<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Google Lens Kini Bisa Deteksi Penyakit Kulit Pakai AI Loh</title><description>Dengan AI ini, maka memungkinkan seseorang mengetahui ruam aneh yang ada di kulit.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/54/2831492/google-lens-kini-bisa-deteksi-penyakit-kulit-pakai-ai-loh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/54/2831492/google-lens-kini-bisa-deteksi-penyakit-kulit-pakai-ai-loh"/><item><title>Google Lens Kini Bisa Deteksi Penyakit Kulit Pakai AI Loh</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/54/2831492/google-lens-kini-bisa-deteksi-penyakit-kulit-pakai-ai-loh</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/15/54/2831492/google-lens-kini-bisa-deteksi-penyakit-kulit-pakai-ai-loh</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/54/2831492/google-lens-kini-bisa-deteksi-penyakit-kulit-pakai-ai-loh-tVM3a8GOCO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Google Lens. (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/54/2831492/google-lens-kini-bisa-deteksi-penyakit-kulit-pakai-ai-loh-tVM3a8GOCO.jpg</image><title>Google Lens. (Foto: Instagram)</title></images><description>KECERDASAN buatan atau Artificial intelligence (AI) sudah banyak disematkan dalam berbagai software. Google, sebagai salah satu perusahan teknologi terbesar, juga memanfaatkan AI dalam berbagai software mereka.

Setelah menyematkan AI dalam mesin pecari mereka, kini Google menyematkan AI dalam Google Lens. Dengan AI ini, maka memungkinkan seseorang mengetahui ruam aneh yang ada di kulit.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Alat ini dapat membantu seseorang menemukan jawaban apakah ruam kulit yang dideritanya serius atau tidak. Dan menariknya lagi, Google Lens bertenaga AI baru ini bisa digunakan dengan hanya melakukan beberapa langkah mudah.

Sebagaimana dihimpun dari Mashable, pengguna hanya tinggal memfoto ruam di kulit melalui Google Lens. Nantinya Google Lens akan mencari penyakit kulit yang mirip secara visual untuk menjawabnya.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu, Hitam Itu Sebenarnya Bukan Warna Loh


Penggunaannya semudah saat menscan barcode atau mencari informasi tentang sebuah objek yang diambil dari Google Lens. Dikabarkan bahwa ini hadir baik untuk Google Lens versi Android maupun iOS.

Namun Google menegaskan bahwa Google Lens yang disertai AI terbaru ini bukanlah alat diagnostik. Jadi, untuk penanganan dan pengobatannya tetap harus menggunakan bantuan dari dokter.Untuk diketahui, Google juga telah membagikan kemampuan Google Lens  lainnya di luar fitur baru ini. Google menyebut Google Lens akan segera  diintegrasikan dengan AI chatbot perusahaan Bard.

Disinggung di Google I/O, Bard sekarang multimodal, yang berarti  pengguna dapat menyertakan gambar dalam prompt. Pengguna dapat  mengunggah gambar burung yang tidak dikenali dan meminta Bard untuk  membantu mengidentifikasinya.

Di luar Lens, Bard juga akan mendukung perintah text-to-image yang  didukung oleh pembuat gambar AI generatif baru dari Adobe, Firefly.  Kemampuan multimoda ini juga akan dirilis dalam beberapa minggu  mendatang.
</description><content:encoded>KECERDASAN buatan atau Artificial intelligence (AI) sudah banyak disematkan dalam berbagai software. Google, sebagai salah satu perusahan teknologi terbesar, juga memanfaatkan AI dalam berbagai software mereka.

Setelah menyematkan AI dalam mesin pecari mereka, kini Google menyematkan AI dalam Google Lens. Dengan AI ini, maka memungkinkan seseorang mengetahui ruam aneh yang ada di kulit.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Alat ini dapat membantu seseorang menemukan jawaban apakah ruam kulit yang dideritanya serius atau tidak. Dan menariknya lagi, Google Lens bertenaga AI baru ini bisa digunakan dengan hanya melakukan beberapa langkah mudah.

Sebagaimana dihimpun dari Mashable, pengguna hanya tinggal memfoto ruam di kulit melalui Google Lens. Nantinya Google Lens akan mencari penyakit kulit yang mirip secara visual untuk menjawabnya.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu, Hitam Itu Sebenarnya Bukan Warna Loh


Penggunaannya semudah saat menscan barcode atau mencari informasi tentang sebuah objek yang diambil dari Google Lens. Dikabarkan bahwa ini hadir baik untuk Google Lens versi Android maupun iOS.

Namun Google menegaskan bahwa Google Lens yang disertai AI terbaru ini bukanlah alat diagnostik. Jadi, untuk penanganan dan pengobatannya tetap harus menggunakan bantuan dari dokter.Untuk diketahui, Google juga telah membagikan kemampuan Google Lens  lainnya di luar fitur baru ini. Google menyebut Google Lens akan segera  diintegrasikan dengan AI chatbot perusahaan Bard.

Disinggung di Google I/O, Bard sekarang multimodal, yang berarti  pengguna dapat menyertakan gambar dalam prompt. Pengguna dapat  mengunggah gambar burung yang tidak dikenali dan meminta Bard untuk  membantu mengidentifikasinya.

Di luar Lens, Bard juga akan mendukung perintah text-to-image yang  didukung oleh pembuat gambar AI generatif baru dari Adobe, Firefly.  Kemampuan multimoda ini juga akan dirilis dalam beberapa minggu  mendatang.
</content:encoded></item></channel></rss>
