perang,&amp;rdquo; tambah Aziz.

Aziz berargumen fakta bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas  saat ini melibatkan remaja kemungkinan besar juga terjadi ketika  Tutankhamun mengendarai kereta. Raja berusia 19 tahun itu disebut  mengalami kecelakaan parah hingga kakinya terbentur dan patah hingga  menjadikannya cacat.

&quot;Karena cara otopsi dilakukan pada tahun 1925, sayangnya, banyak  informasi penting yang hilang. Saya pikir kita mungkin tidak akan pernah  tahu persis bagaimana dia meninggal kecuali menemukan sesuatu dengan  organ dalamnya. Saya rasa kita tidak dapat menemukan apa pun lagi sampai  saat itu,&quot; pungkas Aziz.

Prof Sahar Saleem, seorang profesor radiologi dan spesialis mumi dari  Universitas Kairo sependapat dengan Aziz. Ia mengatakan bahwa sampai  saat ini ia tidak pernah menemukan bukti kecatatan atau radang sendi  pergelangan kaki, yang membuat Tutankhamun tidak bisa bergerak bebas.

&quot;Jadi pendapat saya adalah bahwa adanya cacat ringan [kaki klub] ini  tidak menyebabkan gangguan gaya berjalan yang signifikan bagi raja.  Kondisi kaki Tut tidak menghalangi dia untuk berpartisipasi dalam  kegiatan. Dia adalah seorang remaja yang aktif,&quot; kata Saleem.
</content:encoded></item></channel></rss>
