<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beda dengan Mark Zuckerberg, CEO Google Malah Puji Headset Apple</title><description>Pasalnya riset untuk headset tersebut memakan waktu hampir 8 tahun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830344/beda-dengan-mark-zuckerberg-ceo-google-malah-puji-headset-apple</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830344/beda-dengan-mark-zuckerberg-ceo-google-malah-puji-headset-apple"/><item><title>Beda dengan Mark Zuckerberg, CEO Google Malah Puji Headset Apple</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830344/beda-dengan-mark-zuckerberg-ceo-google-malah-puji-headset-apple</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830344/beda-dengan-mark-zuckerberg-ceo-google-malah-puji-headset-apple</guid><pubDate>Rabu 14 Juni 2023 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Raden Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/54/2830344/beda-dengan-mark-zuckerberg-ceo-google-malah-puji-headset-apple-ofmbgmPQwT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO Google Sundar Pichai. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/54/2830344/beda-dengan-mark-zuckerberg-ceo-google-malah-puji-headset-apple-ofmbgmPQwT.jpg</image><title>CEO Google Sundar Pichai. (Foto: Reuters)</title></images><description>HEADSET terbaru Apple yang menggabungkan Augmented Reality (AR) dengan Virtual Reality (VR), Vision Pro, memang membuat banyak kehebohan. Pasalnya headset canggih ini menggunakan berbagai sensor yang tidak dimiliki VR lainnya.

Tidak heran, pasalnya riset untuk headset tersebut memakan waktu hampir 8 tahun. Meski belum memberikan detailnya, banyak spekulasi beredar bahwa Vision Pro akan hadir dengan paket baterai terpisah dan bisa dikontrol dengan mata, tangan dan suara.

BACA JUGA:
Apple Akhirnya Rilis VR Super Canggih, Harganya Rp52 Juta


Adapun harga headset AR Vision Pro tersebut, kabarnya dibanderol dari mulai USD 3.499 atau sekitar Rp52 juta. Visio Pro sendiri digadang-gadang akan diluncurkan pada awal tahun depan, yang kabarnya akan dimulai di Amerika Serikat. Sementara untuk negara lainnya akan menyusul di akhir tahun.

Banyak yang menanti kehadiran headset ini, tapi ada juga yang tidak suka seperti petinggi raksasa teknologi Meta yaitu Mark Zuckerberg, yang tidak terlalu terkesan dengan Apple Vision Pro. Sementara itu, bos besar perusahaan teknologi lainnya yakni Elon Musk, membagikan meme tentang headset AR tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Namun, berbeda dari Elon Musk, CEO Google Sundar Pichai justru sangat bersemangat dengan teknologi tersebut. Hal itu disampaikan Pichai pada sebuah wawancara dengan Bloomberg.

&quot;Saya benar-benar belum pernah menggunakan atau melihatnya, tetapi kami selalu merasa komputasi akan berkembang out of the box. Kami akan memiliki pengalaman yang lebih imersif. Saya senang dengan potensi teknologinya,&quot; ucap Pichai seperti yang dikutip dari gadgetsnow.Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg dalam pertemuan dengan karyawan  Meta melontarkan pendapatnya tentang headset Apple tersebut. Zuckerberg  mengatakan bahwa perangkat Apple tersebut tidak menghadirkan terobosan  besar dalam teknologi yang belum 'dieksplorasi' oleh Meta.

Selain itu, Zuckerberg juga mengatakan perangkat tersebut sangat  mahal. Sebagai pembanding, Mark menunjukan bahwa hanya dengan USD499  atau sekitar Rp7,4 juta, headset Quest 3 Meta nantinya akan hadir lebih  murah dibanding Vision Pro seharga Rp52 juta.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


Dengan faktor keterjangkauan harga tersebut, tentunya memberikan  peluang bagi Meta untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas, meski  belum diketahui seperti apa perbedaan teknologi headset milik Apple dan  Meta.

Terlepas dari itu, Zuckerberg menjelaskan bahwa Quest merupakan  sebuah cara baru orang-orang berinteraksi dan merasa lebih dekat.  Sebaliknya, dia mengatakan bahwa setiap demo Vision Pro di WWDC,  menunjukan seseorang yang duduk di sofa sendirian.

&quot;Maksud saya, itu bisa menjadi visi masa depan komputasi, tapi sepertinya, itu bukan yang saya inginkan,&quot; papar Zuckerberg.
</description><content:encoded>HEADSET terbaru Apple yang menggabungkan Augmented Reality (AR) dengan Virtual Reality (VR), Vision Pro, memang membuat banyak kehebohan. Pasalnya headset canggih ini menggunakan berbagai sensor yang tidak dimiliki VR lainnya.

Tidak heran, pasalnya riset untuk headset tersebut memakan waktu hampir 8 tahun. Meski belum memberikan detailnya, banyak spekulasi beredar bahwa Vision Pro akan hadir dengan paket baterai terpisah dan bisa dikontrol dengan mata, tangan dan suara.

BACA JUGA:
Apple Akhirnya Rilis VR Super Canggih, Harganya Rp52 Juta


Adapun harga headset AR Vision Pro tersebut, kabarnya dibanderol dari mulai USD 3.499 atau sekitar Rp52 juta. Visio Pro sendiri digadang-gadang akan diluncurkan pada awal tahun depan, yang kabarnya akan dimulai di Amerika Serikat. Sementara untuk negara lainnya akan menyusul di akhir tahun.

Banyak yang menanti kehadiran headset ini, tapi ada juga yang tidak suka seperti petinggi raksasa teknologi Meta yaitu Mark Zuckerberg, yang tidak terlalu terkesan dengan Apple Vision Pro. Sementara itu, bos besar perusahaan teknologi lainnya yakni Elon Musk, membagikan meme tentang headset AR tersebut.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari?


Namun, berbeda dari Elon Musk, CEO Google Sundar Pichai justru sangat bersemangat dengan teknologi tersebut. Hal itu disampaikan Pichai pada sebuah wawancara dengan Bloomberg.

&quot;Saya benar-benar belum pernah menggunakan atau melihatnya, tetapi kami selalu merasa komputasi akan berkembang out of the box. Kami akan memiliki pengalaman yang lebih imersif. Saya senang dengan potensi teknologinya,&quot; ucap Pichai seperti yang dikutip dari gadgetsnow.Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg dalam pertemuan dengan karyawan  Meta melontarkan pendapatnya tentang headset Apple tersebut. Zuckerberg  mengatakan bahwa perangkat Apple tersebut tidak menghadirkan terobosan  besar dalam teknologi yang belum 'dieksplorasi' oleh Meta.

Selain itu, Zuckerberg juga mengatakan perangkat tersebut sangat  mahal. Sebagai pembanding, Mark menunjukan bahwa hanya dengan USD499  atau sekitar Rp7,4 juta, headset Quest 3 Meta nantinya akan hadir lebih  murah dibanding Vision Pro seharga Rp52 juta.

BACA JUGA:
Pororo si Kucing Viral di TikTok Itu Jenis Apa?


Dengan faktor keterjangkauan harga tersebut, tentunya memberikan  peluang bagi Meta untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas, meski  belum diketahui seperti apa perbedaan teknologi headset milik Apple dan  Meta.

Terlepas dari itu, Zuckerberg menjelaskan bahwa Quest merupakan  sebuah cara baru orang-orang berinteraksi dan merasa lebih dekat.  Sebaliknya, dia mengatakan bahwa setiap demo Vision Pro di WWDC,  menunjukan seseorang yang duduk di sofa sendirian.

&quot;Maksud saya, itu bisa menjadi visi masa depan komputasi, tapi sepertinya, itu bukan yang saya inginkan,&quot; papar Zuckerberg.
</content:encoded></item></channel></rss>
