<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Listrik Dapat Insentif, Penjualan EV Bekas Merosot</title><description>Insentif pajak 10 persen pada mobil listrik dikhawatirkan mempengaruhi penjualan mobil bekas konvensional.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/10/52/2828632/mobil-listrik-dapat-insentif-penjualan-ev-bekas-merosot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/10/52/2828632/mobil-listrik-dapat-insentif-penjualan-ev-bekas-merosot"/><item><title>Mobil Listrik Dapat Insentif, Penjualan EV Bekas Merosot</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/10/52/2828632/mobil-listrik-dapat-insentif-penjualan-ev-bekas-merosot</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/10/52/2828632/mobil-listrik-dapat-insentif-penjualan-ev-bekas-merosot</guid><pubDate>Sabtu 10 Juni 2023 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/10/52/2828632/mobil-listrik-dapat-insentif-penjualan-ev-bekas-merosot-9f5qjGAMhi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi lapak mobil bekas. (Foto: Paxcels)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/10/52/2828632/mobil-listrik-dapat-insentif-penjualan-ev-bekas-merosot-9f5qjGAMhi.jpg</image><title>Ilustrasi lapak mobil bekas. (Foto: Paxcels)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Upaya pemerintah mendorong penjualan kendaraan listrik dengan memberi insentif pajak 10 persen pada mobil listrik dikhawatirkan mempengaruhi penjualan mobil bekas konvensional.
Pasalnya harga mobil listrik setelah insentif turun hingga Rp20-70 juta. Potongan tersebut mendorong minat masyarakat membeli mobil listrik. Apakah penjualan mobil bekas konvensional terdampak?
Pemilik showroom mobil bekas Indigo Auto Yudi Budiman mengaku insentif mobil listrik belum berdampak besar pada usahanya. Menurutnya, penjualan mobil bekas masih tetap stabil.

BACA JUGA:
Ini Alasan Mobil Bekas Daihatsu Sirion Punya Banyak Peminat

&amp;ldquo;Hampir tidak ada pengaruh untuk mobil konvensional. Kalau yang terpengaruh itu mobil listrik bekasnya sendiri. Seperti (Hyundai) Kona tahun 2021, itu kemarin saya masih jual Rp500 jutaan, dan sekarang turun Rp50 jutaan,&amp;rdquo; kata Yudy saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (10/6/2023).
Sepanjang tahun ini, Yudy juga mengatakan bahwa karakter pembeli masih terbagi antara penikmat mobil listrik dan konvensional. Ini membuat harga bekas mobil konvensional juga tetap stabil di tengah gempuran mobil listrik.
&amp;ldquo;Kalau mobil konvensional belum terpengaruh, ya. Penjualannya masih tetap stabil, karena mungkin beda segmen. Sampai tahun ini segmennya itu belum bergeser, dan masih kecil ruangnya untuk yang elektrik,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Ini Alasan Mobil Bekas Toyota Vios Gen 2 Jadi Favorit Pecinta Otomotif

Seperti diketahui, saat ini masyarakat Indonesia juga masih ragu untuk beralih ke mobil listrik karena berbagai hal. Ini yang membuat pasarnya masih belum terbentuk, sehingga mobil konvensional bekas jadi pilihan utama.
Bahkan, Yudy mengatakan ada beberapa model meningkat pesat setelah sempat menurun. Ini menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia belum percaya penuh pada mobil listrik yang merupakan teknologi baru di Tanah Air.&amp;ldquo;Saat ini yang sedang naik daun lagi Fortuner dan Pajero, itu kan sempat terperosok. Saat ini kita sudah mulai recover lagi, dan harganya juga sudah mulai stabil untuk kedua model tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.
Sementara untuk mobil listrik bekas seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev, dikatakan Yudy alami penurunan besar. Ini dampak dari pemberian insentif pemerintah pada unit baru kedua model tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Upaya pemerintah mendorong penjualan kendaraan listrik dengan memberi insentif pajak 10 persen pada mobil listrik dikhawatirkan mempengaruhi penjualan mobil bekas konvensional.
Pasalnya harga mobil listrik setelah insentif turun hingga Rp20-70 juta. Potongan tersebut mendorong minat masyarakat membeli mobil listrik. Apakah penjualan mobil bekas konvensional terdampak?
Pemilik showroom mobil bekas Indigo Auto Yudi Budiman mengaku insentif mobil listrik belum berdampak besar pada usahanya. Menurutnya, penjualan mobil bekas masih tetap stabil.

BACA JUGA:
Ini Alasan Mobil Bekas Daihatsu Sirion Punya Banyak Peminat

&amp;ldquo;Hampir tidak ada pengaruh untuk mobil konvensional. Kalau yang terpengaruh itu mobil listrik bekasnya sendiri. Seperti (Hyundai) Kona tahun 2021, itu kemarin saya masih jual Rp500 jutaan, dan sekarang turun Rp50 jutaan,&amp;rdquo; kata Yudy saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (10/6/2023).
Sepanjang tahun ini, Yudy juga mengatakan bahwa karakter pembeli masih terbagi antara penikmat mobil listrik dan konvensional. Ini membuat harga bekas mobil konvensional juga tetap stabil di tengah gempuran mobil listrik.
&amp;ldquo;Kalau mobil konvensional belum terpengaruh, ya. Penjualannya masih tetap stabil, karena mungkin beda segmen. Sampai tahun ini segmennya itu belum bergeser, dan masih kecil ruangnya untuk yang elektrik,&amp;rdquo; ujarnya.

BACA JUGA:
Ini Alasan Mobil Bekas Toyota Vios Gen 2 Jadi Favorit Pecinta Otomotif

Seperti diketahui, saat ini masyarakat Indonesia juga masih ragu untuk beralih ke mobil listrik karena berbagai hal. Ini yang membuat pasarnya masih belum terbentuk, sehingga mobil konvensional bekas jadi pilihan utama.
Bahkan, Yudy mengatakan ada beberapa model meningkat pesat setelah sempat menurun. Ini menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia belum percaya penuh pada mobil listrik yang merupakan teknologi baru di Tanah Air.&amp;ldquo;Saat ini yang sedang naik daun lagi Fortuner dan Pajero, itu kan sempat terperosok. Saat ini kita sudah mulai recover lagi, dan harganya juga sudah mulai stabil untuk kedua model tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.
Sementara untuk mobil listrik bekas seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev, dikatakan Yudy alami penurunan besar. Ini dampak dari pemberian insentif pemerintah pada unit baru kedua model tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
