<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meluncur 19 Juni, SATRIA-1 Baru Bisa Beroperasi Tahun Depan</title><description>Hal ini lumrah mengingat satelit perlu melewati beberapa proses sebelum pada akhirnya benar-benar bisa dimanfaatkan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830283/meluncur-19-juni-satria-1-baru-bisa-beroperasi-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830283/meluncur-19-juni-satria-1-baru-bisa-beroperasi-tahun-depan"/><item><title>Meluncur 19 Juni, SATRIA-1 Baru Bisa Beroperasi Tahun Depan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830283/meluncur-19-juni-satria-1-baru-bisa-beroperasi-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/13/54/2830283/meluncur-19-juni-satria-1-baru-bisa-beroperasi-tahun-depan</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 21:22 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/54/2830283/meluncur-19-juni-satria-1-baru-bisa-beroperasi-tahun-depan-T5uxCtT6su.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Satelit. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/54/2830283/meluncur-19-juni-satria-1-baru-bisa-beroperasi-tahun-depan-T5uxCtT6su.jpg</image><title>Ilustrasi Satelit. (Foto: Reuters)</title></images><description>PELUNCURAN Satelit Republik Indonesia Pertama (SATRIA-1) dipastikan masih akan tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada 19 Juni 2023 mendatang. Satelit tersebut akan terbang menggunakan roket milik perusahaan Elon Musk, Space-X.

Meski meluncur tahun ini, tapi butuh beberapa bulan agar satelit tersebut benar-benar bisa bermanfaat. Diperkirakan satelit baru bisa memberikan dampak pada Januari 2024.

Menurut Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga selaku pelaksana proyek, hal ini lumrah mengingat satelit perlu melewati beberapa proses sebelum pada akhirnya benar-benar bisa dimanfaatkan.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari


Ia menyebut selain butuh waktu untuk satelit sampai di orbitnya, SATRIA-1 juga perlu dilakukan pengetesan ulang pada seluruh sistem untuk memastikan satelit bisa beroperasi lancar di masa mendatang.

&quot;Ini satelit termasuk yang modern sekali. Menggunakan electric propulsion dari titik satelit dilepaskan ke orbit kita menggunakan empat roket kecil yang bahan bakarnya elektronik. Itu memerlukan 145 hari,&quot; kata Adiwoso, Selasa (13/6/2023).

&quot;Bahan bakar elektronik diperuntukan agar bobot satelit lebih ringan sehingga jumlah peralatan di satelit ini bisa dibawa banyak sehingga satelit bisa menawarkan akses internet dengan kecepatan mencapai 150gbps&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Diluncurkan Pakai Roket Milik Elon Musk, Satelit Lokal SATRIA-1 Terbang 19 Juni


Lebih lanjut, Adiwoso menambahkan bahwa SATRIA-1 juga akan melewati proses pengetesan dari bulan Juni sejak diluncurkan sampai bulan November mendatang. Seluruh sistem akan diuji hingga bisa dimanfaatkan pada Januari mendatang.

Peluncuran satelit SATRIA-1 sendiri menurut Pelaksana tugas Menteri Komunikasi dan Informatika (Plt.) Menkominfo Mahfud MD dilakukan dalam rangka pemerataan pembangunan di pusat layanan publik di seluruh Indonesia. Ini mencakup sekolah, rumah sakit, kantor desa, TNI, dan Polri.&quot;Teknologi satelit ini memungkinkan akselerasi internet di desa-desa  yang tidak dapat dijangku oleh teknologi fiber optic. SATRIA-1 akan  mengisi kekosongan wilayah yang belum memiliki akses atau mengalami  kualitas internet buruk,&quot; lanjutnya.

SATRIA-1 akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik perusahaan  antariksa besutan Elon Musk yaitu SpaceX dan apabila berhasil mengorbit  maka satelit ini akan mulai beroperasi pada Januari 2024.

Proyek SATRIA-1 telah disiapkan sejak 2019 di bawah tanggung jawab  Badan Layanan Umum BAKTI Kominfo dan masuk ke dalam Proyek Strategis  Nasional (PSN) yang tertuang di Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018  tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Skema pembiayaan proyek ini ialah Kerja Sama Pemerintah dengan Badan  Usaha atau KPBU, Indonesia menggaet perusahaan antariksa asal Perancis  Thales Alenia Space dalam urusan perakitan satelitnya.

SATRIA-1 yang memiliki teknologi Very High Throughput Satellite  (VHTS) digadang-gadang dapat menyalurkan internet dengan kecepatan  mencapai 150Gbps.
</description><content:encoded>PELUNCURAN Satelit Republik Indonesia Pertama (SATRIA-1) dipastikan masih akan tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada 19 Juni 2023 mendatang. Satelit tersebut akan terbang menggunakan roket milik perusahaan Elon Musk, Space-X.

Meski meluncur tahun ini, tapi butuh beberapa bulan agar satelit tersebut benar-benar bisa bermanfaat. Diperkirakan satelit baru bisa memberikan dampak pada Januari 2024.

Menurut Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga selaku pelaksana proyek, hal ini lumrah mengingat satelit perlu melewati beberapa proses sebelum pada akhirnya benar-benar bisa dimanfaatkan.

BACA JUGA:
Kenapa Ayam Berkokok di Pagi Hari


Ia menyebut selain butuh waktu untuk satelit sampai di orbitnya, SATRIA-1 juga perlu dilakukan pengetesan ulang pada seluruh sistem untuk memastikan satelit bisa beroperasi lancar di masa mendatang.

&quot;Ini satelit termasuk yang modern sekali. Menggunakan electric propulsion dari titik satelit dilepaskan ke orbit kita menggunakan empat roket kecil yang bahan bakarnya elektronik. Itu memerlukan 145 hari,&quot; kata Adiwoso, Selasa (13/6/2023).

&quot;Bahan bakar elektronik diperuntukan agar bobot satelit lebih ringan sehingga jumlah peralatan di satelit ini bisa dibawa banyak sehingga satelit bisa menawarkan akses internet dengan kecepatan mencapai 150gbps&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Diluncurkan Pakai Roket Milik Elon Musk, Satelit Lokal SATRIA-1 Terbang 19 Juni


Lebih lanjut, Adiwoso menambahkan bahwa SATRIA-1 juga akan melewati proses pengetesan dari bulan Juni sejak diluncurkan sampai bulan November mendatang. Seluruh sistem akan diuji hingga bisa dimanfaatkan pada Januari mendatang.

Peluncuran satelit SATRIA-1 sendiri menurut Pelaksana tugas Menteri Komunikasi dan Informatika (Plt.) Menkominfo Mahfud MD dilakukan dalam rangka pemerataan pembangunan di pusat layanan publik di seluruh Indonesia. Ini mencakup sekolah, rumah sakit, kantor desa, TNI, dan Polri.&quot;Teknologi satelit ini memungkinkan akselerasi internet di desa-desa  yang tidak dapat dijangku oleh teknologi fiber optic. SATRIA-1 akan  mengisi kekosongan wilayah yang belum memiliki akses atau mengalami  kualitas internet buruk,&quot; lanjutnya.

SATRIA-1 akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik perusahaan  antariksa besutan Elon Musk yaitu SpaceX dan apabila berhasil mengorbit  maka satelit ini akan mulai beroperasi pada Januari 2024.

Proyek SATRIA-1 telah disiapkan sejak 2019 di bawah tanggung jawab  Badan Layanan Umum BAKTI Kominfo dan masuk ke dalam Proyek Strategis  Nasional (PSN) yang tertuang di Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018  tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Skema pembiayaan proyek ini ialah Kerja Sama Pemerintah dengan Badan  Usaha atau KPBU, Indonesia menggaet perusahaan antariksa asal Perancis  Thales Alenia Space dalam urusan perakitan satelitnya.

SATRIA-1 yang memiliki teknologi Very High Throughput Satellite  (VHTS) digadang-gadang dapat menyalurkan internet dengan kecepatan  mencapai 150Gbps.
</content:encoded></item></channel></rss>
