<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Semut kalau Bertemu Saling Berciuman?</title><description>Semut memang tidak memiliki suara sehingga mereka berkomunikasi dengan menggunakan sinyal kimia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828213/kenapa-semut-kalau-bertemu-saling-berciuman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828213/kenapa-semut-kalau-bertemu-saling-berciuman"/><item><title>Kenapa Semut kalau Bertemu Saling Berciuman?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828213/kenapa-semut-kalau-bertemu-saling-berciuman</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2023/06/09/56/2828213/kenapa-semut-kalau-bertemu-saling-berciuman</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 21:22 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/56/2828213/kenapa-semut-kalau-bertemu-saling-berciuman-Hk0p4riMw1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Semut Berpapasan Seperti Ciuman. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/56/2828213/kenapa-semut-kalau-bertemu-saling-berciuman-Hk0p4riMw1.jpg</image><title>Semut Berpapasan Seperti Ciuman. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>KENAPA semut kalau bertemu terlihat saling berciuman dengan kawan-kawannya? Pasalnya, bukan hanya pada satu semut saja tapi hampir pada semua barisan semut yang panjang.

Para ilmuwan pun menyebut kebiasaan unik itu dilakukan sebagai bentuk komunikasi antara semut yang satu dengan lainnya. Pasalnya, semut memang tidak memiliki suara sehingga mereka berkomunikasi dengan menggunakan sinyal kimia dengan menransfer air liur atau trophallaxis.

Peneliti dari Center for Integrative Genomics di University of Lausanne, Swiss, Richard Benton, menyebut trophallaxis awalnya hanya digunakan sebagai sarana berbagi makanan. Tapi dalam konteks lain, trophallaxis bisa menjadi sebuah seekor ketika mereka bertemu dengan teman satu sarang.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


&quot;Oleh karena itu kami ingin melihat apakah pertukarkan cairan trophallaxis mengandung molekul yang memungkinkan semut untuk menyampaikan pesan kimia satu sama lain, dan bukan hanya makanan,&quot; jelas dia seperti dilansir dari science daily.

Para ilmuwan menemukan bahwa cairan mulut semut mengandung bahan kimia yang mungkin bisa membantu menyeragamkan aroma semut dalam satu koloni dan bahkan berdampak pada pertumbuhan larva mereka. Untuk menemukan kandungan molekul itu, para peneliti harus mencari cara untuk mengumpulkan ludah semut.

BACA JUGA:
Kenapa Semut Berhenti saat Bertemu Semut Lain


Untuk mendapatkan jawabannya, para ilmuwan memancing trophallaxis dari semut dengan memberi makan larutan gula dan untuk sementara mengisolasi mereka dari teman-temannya. Kondisi ini dilakukan agar semut lebih cepat berbagi ludah dengan temannya saat bertemu.

Namun metode ini masih menghasilkan kadar ludah yang rendah dan rentan terhadap variabel pengganggu. Para ilmuwan menulis cairan mulut semut mungkin berganti dengan cairan gula yang dimakan atau oleh efek isolasi.Oleh karena itulah para ilmuwan mencari cara lain. Mereka membius  semut secara sementara dengan karbon dioksida dan kemudian &quot; memeras&quot;  mulut semut dengan lembut sampai mereka menyemprotkan ludah.

Para ilmuwan kemudian membandingkan cairan itu dengan sedikit air  liur yang telah dikumpulkan dengan metode pemberian gula dan kandungan  usus semut serta peredaran darah untuk memastikan bahwa apa yang mereka  kumpulkan adalah cairan mulut yang sama, yang ditukarkan selama proses  trophallaxis.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Ternyata, para ilmuwan menemukan kandungan yang jauh lebih banyak  daripada makanan. Dalam ludah semut terdapat puluhan protein, 64  microRNAs (segmen kecil dari molekul yang membantu menerjemahkan  instruksi genetik menjadi protein dan blok bangunan lain dari tubuh  semut).

Selain itu, adapula rantai panjang hidrokarbon yang dapat membantu  memasang aroma khusus dari koloni pada individu semut, sinyal penting  untuk identifikasi dan interaksi sosial. Namun penelitian ini belum bisa  membuktikan bahwa trophallaxis langsung memengaruhi aroma atau  imunologi semut.
</description><content:encoded>KENAPA semut kalau bertemu terlihat saling berciuman dengan kawan-kawannya? Pasalnya, bukan hanya pada satu semut saja tapi hampir pada semua barisan semut yang panjang.

Para ilmuwan pun menyebut kebiasaan unik itu dilakukan sebagai bentuk komunikasi antara semut yang satu dengan lainnya. Pasalnya, semut memang tidak memiliki suara sehingga mereka berkomunikasi dengan menggunakan sinyal kimia dengan menransfer air liur atau trophallaxis.

Peneliti dari Center for Integrative Genomics di University of Lausanne, Swiss, Richard Benton, menyebut trophallaxis awalnya hanya digunakan sebagai sarana berbagi makanan. Tapi dalam konteks lain, trophallaxis bisa menjadi sebuah seekor ketika mereka bertemu dengan teman satu sarang.

BACA JUGA:
Tumbuhan Apa yang Pertama Kali Ada di Muka Bumi?


&quot;Oleh karena itu kami ingin melihat apakah pertukarkan cairan trophallaxis mengandung molekul yang memungkinkan semut untuk menyampaikan pesan kimia satu sama lain, dan bukan hanya makanan,&quot; jelas dia seperti dilansir dari science daily.

Para ilmuwan menemukan bahwa cairan mulut semut mengandung bahan kimia yang mungkin bisa membantu menyeragamkan aroma semut dalam satu koloni dan bahkan berdampak pada pertumbuhan larva mereka. Untuk menemukan kandungan molekul itu, para peneliti harus mencari cara untuk mengumpulkan ludah semut.

BACA JUGA:
Kenapa Semut Berhenti saat Bertemu Semut Lain


Untuk mendapatkan jawabannya, para ilmuwan memancing trophallaxis dari semut dengan memberi makan larutan gula dan untuk sementara mengisolasi mereka dari teman-temannya. Kondisi ini dilakukan agar semut lebih cepat berbagi ludah dengan temannya saat bertemu.

Namun metode ini masih menghasilkan kadar ludah yang rendah dan rentan terhadap variabel pengganggu. Para ilmuwan menulis cairan mulut semut mungkin berganti dengan cairan gula yang dimakan atau oleh efek isolasi.Oleh karena itulah para ilmuwan mencari cara lain. Mereka membius  semut secara sementara dengan karbon dioksida dan kemudian &quot; memeras&quot;  mulut semut dengan lembut sampai mereka menyemprotkan ludah.

Para ilmuwan kemudian membandingkan cairan itu dengan sedikit air  liur yang telah dikumpulkan dengan metode pemberian gula dan kandungan  usus semut serta peredaran darah untuk memastikan bahwa apa yang mereka  kumpulkan adalah cairan mulut yang sama, yang ditukarkan selama proses  trophallaxis.

BACA JUGA:
Tahukah Kamu Kenapa Nyamuk Sering Terbang di Dekat Telinga?


Ternyata, para ilmuwan menemukan kandungan yang jauh lebih banyak  daripada makanan. Dalam ludah semut terdapat puluhan protein, 64  microRNAs (segmen kecil dari molekul yang membantu menerjemahkan  instruksi genetik menjadi protein dan blok bangunan lain dari tubuh  semut).

Selain itu, adapula rantai panjang hidrokarbon yang dapat membantu  memasang aroma khusus dari koloni pada individu semut, sinyal penting  untuk identifikasi dan interaksi sosial. Namun penelitian ini belum bisa  membuktikan bahwa trophallaxis langsung memengaruhi aroma atau  imunologi semut.
</content:encoded></item></channel></rss>
